alexa

Poco M3 Pro 5G Gunakan Cip Dimensity 700 & Punya Sensor NFC

Lain di Indonesia, lain pula di luar negeri. Kalau beberapa hari lalu Xiaomi tancap gas dengan Redmi Note 10S di Indonesia, di regional Eropa giliran kehadiran seri Poco terbaru. Poco M3 Pro 5G diresmikan sebagai smartphone 5G terjangkau, cocok di negara yang memang sudah kompatibel dengan jaringan tersebut.

Meski secara nama mirip dengan seri Poco M3, smartphone Poco terbaru satu ini hadir dengan peningkatan yang cukup menyeluruh. Desainnya terlihat lebih premium, menggunakan cip lebih kencang (dengan dukungan 5G, tentunya), serta dilengkapi dengan sensor NFC. Sementara bagian spesifikasi seperti kamera bisa dibilang sama.

Tema yang diusung saat peluncurannya secara daring kemarin (19/5) adalah serba cepat. Mirip dengan seri non-Pro, bodi belakangnya punya desain modul kamera cukup besar berwarna hitam. Sementara bagian bodi lainnya hadir dalam opsi warna menarik. Selain hitam, juga tersedia dalam warna Poco Yellow dan Cool Blue. Materialnya sendiri masih plastik.

Baca juga: Rayakan Ramadan, Xiaomi Turunkan Harga 4 Seri Redmi & Poco!

Spesifikasi Poco M3 Pro 5G

Poco M3 Pro

Lapisan glossy membuatnya terlihat lebih stylish, dapat pantulkan cahaya dari sudut tertentu. Dibandingkan M3, M3 Pro lebih tipis di 8,9mm, dengan bobot lebih ringan di 190 gram. Logo 5G bisa ditemukan pada bodi belakang. Sementara sensor sidik jari dan inframerah masing-masing ada di bodi sebelah kanan dan samping atasnya.

Ada beberapa peningkatan yang diberikan oleh Poco pada layar dari Poco M3 Pro 5G. Meski resolusinya sama-sama full HD+ dengan panel IPS 6,5 inci, setup kamera depannya kini dibuat lebih modern, gunakan jenis punch-hole. Masih terlapisi Gorilla Glass 3, refresh rate-nya meningkat hingga 90Hz.

Poco M3 Pro

Tak hanya itu, layarnya juga sudah mendukung DynamicSwitch, alias bisa menyesuaikan refresh rate sesuai konten agar lebih hemat daya. Di balik layarnya, terdapat peningkatan yang paling signifikan yaitu sektor performa. Agar mendukung jaringan 5G, ditunjuk cip MediaTek Dimensity 700 yang powerful, sekaligus efisien dengan proses fabrikasi 7nm. Dipadukan dengan opsi RAM yang lebih luas hingga 6GB, dan jenis penyimpanan UFS 2.2.

Untuk bagian kamera, tak ada peningkatan sama sekali. Masih dengan sensor utama 48MP yang ditemani dua sensor 2MP untuk makro dan potret, plus kamera depan 8MP untuk keperluan swafoto. Namun karena cip yang lebih bertenaga, kemampuan rekam videonya meningkat, kini mencapai 4K 30fps.

Baterai Lebih Kecil, Ada NFC

Poco M3 Pro

Kelebihan dari Poco M3 Pro 5G adalah dibenamkannya sensor NFC, lengkapi sensor lainnya seperti inframerah dan jack audio 3,5mm. Namun bila dibandingkan dengan versi non-Pro, ada beberapa pengurangan yang harus dibuat supaya harga tetap terjangkau. Yaitu kapasitas baterai yang lebih kecil di 5,000 mAh, serta absennya slot kartu microSD.

Meski begitu, kelengkapannya cukup menarik. Selain pengisi daya 22,5 watt, juga diberikan soft case beserta selembaran berisi stiker logo Poco. Tampilan antarmuka-nya sendiri sudah jalankan MIUI 12, berbasis Android 11.

Dijual perdana untuk wilayah Eropa, harga resmi Poco M3 Pro 5G mencapai 159 Euro, atau sekitar Rp2,7 jutaan. Terasa mahal? Wajar, karena di sana, Poco M3 biasa dijual 149 Euro atau Rp2,6 jutaan. Jadi besar kemungkinan, harganya bakal jauh lebih murah, termasuk di Tanah Air (kalau masuk, ya).

Tinggalkan komen