Jakarta, Gizmologi โ POCO M8 sudah mulai terdengar, banyak informasi mengatakan bahwa smartphone ini akan segera resmi per 8 Januari 2026. Jelang peluncuran, perusahaan sudah membuka sebagian besar spesifikasi, menegaskan arah produk yang menonjolkan desain tipis, layar melengkung, dan daya tahan bodi.
Di atas kertas, POCO M8 tampak ingin memadukan estetika flagship dengan harga yang lebih ramah. Layar OLED melengkung 3D 6,77 inci, refresh rate 120Hz, serta klaim kecerahan hingga 3.200 nits jadi nilai jual utama yang jarang ditemukan di kelasnya.
Namun, strategi ini juga mengundang ekspektasi tinggi. Di pasar yang makin sesak, tipis dan terang saja tidak cukup, apalagi jika sektor lain seperti kamera dan performa tidak bisa mengikuti narasi premium yang dibangun.
Baca Juga: iQOO Z11 Turbo Masuk Pasar, Bawa Snapdragon 8 Gen 5 dan Kamera 200MP
Layar Melengkung dan Bodi Tangguh Jadi Andalan

POCO mengklaim M8 sebagai ponsel dengan layar 3D curved paling tangguh di segmennya. Sertifikasi MIL-STD-810H dan rating IP66 membuatnya terlihat lebih siap menghadapi kondisi ekstrem, dari debu hingga cipratan air. Ponsel ini juga diuji jatuh hingga ketinggian 1,7 meter dan dibekali fitur Wet Touch 2.0.
Dengan ketebalan hanya 7,35mm dan bobot 178 gram, M8 disebut sebagai ponsel paling tipis dan ringan yang pernah dibuat Poco. Ini jelas menarik bagi pengguna yang menginginkan perangkat ramping tanpa harus mengorbankan baterai besar.
Spesifikasi Inti Masih Terasa Setengah Hati
Di balik desain yang impresif, spesifikasi intinya justru terlihat lebih konservatif. Snapdragon 6 Gen 3 memang cukup mumpuni untuk kebutuhan harian, tetapi sulit menyamai kesan premium yang coba ditampilkan POCO. Kamera utama 50MP ditemani sensor depth 2MP juga terasa standar, tanpa kehadiran ultrawide yang kini makin umum.
Baterai 5.520 mAh dengan pengisian 45W tergolong baik, namun bukan yang tercepat di kelasnya. Kombinasi ini membuat Poco M8 seperti ponsel dengan dua wajah, sangat agresif di desain dan layar, tapi berhati-hati di dapur pacu dan fotografi.
Jika harga nantinya kompetitif, Poco M8 tetap punya peluang besar. Namun bila banderolnya terlalu dekat dengan kelas atas, pengguna mungkin akan mulai mempertanyakan apakah tipis dan tangguh cukup untuk menutupi kompromi di sektor lain.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



