alexa

Polar Ignite 2 & Vantage M2, Smartwatch Stylish Berfitur Olahraga Lengkap

Jauh sebelum kita dapat mengukur denyut jantung sepanjang hari lewat sebuah perangkat wearable, dulu kita memerlukan sebuah alat khusus untuk diikatkan ke bagian pinggang. Salah satu pembuatnya adalah Polar, telah merilis perangkat kesehatan sejak 1977. Kini, mereka rilis Polar Ignite 2 dan Vantage M2 untuk bersaing dengan smartwatch masa kini.

Meski sudah sangat berumur, perusahaan yang satu ini masih ingin terus dapat bersaing dengan para kompetitor lain seperti Apple maupun Samsung. Hadirkan sebuah jam tangan pintar dengan desain fashionable, namun masih dilengkapi fitur kesehatan yang lengkap. Membuatnya cocok untuk menjadi pilihan mereka yang lebih aktif berkegiatan.

Keduanya sama-sama hadir dengan tampilan bodi melingkar, termasuk dengan layarnya. Menjadi opsi yang lebih murah, Polar Ignite 2 terlihat lebih polos, sementara Polar Vantage M2 memiliki tiga tombol pintasan pada bodi sebelah kanannya. Meski begitu, keduanya hadir dengan opsi strap warna-warni untuk tingkat personalisasi tinggi.

Baca juga: Casio G Squad Pro Menjadi Smartwatch G-Shock Pertama, Jalankan Wear OS

Polar Ignite 2 Hadir dengan Opsi Strap Swarovski

Polar Ignite 2

Untuk Polar Ignite 2 sendiri, tampilan visualnya diperbarui dengan opsi strap yang seolah bertabur kristal Swarovski, dengan bezel layar yang diberikan permukaan tekstur kasar atau bergaris. Peruntukan smartwatch Polar yang satu ini lebih ditujukan untuk kaum hawa, karena dimensinya yang lebih kompak dari seri lain.

Polar Ignite 2 memiliki layar sentuh berwarna dengan bezel sedikit tebal. Lewat layar tersebut, banyak sekali informasi kesehatan yang bisa diakses oleh penggunanya. Ada lebih dari 100 profil olahraga yang bisa diakses, bahkan sampai mencatatnya secara detail dengan built-in GPS. Sehingga tak perlu ‘menarik’ data GPS dari smartphone.

Tak hanya itu, smartwatch olahraga satu ini juga bisa mencatat kualitas tidur dan memberikan saran terbaik yang ditampilkan setiap minggu lewat aplikasi di smartphone. Khusus untuk data denyut jantung, Polar Ignite 2 punya fitur HR Sensor Mode, yang dapat memberikan informasi tersebut ke perangkat lain di sasana olahraga atau gym, seperti ke sepeda statis yang sedang digunakan.

Dan untuk daya tahan baterainya, diklaim bisa digunakan hingga 5 jam penggunaan normal. Sementara untuk penggunaan olahraga secara kontinyu dengan memanfaatkan GPS, Polar Ignite 2 bisa bertahan hingga 17 – 20 jam nonstop. Sayangnya, belum bisa menyimpan lagu, alias hanya dapat mengendalikan lagu dari smartphone.

Polar Vantage M2 Hadir dengan Mode FuelWise

Polar Vantage M2

Sedangkan untuk konsumen yang menginginkan sebuah smartwatch olahraga lebih premium, Polar Vantage M2 hadir sebagai opsi kelas menengah terbaru. Bawa desain bodi melingkar dengan empat aksen warna berbeda; Copper, Black, Champagne dan Grey. Lengkap dengan layar yang lebih besar.

Peningkatan terbesar pada seri ini adalah daya tahan baterainya. Untuk penggunaan normal, bisa menyala sampai 7 hari penggunaan. Sementara untuk penggunaan olahraga, bisa digunakan sampai maksimum 100 jam, disertai pmode hemat daya.

Selain bisa informasikan ringkasan olahraga tiap minggu serta fitur HR Sensor Mode, Polar Vantage M2 juga punya fitur FuelWise, diturunkan dari seri smartwatch luar ruangan, GritX. Fitur tersebut dapat berikan informasi dalam sebuah training, kapan harus konsumsi makanan atau cairan saat diperlukan.

Harga Polar Ignite 2 & Vantage M2

Polar Ignite 2 & Vantage M2

Kedua smartwatch dengan fitur olahraga yang lebih detil ini hadir untuk mereka yang benar-benar memiliki fokus akan tingkatkan kesehatan sehari-hari, atau yang intensif berolahraga. Maka harganya pun tak murah, terutama untuk sebuah smartwatch yang mungkin belum menggunakan panel layar AMOLED.

Untuk opsi yang termurah, Polar Ignite 2 dibanderol dengan harga mulai USD230, atau sekitar Rp3,3 jutaan. Sementara Polar Vantage M2 yang memang punya fitur lebih banyak, dibanderol mencapai USD300 (Rp4,3 jutaan). Keduanya sudah tersedia lewat jalur pre-order di Amerika Serikat, menyusul negara lain secara global.

Tinggalkan komen