Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Punya 50 Sensor, Aplikasi ‘Nafas’ Pantau Kualitas Udara Real-time di Jabodetabek

0 528

Selama ini kebanyakan netizen memanfaatkan aplikasi AirVisual untuk memantau kualitas udara. Sekarang, sudah ada aplikasi lokal yang dirancang untuk Indonesia. Produk tersebut adalah aplikasi Nafas yang dapat mengukur kualitas udara. Untuk tahap awal saat ini, aplikasi Nafas baru mengukur kualitas udara secara akurat di lima wilayah (DKI Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Bekasi).

Informasi di Play Store menyebutkan bahwa aplikasi Nafas adalah jaringan kualitas udara real-time terbesar di Jakarta dan sekitarnya. Mereka memiliki lebih dari 50 sensor yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Depok, Tangeran, Tangerang Selatan, dan Bogor.

Pada saat peluncuran aplikasi Nafas secara virtual (17/11), startup tersebut juga melaporkan hasil pemantauan data kualitas udara di Jabodetabek dan bagaimana dampaknya pada kesehatan. Hal ini bisa menjadi perhatian terutama bagi yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk berolahraga.
Baca juga: 5 Game Olahraga Agar Tetap Bugar Saat Karantina di Rumah

Hasil Pemantauan Aplikasi Nafas Sepanjang Bulan Agustus 2020

Tingkat PM aplikasi Nafas
Keterangan tingkatan kadar PM di aplikasi Nafas.

Kegiatan berolahraga merupakan salah satu cara penting agar kita dapat bertahan selama masa pandemi. Selain untuk menjaga kesehatan, secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap kondisi mental kita. Tentunya, kita perlu memilih lokasi olahraga luar ruangan (outdoor) yang aman untuk bisa berjaga jarak.

Namun itu saja tidak cukup. Terutama bagi yang tinggal di kota besar, juga ada bahaya polusi udara yang bisa mengancam kesehatan. Salah satu aplikasi pendeteksi kualitas udara lokal, Nafas, baru saja rilis data terkait adanya risiko kesehatan saat berolahraga di luar ruangan. Tepatnya pukul 4 – 9 pagi, berdasarkan tingkatan PM 2,5.

Dari laporan yang dirilis oleh Nafas, diharapkan masyarakat bisa merencanakan waktu dan durasi terbaiknya dalam berolahraga luar ruangan. Dalam sebuah konferensi pers daring (17/11), Piotr Jakubowski, co-founder & Chief Growth Officer, Nafas sebutkan bila banyak lokasi yang seringkali miliki tingkat PM 2,5 melebihi 100 atau batas aman.

“Tentu ini menyoroti pentingnya mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk olahraga yang aman,” tambah Piotr. Berdasarkan lima wilayah (DKI Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok & Bekasi) yang dipantau selama 30 hari selama Agustus 2020, kota dengan pembacaan PM 2,5 rata-rata terendah adalah Bogor dan Jakarta Pusat.

Sementara dua daerah yang paling rendah kualitas udaranya adalah Tangerang Selatan dan Bekasi, tak layak untuk berjalan di luar selama lebih dari 30 menit. Sampel diambil dari 46 sensor kualitas udara di wilayah Jabodetabek dalam eksposur olahraga pagi, yaitu pukul 5 – 9 pagi WIB.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Erlang Samoedro, Dokter Spesialis Paru (Pulmonologist) terangkan bahanya jika PM 2,5 dihirup. Tingkat bahaya naik saat kita berolahraga, di mana akan mengambil nafas hingga 40 – 60 kali per menit, yang beri risiko jumlah aerosol yang terhirup termasuk PM 2,5. Beberapa risiko penyakit yang mungkin muncul adalah asma, stroke dan kanker paru-paru.

Dari pengamatan yang sama, aplikasi Nafas juga bisa melihat waktu terbaik untuk melakukan olahraga, berdasarkan data per jam untuk setiap wilayah kota. Rata-rata kualitas terburuk terjadi pada pukul 2 – 9 pagi, lalu perlahan mulai membaik dan terus membaik sepanjang hari, sampai pukul 5 sore.

Aplikasi Nafas Sarankan Cek Kualitas Udara Sebelum Berolahraga

Paparan kualitas udara Nafas

Salah satu atlet lari Indonesia, Adinda Sukardi juga berbagi pengalamannya saat bepergian ke Cina dan berolahraga di sana. Awalnya, ia tidak memperhatikan kualitas udara untuk berolahraga. Namun tak lama kemudian, ia sempat mengalami masalah pernapasan.

“Dari situ saya sadar betul pentingnya melakukan tindakan antisipasi, salah satunya memastikan kualitas udara di area sebelum mulai olahraga. Informasi ini bisa saya dapatkan dari adanya aplikasi Nafas yang dapat memberikan data kualitas udara yang mudah diakses dan mudah digunakan,” jelas Dinda.

Lewat aplikasi Nafas, Gizmo friends dapat mengecek kualitas udara berdasarkan kadar PM 2,5 serta Air Quality Index (AQI), di mana penjelasan masing-masing ditampilkan secara mudah untuk dipahami. Nafas juga akan memberikan saran perlu atau tidaknya untuk gunakan masker, dan jam-jam yang direkomendasikan untuk berolahraga.