LG CNS, perusahaan teknologi asal Korea Selatan yang ikut membangun Coretax, mengembangkan bisnis pusat data di Indonesia bersama Sinar Mas. Presiden LG CNS Indonesia, Mansik Won, mengatakan fasilitas tersebut disiapkan untuk melayani pelanggan eksternal, sehingga penggunaan tidak terbatas pada kebutuhan internal kedua perusahaan.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 FE Andalkan Exynos 2500 & Smart Switch
Pria yang akrab dipanggil Mark ini menjelaskan, kerja sama ini menggabungkan pengalaman LG CNS dalam teknologi dan pengelolaan pusat data dengan jaringan bisnis Sinar Mas di Indonesia. Mark menjelaskan bahwa perusahaan ingin memperluas layanan infrastruktur digital melalui kemitraan tersebut.
“Kami membangun pusat data untuk memberikan layanan kepada pelanggan lain,” kata Mark saat tim Gizmologi wawancarai di Jakarta beberapa waktu lalu.
Pengalaman LG CNS Bertemu Jaringan Sinar Mas
Menurut Mark, Sinar Mas merupakan perusahaan yang dikenal luas di Indonesia dan sudah memiliki pengalaman dalam bisnis pusat data. Bekal tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan usaha bersama LG CNS.

LG CNS membawa kemampuan teknologi, pengalaman proyek, serta reputasi perusahaan. Sementara itu, Sinar Mas memiliki pengetahuan pasar dan jaringan pelanggan yang dapat mendukung pengembangan bisnis.
Ia mengatakan, perpaduan tersebut menjadi dasar kerja sama pusat data kedua perusahaan. Dengan demikian, pembahasan kemitraan mencakup kemampuan menyediakan layanan sekaligus menjangkau pelanggan di Indonesia.
Rencananya, bisnis ini akan dijalankan melalui perusahaan patungan LG CNS dan Sinar Mas.
Berbekal Pengalaman Pusat Data di Korea
Mark mengatakan kepada tim Gizmologi, LG CNS telah membangun dan mengoperasikan sejumlah pusat data di Korea Selatan. Fasilitas tersebut digunakan untuk memberikan layanan kepada lembaga pemerintah maupun perusahaan swasta.
“Di Korea, kami juga telah membangun dan mengoperasikan beberapa pusat data yang melayani berbagai lembaga pemerintah dan perusahaan swasta,” ujar Mark. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal LG CNS untuk mengembangkan bisnis bersama Sinar Mas di Indonesia.

Saat ditanyakan tentang isu terkait kebutuhan listrik dan air saat data center beroperasi, Mark sadar penggunaan sumber daya dapat menimbulkan pertanyaan dari masyarakat di sekitar fasilitas.
Menurutnya, pengembang dan masyarakat perlu berdialog untuk menyelaraskan kebutuhan infrastruktur dengan kepentingan warga. Ia menilai penyelesaian membutuhkan keterbukaan serta kesediaan kedua pihak mencari titik temu.
“Pemerintah harus hadir sebagai pihak yang perlu memfasilitasi komunikasi tersebut, mengingat pusat data turut dibutuhkan untuk layanan publik dan transformasi digital,” ujarnya.
Sebagai pelengkap penjelasan Mark, laporan keberlanjutan LG CNS 2025–2026 memuat praktik pengelolaan fasilitas di Korea. Perusahaan menyebut penggunaan sistem pemantauan suhu dan pengaturan aliran udara untuk membantu mengelola energi di ruang server.
LG CNS juga menjelaskan pemantauan penggunaan air secara bulanan serta rencana penggantian peralatan pendingin yang menua. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya efisiensi operasional yang dicatat perusahaan.
Data itu menggambarkan pengalaman di Korea. Desain pendinginan serta penerapan pengelolaan energi dan air pada proyek Indonesia belum dapat dipastikan dari bahan wawancara yang tersedia.
LG CNS Ingin Perkuat Talenta AI Indonesia

Di sisi lain, perusahaan asal Korea Selatan ini juga menyatakan keinginan mereka untuk memperkuat kemampuan tenaga lokal dalam pengembangan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia.
Hal ini diungkap langsung oleh Presiden LG CNS Mansik Won saat wawancara dengan Gizmologi di Jakarta beberapa waktu lalu. Pria yang akrab dipanggil Mark itu mengatakan, penguatan talenta perlu berjalan bersama kesiapan sistem.
Dari pertemuan dengan berbagai lembaga publik, ia melihat kebutuhan kecerdasan buatan (AI) sudah muncul untuk membantu pekerjaan dan memperbaiki layanan, meski kesiapan setiap instansi berbeda.
Menurut Mark, proyek AI dapat menjadi ruang bagi tenaga lokal untuk belajar langsung bersama ahli dari Korea. Namun, pelaksanaan pendekatan tersebut masih bergantung pada proyek yang akan dijalankan perusahaan.
LG CNS: Kebutuhan AI Sudah Muncul di Lembaga Publik

Bos LG CNS itu mengatakan, sejumlah lembaga publik yang ditemui menyampaikan kebutuhan serupa: menggunakan AI untuk memperbaiki pekerjaan, fungsi, dan layanan. “Namun, sebagian lembaga publik belum memiliki sistem siap untuk mengadopsi AI,” kata Mark dalam wawancara.
Penjelasan tersebut menunjukkan perbedaan antara minat menggunakan AI dan kesiapan menerapkan teknologi itu dalam kegiatan sehari-hari. Dalam pandangannya, ketersediaan data juga menjadi bagian penting karena AI memerlukan data agar dapat bekerja dengan baik.
Ia menilai pengembangan AI di Indonesia masih berada pada tahap awal dibandingkan sejumlah negara yang lebih dahulu mengembangkan kemampuan tersebut. Karena itu, pembahasan mengenai tenaga ahli diarahkan pada proses membangun keahlian secara bertahap melalui pengalaman dan pendampingan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

