Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Razer Book 13, Ultrabook Tipis Khusus Produktivitas

0 3.921

Merek yang satu ini dikenal dengan lini perangkat yang dibuat khusus gaming. Mulai laptopnya yang tergolong tipis untuk perangkat gaming, hingga smartphone-nya dengan layar refresh rate tinggi. Namun untuk produk terbaru yang diluncurkan barusan cukup berbeda, menyasar segmen yang lebih luas.

Diperkenalkan Razer Book 13, sebuah laptop pertama Razer yang dibuat bukan untuk main gim. Yah mungkin bisa-bisa saja, namun fokus utama hadirnya laptop ini adalah demi penuhi kebutuhan produktivitas tinggi. Punya desain tipis, Razer Book 13 masuk dalam kategori ultrabook premium, sudah mengantongi standar Intel Evo untuk fitur-fitur yang terjamin kualitasnya.

Baca juga: Razer Blade Stealth 13 (2020), Laptop Gaming dengan Prosesor Intel 11th Gen & Layar 4K OLED

Keunggulan Razer Book 13

Razer Book 13

Secara tampilan, laptop terbaru Razer ini mengingatkan kita terhadap MacBook Pro maupun Dell XPS. Dengan desain yang sleek, tidak neko-neko serta bezel layar yang tipis—diklaim yang paling tipis untuk dimensi layar yang sama. Berdimensi 13,4 inci, layar tersebut punya rasio 16:10, anti-reflective dan sudah dikalibrasi untuk akurasi warna tinggi (100% sRGB).

Ada tiga opsi layar yang bisa dipilih; full HD dengan permukaan matte tanpa input sentuh, full HD dengan dukungan input sentuh, serta 4K touchscreen. Ketika banyak laptop tipis hadir dengan port yang terbatas, Razer Book 13 tetap hadirkan USB-A 3.2. Serta dua port USB-C (Thunderbolt 4), full HDMI 2.0 dan micro SD card reader.

Meski fokus pada produktivitas, Razer tetap berikan sentuhan personal yang umumnya ada di seri laptop gamingnya. Yaitu Chroma RGB keyboard di mana pengguna dapat memilih warna berbeda untuk tombol tertentu, atau diubah menjadi putih semua layaknya ultrabook konvensional.

Untuk pertama kalinya di laptop Razer, Razer Book 13 hadir dalam opsi mulai dari Intel Core-i5, gunakan varian 28 watt generasi ke-11. Umumnya, ultrabook gunakan versi 15 watt, sementara Razer lebih tinggi dan dilengkapi pendingin vapor chamber khusus. Dipadukan dengan dua speaker yang menghadap ke atas, dengan dukungan THX Spatial Audio untuk efek surround 360 derajat.

Agar berbeda dari laptop gamingnya, opsi cip grafis yang tersedia hanya Intel Iris Xe. Sementara bagi mereka yang inginkan performa GPU kencang, Razer telah merilis Core X eGPU eksternal dalam warna yang sama seperti Razer Book 13. Supaya keduanya terlihat selaras saat diletakkan bersebelahan.

Telah mengantongi standar Intel Evo, membuat Razer Book 13 cocok sebagai laptop yang punya daya tahan lama (hingga lebih dari 14 jam pemakaian) serta instan saat sedang digunakan (mendukung fitur “instant wake” dan Modern Standby).

Harga Razer Book 13

Razer Book 13

Razer Book 13 varian termurah (Core i5, 8GB RAM, 256GB SSD) dibanderol seharga USD1,199, atau sekitar Rp17 jutaan. Model ini mulai dijual bulan ini, di situs resmi Razer maupun ritel resmi yang tersebar di seluruh dunia.

Sementara varian tertingginya dijual di USD2,000 atau Rp28 jutaan. Gunakan Intel Core i7, layar 4K touchscreen, 16GB RAM dan 512GB SSD. Laptop ini bakal tersedia di bagian Asia Pasifik. Namun Razer tak menyebutkan secara gamblang negara mana saja yang bakal disambangi oleh mereka secara resmi.