Jakarta, Gizmologi – Rumor seputar chip Apple generasi berikutnya mulai menguat jelang 2026. Setelah sebelumnya MacBook Pro dengan Apple M5 Pro dan M5 Max diprediksi meluncur pada paruh pertama tahun depan, bocoran terbaru justru mengindikasikan bahwa chipset-nya sendiri bisa diperkenalkan lebih awal dari perkiraan.
Informasi ini datang dari akun Fixed Focus Digital di Weibo, yang menyebut Apple berpotensi merilis M5 Pro dan M5 Max pada Maret 2026. Jika benar, ini akan menjadi langkah yang cukup agresif, mengingat Apple biasanya memperkenalkan SoC baru bersamaan dengan perangkat yang langsung menggunakannya.
Situasi ini membuka berbagai kemungkinan. Apple bisa saja langsung memperkenalkan MacBook Pro generasi baru, atau justru memilih produk lain seperti Mac Studio sebagai debut awal M5 series sebelum dibawa ke lini laptop.
Baca Juga: Samsung PM9E1 Tunjukkan Arah Baru Storage untuk Era AI Lokal
Chip Lebih Cepat, Produk Menyusul?
Secara historis, Apple jarang merilis chip tanpa perangkat pendamping. Karena itu, rumor peluncuran Apple M5 Pro dan M5 Max di Maret mengindikasikan setidaknya satu produk baru akan hadir bersamaan. MacBook Pro jelas menjadi kandidat terkuat, meski tidak menutup kemungkinan Apple memilih pendekatan berbeda.
Jika Apple benar-benar memajukan jadwal ini, langkah tersebut bisa menjadi sinyal bahwa persaingan komputasi berbasis AI dan performa tinggi semakin ketat. Apple tampaknya ingin memastikan ekosistem Mac tetap relevan, terutama di kalangan profesional kreatif dan developer.
Namun di sisi lain, jadwal yang terlalu cepat juga berisiko membuat siklus produk terasa makin singkat. Bagi pengguna MacBook Pro M4, hal ini bisa menimbulkan kesan bahwa perangkat mereka “cepat tua”, meski secara performa masih sangat mumpuni.
Tekanan Biaya dan Strategi Produksi Apple
Rumor lain yang tak kalah menarik adalah soal penggunaan teknologi packaging SoIC dari TSMC. Apple disebut ingin menekan biaya produksi chip, terutama di tengah melonjaknya harga DRAM akibat ledakan kebutuhan AI secara global.
Laporan ini juga menyebut Apple M5 Pro dikabarkan tak lagi berada di daftar pelanggan prioritas TSMC, yang berdampak pada kenaikan biaya manufaktur. Jika benar, maka efisiensi di level desain chip menjadi langkah logis untuk menjaga margin.
Meski demikian, Apple M5 Pro belum tentu penghematan ini akan berdampak langsung ke harga produk. Apple masih harus menyeimbangkan biaya, performa, dan harga jual, terutama di tengah pasar global yang semakin sensitif terhadap harga perangkat premium.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

