CEO Microsoft Satya Nadella memberikan komentar mengenai restrukturisasi yang sedang berlangsung di Xbox setelah perusahaan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan karyawan. Dalam wawancara di Sources Podcast bersama Alex Heath, Nadella menyebut langkah perampingan yang dilakukan Xbox sebagai sesuatu yang “great to see”.
Gelombang terbaru tersebut memangkas 268 posisi, setelah sekitar 1.600 pekerjaan sebelumnya dihapus pada tahun ini. Restrukturisasi juga telah mengubah struktur sejumlah studio Xbox, termasuk penggabungan beberapa tim dan perpindahan tanggung jawab atas franchise seperti Halo. Sejumlah pengembang juga telah keluar dari organisasi Xbox.
Nadella mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mereka membangun model bisnis yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, tujuan Microsoft tetap membuat menjadi publisher sekaligus penyedia platform yang dapat menghadirkan game kepada lebih banyak pengguna, baik melalui PC maupun konsol.
Baca Juga: Bill Gates Minta Pemerintah Ikut Awasi AI, Ini Alasannya
Xbox Sebut Restrukturisasi Berkaitan dengan Margin Bisnis

Xbox CEO Asha Sharma sebelumnya mempertahankan langkah restrukturisasi dengan menyoroti margin bisnis. Menurut Sharma, margin masih berada tiga hingga 10 kali di bawah perusahaan lain yang bergerak di bisnis platform dan publishing. Pernyataan tersebut menjadi salah satu dasar perusahaan dalam melakukan perubahan struktur dan efisiensi organisasi.
Dari sisi manajemen, pengurangan tim dan penggabungan studio diposisikan sebagai bagian dari upaya menyesuaikan struktur bisnis dengan target jangka panjang. Namun, dampaknya terhadap karyawan berbeda secara langsung. Ratusan pekerja kembali kehilangan pekerjaan dalam putaran terbaru, sementara perubahan struktur juga mengubah arah sejumlah studio dan proyek.
Microsoft Sebut Perombakan Belum Selesai
Chief Content Officer Xbox Matt Booty mengatakan perusahaan saat ini telah menyelesaikan sekitar tiga perempat dari jumlah PHK yang sebelumnya diumumkan. Artinya, perubahan terhadap organisasi belum sepenuhnya selesai dan masih dapat berlanjut hingga akhir tahun fiskal.
Di sisi lain, belum seluruh dampak restrukturisasi terhadap portofolio game terlihat. Beberapa franchise tetap berlanjut di bawah struktur baru, sementara studio dan tim lainnya mengalami perubahan status. Pernyataan Nadella menunjukkan fokus Microsoft saat ini adalah membangun model bisnis gaming yang dinilai lebih berkelanjutan, tetapi proses menuju struktur tersebut masih berlangsung dan melibatkan konsekuensi langsung bagi tenaga kerja Xbox.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

