Jakarta, Gizmologi – Sony kembali jadi sorotan setelah muncul laporan bahwa mereka akan mengurangi rilis port PC untuk game single-player first-party. Kabar ini awalnya diungkap oleh jurnalis Jason Schreier, lalu diperkuat oleh insider NateTheHate2 yang menyebut keputusan tersebut diambil pada 2025 sebagai bagian dari perubahan strategi.
Menurut bocoran tersebut, Sony tidak sepenuhnya menghentikan port ke PC, tetapi jumlahnya akan jauh lebih sedikit. Kebijakan ini disebut lebih difokuskan pada game single-player, sementara proyek live-service dan multiplayer kemungkinan tetap dirilis lintas platform.
Jika benar, langkah ini menandai pergeseran pendekatan Sony yang sebelumnya cukup agresif membawa katalog eksklusif PlayStation ke PC dalam beberapa tahun terakhir.
Angka Steam Jadi Pertimbangan

Alasan di balik perubahan ini disebut berkaitan dengan performa komersial. Meski beberapa port terbilang sukses, kontribusinya dinilai belum menjadi pendorong pendapatan besar. Data Steam menunjukkan Marvel’s Spider-Man Remastered mencatat puncak 66.436 pemain bersamaan, sementara Marvel’s Spider-Man 2 mencapai 28.189.
Port lain seperti Ghost of Tsushima sempat menyentuh 77.154 pemain bersamaan. Horizon Forbidden West dan The Last of Us Part II Remastered juga mencatat angka puluhan ribu. Angka ini solid, tetapi mungkin belum cukup besar dibanding potensi penjualan eksklusif di ekosistem PlayStation.
Lindungi Ekosistem atau Kehilangan Momentum?
Salah satu faktor yang mungkin memengaruhi performa PC adalah jeda rilis yang panjang setelah versi PS5. Strategi ini jelas bertujuan melindungi penjualan hardware dan ekosistem, berbeda dengan pendekatan multi-platform agresif yang kini diambil Xbox.
Sementara itu, Death Stranding 2: On the Beach dijadwalkan rilis PC pada 19 Maret setelah sembilan bulan eksklusif di PS5. Berdasarkan SteamDB, game ini sudah berada di posisi 10 wishlist activity dengan lebih dari 23 ribu pengikut, indikasi awal yang cukup positif.
Namun perlu dicatat, judul seperti Death Stranding 2 bukan IP internal Sony sepenuhnya. Jika kebijakan baru ini fokus pada IP first-party, maka kolaborasi dengan studio eksternal bisa jadi tetap berjalan seperti biasa. Pada akhirnya, keputusan Sony akan diuji oleh satu hal sederhana: apakah menjaga eksklusivitas lebih menguntungkan dibanding membuka pasar PC yang terus tumbuh.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



