Dianggap Efisien, Startup Lebih Banyak Implementasi Layanan Cloud Ketimbang Enterprise

Jakarta, Gizmologi – Implementasi teknologi digital pada era saat ini bisa dibilang mutlak harus diterapkan dalam sebuah bisnis. Ada banyak benefit yang dibawa, mulai dari kecepatan proses bisnis optimal hingga efisiensi daya. Untuk itu, adanya enabler dalam bertransformasi digital dianggap penting keberadaannya.

Salah satunya adalah Berca (PT Berca Hardayaperkasa), penyedia jasa konsultan TI yang sudah berdiri lebih dari 40 tahun. Memiliki komitmen untuk hadirkan teknologi termutakhir untuk pelanggannya, Berca sediakan beragam solusi berbasis cloud. Ditujukan kepada beberapa industri vertikal, perusahaan ini bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) sebagai penyedia layanan cloud terdepan saat ini.

Baca juga: Layanan Cloud AWS Bantu Ruparupa.com Lancarkan Strategi Omnichannel di 69 Kota

Berca sendiri telah menjadi bagian dari komunitas AWS Partner Network (APN) sejak 2018, sebagai Consulting Partner & Public Sector Partner. Solusi transformasi digitalnya tersedia baik untuk industri komunikasi, media & hiburan, jasa keuangan sampai industri komersil seperti manufaktur dan ritel.

Tergabung dalam AWS Partner Network, PT Berca Beri Solusi Cloud Terbaik

Tangkapan Layar Berca - Bintoro Yuwono - AWS

Dalam sebuah sesi virtual yang diadakan Kamis (12/8), Bintoro Yuwono, President Director PT Berca Hardayaperkasa mengatakan bila kerja samanya dengan AWS akan diperdalam, agar dapat memperoleh gelar lebih tinggi seperti Premier Consulting Partner. Setelah berhasil mendapatkan Associate Consulting Partner.

Tim konsultan Barca diperlengkapi dengan kompetensi dan sertifikasi AWS supaya mampu kembangkan solusi paling optimal & menyeluruh bagi pelanggannya. Dengan solusi cloud AWS, pelanggan Barca bisa mengatur beban kerja dari infrastruktur cloud hingga on-premises.

AWS Partner Network sendiri terdiri dari partner-partner global yang memanfaatkan AWS untuk membangun solusi dan layanan untuk pelanggan. AWS juga membantu partner untuk membangun, memasarkan dan menjual penawaran AWS mereka lewat beragam dukungan, mulai dari bentuk teknis sampai pemasaran.

Dengan solusi menyeluruh, pemanfaatannya bisa diaplikasikan dalam beberapa studi kasus. Mulai dari IoT, otomasi dan robotik, backup & restore, migrasi cloud & basis data hingga kecerdasan buatan & machine learning. Mampukan perusahaan agar dapat beradaptasi dan jalankan strategi bisnisnya di era industri 4.0.

Solusi Cloud Punya Lebih Banyak Benefit Ketimbang On-Premises

Disebutkan pula beberapa contoh pengaplikasian solusi dari Barca yang ditenagai oleh AWS. Salah satu perusahaan rokok, misalnya, gunakan aplikasi pest management yang dikembangkan Barca untuk memonitor dan mengelola kualitas tanaman tembakau, menggunakan teknologi IoT.

Sebuah perusahaan di sektor logistik dan transportasi juga percayakan Barca untuk pindahkan beban kerjanya ke cloud AWS. Dengan begitu, kenaikan laba mereka bisa naik 12%, sembari alami penurunan pengeluaran sebesar 47%. Solusi digital workspace juga bisa diaplikasikan agar pekerjaan dapat diselesaikan dari mana saja—cocok untuk situasi pandemi saat ini.

Bintoro juga paparkan benefit dari menggunakan infrastruktur berbasis cloud daripada model konvensional alias on-premises. Cloud tawarkan efisiensi biaya lewat model pembayaran berdasarkan penggunaan per bulan. Sementara pada on-premises, kapasitas yang tak terpakai sepenuhnya bakal sebabkan kerugian bagi perusahaan.

Cloud juga mampukan perusahaan untuk berinovasi lebih cepat, berkat dua alasan utama; proses penambahan kapasitas yang memakan waktu lebih singkat, serta solusi yang lebih kaya berbasis cloud. AWS sendiri menghadirkan lebih dari 100 layanan, termasuk komputasi, penyimpanan, database, analitik, AI dan banyak lagi.

“Robotik dan otomasi akan menjadi teknologi utama masa depan. Kami juga percaya bahwa AWS mampu menunjang bisnis Berca ke depannya, lewat kapabilitas AI dan machine learning,” tambah Bintoro.

Perusahaan Indonesia Sudah Mulai Memerhatikan Layanan Cloud

Bisnis digitalpreneur. Foto oleh Pixabay
Ilustrasi Startup (Foto: Pixabay)

Dalam kesempatan yang sama, Bintoro juga membahas topik terkait tren adopsi cloud di Indonesia, yang menurutnya bisa dibagi menjadi dua kategori; startup serta enterprise. “Hampir semua startup, termasuk di ranah teknologi finansial telah menggunakan cloud karena mereka butuh bergerak cepat.”

Sementara pelanggan kelas enterprise masih mengadopsi hybrid cloud, dengan beban kerja aplikasi yang dipindahkan ke cloud, namun banyak data masih tersimpan secara on-premises. Banyak korporasi di Indonesia telah melihat cloud sebagai solusi teknologi alternatif yang menarik, meski topik terkait keamanan masih perlu diberikan perhatian dan edukasi lebih.

Namun ia menegaskan bila solusi cloud sangat aman. “Bahkan, dapat dikatakan bahwa infrastruktur cloud lebih aman ketimbang on-premises, karena keamanan menjadi salah satu ranah perhatian terbesar dari penyedia cloud seperti AWS,” tutup Bintoro.

Tinggalkan komen