Platform Borong Hadirkan Inovasi Rantai Pasok Distribusi

Jakarta, Gizmologi – Salah satu penopang bangkitnya perekonomian Indonesia akibat pandemi adalah kelancaran dalam manajemen distribusi  baik di sektor energi, pangan, dan berbagai sektor lain. Peluang ini yang digarap Borong Indonesia, sebuah platform digital rantai pasok distribusi yang inovatif.

Dengan mulai bangkitnya kembali perekonomian Indonesia di Kuartal kedua, para pelaku usaha harus mulai agresif dalam mengambil kesempatan pertumbuhan ini. Ronald Sipahutar, Country Manager Borong Indonesia, mengatakan pihaknya melihat bahwa momentum pertumbuhan ini harus disertai dengan perubahan dan adaptasi atas situasi pasar yang sudah masuk dalam masa New Normal.

“Salah satu kunci keberhasilan adalah kemampuan melakukan inovasi pada sistem supply chain untuk memaksimalkan jangkauan serta go to market secara efektif dan efisien,” ujar Ronald Sipahutar, Country Manager Borong Indonesia, dalam siaran pers yang diterima Gizmologi di Jakarta (11/11).

Baca juga: Mengenal Layanan Money Movement Ala Startup Fintech OY! Indonesia

Apa saja layanan Borong Indonesia?

Borong Startup

Borong Indonesia adalah platform digital rantai pasok distribusi untuk membantu mengembangkan dan memudahkan skema dan struktur bisnis distribusi. Startup yang baru saja didirikan tersebut memiliki tagline Semua Bisa di Borong. Karena perusahaan ini mengklaim sebagai inovasi platform rantai pasokan distribusi yang bisa menyederhanakan proses, fokus pada pelanggan dan mendorong bisnis tumbuh secara eksponensial. Apapun jenis bisnisnya, Borong memiliki fitur fleksibel yang dapat digunakan secara keseluruhan maupun terpisah.!

Sebagai Software as a Service (SaaS), Borong bisa digunakan oleh berbagai industri untuk mengelola berbagai aktivitas bisnis. Pertama, Proses Supply Chain yang memberikan layanan untuk berbagai sektor bisnis yang membutuhkan rantai pasokan terintegrasi. Beberapa contoh sektor industri yang dilayani antara lain bisnis distribusi, waralaba, Food and Beverage (F&B), Fast-moving consumer goods (FMCG), Vendor Sourcing Aggregators, dan lainnya.

Kedua, Closed-Loop Marketplace yang memungkinkan pelanggan untuk membangun E-Commerce sendiri. Di sini, pelanggan bisa pegang kendali atas semua proses transaksi dan data pelanggan. Juga personalisasi program retensi pelanggan untuk tingkatkan Customer Lifetime Value.

Ketiga, E-Procurement untuk proses pengadaan yang lebih cepat baik untuk sektor pemerintahan, korporasi, sistem pemesanan internal, perusahaan dagang, dan lainnya. Terakhir adalah Customer Management melalui fitur CRM untuk meningkatkan Customer Lifetime Value (CLV).

Gelar Borong BizWeek

Borong BizWeekUntuk memperkenalkan sejumlah layanan serta seluk beluk industri supply chain, Borong Indonesia mengadakan event bertajuk Borong BizWeek pada 23-24 November 2021. Kegiatan edukasi ini akan dibagi ke dalam 2 (dua) sesi, yakni Borong Corner (23/11), yang berupa seminar online untuk berbagi tentang industri supply chain dan pembaruan manajemen, serta Borong Academy (24/11) yang berupa sharing session mengenai strategi bisnis untuk pengusaha dan pengguna.

Borong menyebut bahwa kegiatan ini bertujuan memberi pencerahan dan pemberdayaan melalui diskusi dan inovasi jaringan distribusi terpadu untuk menghadapi tantangan masa kini. Sehingga para pelaku industri terbekali pemahaman yang cukup untuk menjalankan bisnis di 2022 dan sanggup tumbuh dan bersaing dengan inovasi kegiatan distribusi supply chain.

Acara ini bersifat terbuka dan dapat diikuti oleh semua kalangan, mulai dari pengusaha Mikro, UKM hingga Enterprise. Akan ada 5 (lima) pembicara utama yang berbagi tidak hanya berupa insights namun juga kemampuan teknis untuk dapat langsung diimplementasikan.

Ada sejumlah topik menarik yang dibahas dengan menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka. Seperti seminar bertajuk “Market Outlook 2022: Hopes & Fear 2022” dengan pembicara Yongky Susilo, pakar Consumer & Retail Strategist sekaligus Executive Director PT Nielsen Company Indonesia. Kemudian Adrian Baskoro, Co-Founder PT RTMart Group Indonesia mmbahas bagaimana perusahaan dengan kegiatan distribusi besar dapat tumbuh dalam persaingan yang ada serta persiapan yang harus dilakukan.

Juga ada Efrata Denny Saputra Yunus, ST, MIS, MCOM, CSCA, CSCM, CDDP (Supply Chain Management Practitioner) yang membahas tentang regulasi dan manajemen distribusi, financing distribution management, dan bagaimana meramal pasar. Pembicara lainnya Rex Marindo (Founder & CEO Foodizz) akan membahas mengenai cara mengelola cabang bisnis dengan sistem close-loop marketplace. Terakhir, Satria Utama (VP Marketing TACO Group, Ex Unilever and Samsung Indonesia), membahas cara menghadapi tantangan dalam pemasaran dalam bisnis supply chain.

Tinggalkan komen