Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Raih Pendanaan Seri A+ $6 juta, Startup Edutech Singapura LingoAce Ekspansi ke Indonesia

0 91

Sejak pandemi di mana proses belajar mengajar dilakukan secara daring, platform edutech di Indonesia semakin menggeliat. Ada Ruangguru, Kelas Pintar, Zenius, dan lainnya. Bahkan, menarik minat pula startup EduTech asal Singapura, LingoAce.

Pengumuman ekspansi LingoAce di Indonesia sejalan dengan suksesnya penggalangan dana seri A+ sebesar $6 juta yang dipimpin oleh Sequoia Capital India dan Shunwei Capital. Mereka belum lama ini kembali bergabung sebagai investor. Indonesia sendiri disebut sebagai negara tujuan pertama sebagai bagian dari ekspansinya di Asia Tenggara.

LingoAce berencana untuk mengembangkan kapasitas operasionalnya serta membangun tim berisi talent lokal di Indonesia. Targetnya adalah mempekerjakan lebih dari 500 tenaga lokal yang akan melayani 200.000 siswa di Indonesia pada tahun 2022. LingoAce juga meluncurkan produk pembelajaran bahasa Mandarin online sebagai produk pertamanya di Indonesia.
Baca juga: Telkomsel Hadirkan Paket ilmupedia E-Learning Session dengan Kuota 10GB Senilai Rp10

LingoAce manfaatkan multimedia hingga AI

LingoAce

Didirikan pada tahun 2017, kurikulum bahasa Mandarin LingoAce telah dirancang secara unik, interaktif, dan efektif, membedakannya dari platform pembelajaran online lainnya. Tim spesialis kurikulum  LingoAce berpegang pada prinsip pembelajaran bahasa Mandarin yang otentik. Mereka mengembangkan silabus yang sudah terakreditasi secara global yang dirancang dengan memperhatikan kebutuhan belajar individu dan latar belakang dari tiap siswa.

Ditargetkan bagi siswa berusia 4 sampai 15 tahun, platform ini menghubungkan para pengajar bahasa Mandarin profesional yang diseleksi dengan ketat untuk menyampaikan pembelajaran secara real-time dalam kelas privat dan kelompok kecil.

LingoAce memanfaatkan multimedia, fitur gamifikasi dan teknologi AI (Artificial Intelligent) yang berdasarkan hasil penelitian mampu menghasilkan kegiatan pembelajaran bahasa Mandarin yang efekti. Platform milik LingoAce ini diklaim dapat meningkatkan minat dan ketertarikan anak dalam mempelajari bahasa baru. Hingga saat ini, LingoAce telah memberikan pelajaran kepada lebih dari 100.000 siswa di 80 negara.

Berkantor pusat di Singapura, LingoAce juga beroperasi di Beijing, Wuhan, Los Angeles dan baru-baru ini juga mulai beroperasi di Bangkok, dengan ambisi untuk terus meningkatkan kapasitas  tim dan terus mengembangkan bisnisnya di Asia Tenggara untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran bahasa yang terus meningkat di wilayah tersebut.

Hugh Yao, Founder dan Chief Executive Officer LingoAce mengatakan penguasaan bahasa asing seumur hidup adalah salah satu elemen penting dalam mempersiapkan masa depan anak, terutama menghadapi dunia kerja yang semakin ter-globalisasi.

“Kami percaya bahwa produk pembelajaran bahasa secara online dan cross-border milik kami tidak hanya menghubungkan para siswa Indonesia dengan pengajar penutur asli (native speaker) yang berpengalaman, tetapi juga menawarkan beragam metode pembelajaran yang menarik dan efisien,” ujarnya.

LingoAce Beri Kelas Mandarin Gratis

Tahun 2020 adalah masa sulit, metode pembelajaran konvensional bagi para siswa di Indonesia pun mengalami disrupsi dengan ditutupnya sekolah sejak Maret 2020. Oleh karena itu, LingoAce akan memberikan akses gratis selama setahun untuk kelas-kelas bahasa Mandarin online tertentu.

Kelas gratis tersebut diberikan pada 100.000 orang pertama yang mendaftarkan diri sebagai bentuk kepedulian terhadap siswa di Indonesia. Inisiatif yang berjalan hingga Desember 2020 bertujuan untuk membekali para siswa dengan akses pendidikan bahasa yang berkualitas, meskipun di tengah situasi pandemi.

Menurut analisis dari Lowly Institute, Pemerintah Indonesia memiliki target untuk mengembangkan sistem pendidikan dengan standar ‘kelas dunia’ pada tahun 2025. Namun, berbagai hasil penilaian menunjukkan masih ada cukup banyak gap yang harus dibenahi. Seperti kurangnya kompetensi pengajar terhadap mata pelajaran.

Output pendidikan yang belum optimal menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam kualitas pendidikan bagi siswa Indonesia. LingoAce berkeinginan untuk dapat mengubah situasi ini. Mereka berupaya menghubungkan para siswa dengan tenaga pengajar penutur asli (native teacher) profesional untuk memastikan kualitas pembelajaran bahasa yang optimal.

Nirwanto Honsono, Marketing Director, LingoAce Indonesia mengatakan pihaknya akan fokus untuk membangun tim dan menawarkan produk kami di seluruh Indonesia. “Selain melatih para pengajar kami agar dapat lebih memahami kebutuhan siswa Indonesia, kami juga akan membangun tim operasional secara komprehensif di Indonesia, mulai dari layanan pelanggan, operasional sehari-hari, dan pemasaran, sehingga kami dapat memberikan pelajaran yang berkualitas kepada para siswa di Indonesia, mulai dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung,” ungkap Nirwanto Honsono.