Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Diguyur Rp1,2 Triliun, Kredivo Targetkan Ekspansi Asia Tenggara

0 427

Industri financial technology (fintech) makin menggeliat. Selain diramaikan oleh dompet digital seperti GoPay, Ovo, Dana, LinkAja, aplikasi pinjaman online (pinjol) juga diminati. Salah satu pemain besar di segmen ini, Kredivo, bahkan baru saja mendapat suntikan dana senilai 90 juta dolar AS (sekitar 1,2 triliun rupiah).

FinAccel sebagai induk perusahaan Kredivo mendapatkan pendanaan tersebut dari penerbitan ekuitas seri C yang dipimpin Asia Growth Fund. Ini merupakan patungan antara perusahaan investasi terkemuka Mirae Asset dengan raksasa teknologi Naver yang membawahi aplikasi pesan instan populer LINE.

Suntikan dana segar dari dua perusahaan Korsel tersebut akan digunakan FinAccel untuk melipatgandakan pertumbuhan, merekrut banyak SDM, serta memperluas jangkauan layanan keuangan di Indonesia dan kemudian Asia Tenggara.

CEO FinAccel Akhsay Garg menyambut gembira bergabungnya Mirae Asset dan Naver dalam pertumbuhan perusahaan. Keahlian entrepreneurial yang mendalam dari kedua perusahaan di bidang layanan keuangan dan consumer internet memberikan dampak krusial bagi bisnis Kredivo yang berkecimpung di kedua ranah tersebut. “Kami juga sangat senang dengan adanya kesamaan visi antara FinAccel dengan para investor yaitu membangun layanan keuangan yang cepat, terjangkau, dan mudah diakses oleh jutaan pelanggan di kawasan Asia Tenggara,” ujar Akhsay.

Sejak didirikan pada tahun 2016, Kredivo telah menjelma menjadi platform pembayaran berbasis kredit terkemuka di Indonesia. Dalam kurun waktu tiga tahun Kredivo mengklaim telah mengevaluasi lebih dari 3 juta aplikasi kredit dari pengguna dan mencairkan lebih dari 30 juta pinjaman. Perusahaan ini juga telah bermitra dengan lebih dari 200 merchant e-commerce, termasuk lima besar e-commerce di Indonesia.

Baca juga : Kredivo Capai Kualitas Credit Scoring Setara Bank

FinAccel Core Team

Lebih lanjut, Kredivo memiliki tujuan yang sama dengan pemerintah dalam meningkatkan akses terhadap layanan keuangan bagi kelas menengah yang berkembang pesat di Indonesia. Dalam hal ini, FinAccel menargetkan untuk melayani 10 juta pengguna dalam beberapa tahun ke depan lewat Kredivo dan berbagai produk layanan keuangan lainnya.

“Sementara rencana jangka pendek mencakup peluncuran pinjaman berbunga rendah untuk pendidikan, layanan kesehatan dan keuangan syariah serta kolaborasi dengan perbangkan untuk pengembangan produk bersama,” kata Garg.

Alasan Mirae Asset Berinvestasi
Sementara itu, Managing Director Mirae Asset Capital Jikwang Chung menjelaskan alasan mengapa perusahaan investasi itu menggelontorkan investasi kepada Kredivo. “FinAccel adalah perusahaan istimewa yang menggabungkan DNA teknologi yang kuat dengan manajemen risiko terdepan dan komitmen tinggi untuk mendukung inklusi keuangan. Layanan keuangan berbasis teknologi disruptif tengah berkembang pesat dan kami melihat FinAccel sebagai salah satu perusahaan yang memimpin di sektor ini.”

Lewat aksi korporasi ini berarti sepanjang tahun 2019 FinAcell telah berhasil mengumpulkan total modal yang mencapai mencapai lebih dari US$ 200 juta (2,8 triliun rupiah) dalam bentuk lini kredit dan ekuitas. Dana dalam bentuk lini kredit berasal dari konsorsium pemberi pinjaman termasuk bank dan credit fund.

Baca juga : Telkomsel TMI & MDI Ventures Gelontorkan Investasi ke Fintech Kredivo

Investor lain yang berpartisipasi dalam penggalangan dana Seri C yang melebih target (oversubscribed) ini termasuk Singtel Innov8, TMI (Telkomsel Indonesia), Cathay Innovation, Kejora Intervest, Mirae Asset Securities, Reinventure, dan DST Partners

Putaran pendanaan Seri C yang telah selesai ini akan semakin mendorong momentum pertumbuhan Kredivo yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, termasuk keberhasilan bekerja sama dengan para pelaku e-commerce terbesar Indonesia dan nilai transaksi yang tumbuh lebih dari 300% per tahun dengan kualitas metrik resiko setara bank.