Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Startup E-Commerce Furnitur Fabelio Raih Pendanaan Rp127,5 Miliar

0 192

Pandemi COVID-19 membuat sejumlah startup babak belur sehingga ada yang merumahkan karyawannya hingga menutup usaha. Meski demikian, ada juga yang justru makin moncer. Bahkan pemodal ventura (venture capital) berani mengucurkan dananya.Salah satunya adalah Fabelio, startup yang mengembangkan ecommerce furnitur baru saja mengumumkan putaran pendanaan terbaru mereka di masa paceklik ini.

Fabelio baru saja meraih pendanaan seri-C senilai 127,53 miliar rupiah (9 juta dolar AS) yang dipimpin pemodal asal Taiwan, AppWorks. Tak mau ketinggalan, perusahaan ventura besutan Telkom Group, MDI Ventures juga turut berpartisipasi dalam pendanaan tersebut bersama dengan Endeavour Catalyst (AS) dan investor Fabelio sebelumnya Aavishkaar Capital asal India.  Lewat pendanaan tersebut Partner AppWorks, Jessica Liu akan bergabung ke dalam Dewan Direktur Fabelio.

Marshall Tegar Utoyo, CEO dan Co-Founder Fabelio mengatakan setelah lima tahun meningkatkan bisnis dan menanamkan nilai dasar strategi ‘ritel baru’, Fabelio siap untuk mempercepat pertumbuhan dengan pendanaan Seri C tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas para investor baru kami dari AppWorks, Endeavour Catalyst dan MDI Ventures atas dukungan dan keahlian global mereka. Fokus utama kami adalah meningkatkan kategori produk dan waktu pengiriman.  Di luar itu, kami akan memperluas bisnis kami di seluruh Indonesia dengan membuka gudang penyimpanan baru dan experience center di kota-kota baru,” kata Marshall.
Baca juga: Startup Gokreator Mengusung Platform Bagi Para Kreator Konten Indonesia

Fabelio Lihat Peluang Besar di Pasar Furnitur Indonesia

Marshall mengatakan Fabelio melihat lebih banyak perusahaan Amerika Serikat dan Tiongkok yang mendirikan basis operasi mereka di Indonesia, sekaligus membuka peluang untuk perdagangan dan manufaktur global.  “Tren pasar ini, digabungkan dengan upaya-upaya mereka akan memungkinkan kami meraup pangsa yang lebih besar di pasar furnitur di Indonesia yang bernilai 6,7 miliar dolar AS,” katanya.

Sejak didirikan di Indonesia pada 2015, Fabelio menawarkan produk furnitur berkualitas tinggi dan desain terkurasi, dengan keterlibatan pengrajin lokal serta penawaran harga yang menarik. Kehadiran Fabelio secara tidak langsung meramaikan pasar furnitur tanah air yang masih didominasi oleh pengusaha individu. Mereka bersaing di ceruk pasar ini dengan merek Informa (Kawan Lama Group), IKEA asal Swedia, serta perusahaan rintisan Dekoruma yang memiliki model bisnis serupa.

Namun, bedanya Fabelio berani menawarkan layanan gratis pengiriman di hari yang sama dan garansi dua tahun untuk semua produknya. Selain penjualan langsung kepada konsumen, Fabelio juga menawarkan layanan konsultasi desain interior untuk sektor kantoran, mall, restoran dan properti,

Co-Founder Fabelio Christian Sutardi (Ki) dan Marshall Utoyo.

Sementra itu Christian Sutardi, Co-Founder Fabelio mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi penjualan online di setiap industri vertikal di Indonesia jelas mengalami peningkatan yang signifikan: baik untuk produk elektronik, fesyen, bahan makanan, maupun furnitur.

“Tren ini meningkat secara masif karena pandemi COVID-19.  Pada April misalnya, kami mencatatkan penjualan online tertinggi kami dengan angka yang melebihi penjualan ketika hari belanja online terpopuler Indonesia (Harbolnas) pada 12/12.  Masa depan e-commerce kini jauh lebih terang, dan perkembangannya akan terus positif seiring dukungan dalam hal peningkatan infrastruktur dan sistem pembayaran,” kata Christian.

“Tujuan akhir kami adalah selalu menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik.  Dalam dua tahun, kami melihat diri kami sendiri sebagai suatu destinasi home & living yang dapat memberikan para pelanggan semua produk dan layanan yang terkait dengan kebutuhan perabotan rumah dan interior mereka.  Porsi signifikan dari pendanaan ini akan diinvestasikan ke teknologi, yang meliputi peningkatan tim teknologi kami saat ini yang terdiri dari 40 engineer,” tambah Christian.

Ekspansi Bisnis

Sejak pendanaan Seri B senilai 6,5 juta dolar AS pada 2018 lalu, Fabelio telah mengalami peningkatan bisnis secara eksponensial di Indonesia dengan memiliki tiga kantor domestik dan 20 experience center di area strategis seperti Jabodetabek dan Bandung serta memiliki staf yang kini berjumlah 430 orang.

Kini, Fabelio telah mengalami pertumbuhan akuisisi pelanggan hingga 82%, serta melayani lebih dari 1.000 proyek B2B mulai dari properti residensial seperti perumahan dan apartemen, kantor hingga pusat perbelanjaan Citraland, Bank BRI dan MRT Jakarta.

Fabelio juga telah melayani pengantaran ke lebih dari 750 kecamatan di Pulau Jawa sementara kinerja perusahaan tercatat positif sejak akhir 2017 dan dalam target untuk mencapai profitabilitas pada 2022.

Jessica Liu, Partner di AppWorks mengatakan ihwal ketertarikannya dengan Fabelio yang menurutnya membangun brand furnitur yang relevan secara lokal untuk generasi digital Indonesia. “Hanya dalam lima tahun, mereka telah mengenalkan berbagai produk furnitur kelas dunia yang telah digunakan oleh segmen masyarakat Indonesia dan sejumlah bisnis yang sedang berkembang.  Nilai customer-first mereka membentuk pengalaman berbelanja yang lebih baik dan menjadi sebuah kategori bisnis yang mendorong transformasi.” katanya.

Fokus utama Fabelio pada 2020 adalah meningkatkan pangsa pasar yang akan didukung lewat upaya perekrutan SDM engineering, upaya pemasaran berkelanjutan secara online, pengembangan produk dan perbaikan operasional.  Perusahaan ini juga sedang secara aktif mencari investor regional di Asia Tenggara dan Tiongkok untuk menutup babak Seri C mereka pada akhir 2020, sehingga memungkinkan Fabelio untuk mencapai misinya dalam menyediakan furnitur berkualitas tinggi dan layanan pelanggan yang luar biasa, sehingga pada akhirnya dapat memenangkan kepercayaan pelanggan di Indonesia.