Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Pelatihan Digitarasa Batch 2 Hadir Untuk Percepat Perkembangan Usaha Kuliner

0 347

Tak sedikit masyarakat yang mencoba berbisnis kuliner selama masa pandemi berlangsung. Mendadak dari yang nggak bisa masak, jadi belajar masak sampai buka usaha berdagang makanan sendiri. Hal tersebut juga dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis serta perekonomian di Indonesia, sebagai salah satu cara untuk beradaptasi atau bertahan dalam masa atau situasi kebiasaan baru yang sedang berlangsung.

Untuk bantu pelaku usaha kuliner di Indonesia mengakselerasi bisnisnya, Digitarasa sebagai akselerator startup kuliner yang digagas oleh GoFood dan Digitaraya, kembali membuka pendaftaran program pelatihan angkatan kedua (batch ke-2). Juga bekerja sama dengan chef dan pebisnis kuliner, Arnold Poernomo serta Founder & CEO Kopi Kenangan, Edward Tirtanata.

Melalui program pelatihan Digitarasa Batch 2, pendaftar dapat belajar langsung dari mentor-mentor global di industri kuliner, dari hulu ke hilir. Juga sekaligus mendapat metode persiapan ekspansi bisnis dan penyempurnaan konsep produk, guna kembangkan inovasi kuliner bagi masing-masing pebisnis usaha kuliner. Pembelajaran pemasaran bakal berbasis data dari talenta terbaik di industri kuliner tanah air.

Baca juga: Gojek Luncurkan GoPlay Live, Platform Konser Online & Streaming Interaktif

Digitarasa Batch 2 Beri Kurikulum Lengkap Pelaku Usaha Kuliner

Digitarasa batch 2 GoFood
(atas kiri-kanan) Moderator – Amelia, F&B consultant 160+ outlets – Bisma Adi Putra, Head of Client Solutions Facebook – Mifza Muzayan, (bawah kiri-kanan) VP of Adtech and PromoTech Business Gojek – Bella Chyntiara, dan CEO Digitarasa – Arnold Poernomo dalam diskusi virtual Road to Digitarasa Batch 2.

Kurikulum pembelajarannya termasuk manajemen operasional bisnis food and beverages (F&B), pemasaran lewat branding dan marketing, pengembangan produk, riset pasar hingga akses ke permodalan dan lainnya. GoFood akan berpartisipasi sebagai mentok untuk pemanfaatan data dalam mengembangkan inovasi kuliner. Serta strategi pemasaran untuk jangkau calon konsumen dengan lebih tepat sasaran.

Dalam sebuah sesi diskusi virtual “Road To Digitarasa Batch 2” yang diadakan Selasa (28/7) lalu, juga dihadiri oleh VP of Adtech and PromoTech Business Gojek, Bella Chyntiara. Ia mengatakan, GoFood tetap konsisten berikan solusi baik dari pengembangan teknologi maupun bantuan pendampingan, untuk bantu startup dan UMKM bangkit serta beradaptasi dalam situasi pandemi.

Bella juga berikan tips agar produk yang dipasarkan lewat GoFood dapat menarik minat dan daya beli konsumen. Diantaranya adalah promo potongan harga, potongan dengan jumlah pembelian tertentu, sampai diskon ongkos kirim. Ia mengatakan, mitra yang telah terapkan salah satu promo tersebut, transaksinya meningkat hingga 4 kali lipat dibandingkan dengan sebelum memberikan promosi.

GoFood juga catat kenaikan tren mitra usaha untuk berikan ragam jenis promosi bersama GoFood, dalam periode Maret-Mei 2020. “GoFood berkomitmen menjadi growth partner terbaik untuk para mitra usaha kuliner, dan kami bangga dapat kembali berkolaborasi bersama Tim Digitarasa untuk berikan pelatihan kepada start-up kuliner, dan membantu mereka untuk mengakselerasi skala usahanya,” lanjut Bella.

Arnold Poernomo Sampaikan Antusiasme Batch Awal Digitarasa

Digitarasa

Diskusi virtual Road to Digitarasa Batch 2 mengangkat tema “Meningkatkan Bisnis F&B Lewat Promosi di Tengah Pandemi”. Chef sekaligus CEO Digitarasa, Arnold Poernomo juga turut menyampaikan target Digitarasa untuk sebanyak-banyaknya UMKM kuliner, agar dapat mengikuti program mentoring ini.

“Sebelumnya, Digitarasa Batch 1 sukses melatih 14 startup melalui tahapan seleksi ketat dari total 2115 startup kuliner di Jabodetabek, Medan, Bandung, Surabaya dan Makassar. Terinspirasi dari antusiasme inilah, kami ingin lebih banyak lagi startup kuliner yang punya kesempatan belajar dan bertumbuh bersama Digitarasa,” tambah Arnold.

Adwin Winarto, salah satu alumni Digitarasa Batch 1 yang menjadi pendiri startup kuliner Tinggal Masak, mengaku sangat beruntung bisa terpilih. Baginya, tak hanya pelatihan teori, namun kurikulum Digitarasa juga benar-benar bisa diaplikasikan, dan dampaknya sangat terasa bagi bisnisnya. “Semoga makin banyak lagi bisnis kuliner yang bisa bergabung, dan bersama kita majukan industri kuliner Indonesia.”

Pendaftaran program akselerator startup kuliner Digitarasa terbuka untuk pelaku bisnis kuliner sampai 7 Agustus 2020. Dengan produk siap jual, dan usaha yang dibangun dan dimiliki sendiri, alias bukan franchise.