Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Riset LD FEB UI: Gojek Bantu UMKM Bertahan & Beradaptasi Selama Pandemi

1 406

Pandemi Covid-19 yang terus berlangsung hingga saat ini tentunya memiliki dampak besar terhadap ketahanan ekonomi, terutama di Indonesia. Banyak sekali usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) yang harus berupaya untuk tetap melanjutkan bisnisnya, beradaptasi sehingga mereka bisa bertahan dan terus memperdagangkan barang maupun jasanya. Salah satunya adalah dengan berpindah ke platform atau ekosistem digital.

Menjadi sebuah platform yang miliki ekosistem ekonomi digital, Gojek terus berupaya untuk memudahkan UMKM agar dapat bermigrasi dari luring ke ranah daring, atau mempercepat UMKM untuk “go digital”. Upaya ini diadakan agar mereka bisa tetap optimis bertumbuh ke depannya, dengan ragam solusi teknologi serta non-teknologi.

Dalam sebuah kesempatan konferensi daring pada hari Senin (3/8), Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) memberikan pemaparan hasil risetnya yang berkolaborasi dengan Gojek. Memiliki judul “Peran Ekosistem Gojek di Ekonomi Indonesia Saat dan Sebelum Pandemi Covid-19”.

Baca juga: Gojek Luncurkan GoPlay Live, Platform Konser Online & Streaming Interaktif

Gojek Efektif Bantu UMKM Terutama Mikro Selama Pandemi

Dr. Paksi C.K. Walandouw, Wakil Kepala LD FEB UI (kiri atas), Dr. Alfindra Primaldhi, Peneliti LD FEB UI (kanan atas), dan Turro S. Wongkaren, PhD., Kepala LD FEB UI (bawah) memaparkan hasil temuan penelitian mereka terkait peran ekosistem Gojek di ekonomi Indonesia saat dan sebelum pandemi COVID-19.
Dr. Paksi C.K. Walandouw, Wakil Kepala LD FEB UI (kiri atas), Dr. Alfindra Primaldhi, Peneliti LD FEB UI (kanan atas), dan Turro S. Wongkaren, PhD., Kepala LD FEB UI (bawah) memaparkan hasil temuan penelitian mereka terkait peran ekosistem Gojek di ekonomi Indonesia saat dan sebelum pandemi COVID-19.

Sepanjang tahun 2019, Gojek telah berkontribusi dalam hal ekonomi melalui lima layanan yang diberikan; GoFood, GoPay, GoSend, GoCar dan GoRide. Total kontribusinya sebesar Rp104,6 triliun, dengan kontribusi langsung sebesar Rp87,1 triliun, dihitung dari selisih pendapatan mitra sebelum dan sesudah bergabung ke ekosistem Gojek. Bila menggunakan metode perhitungan PDB, nilai produksi ekosistem digital Gojek selama 2019 mencapai 1% PDB nasional Indonesia.

Dr. Alfindra Primaldhi selaku peneliti LD memaparkan jika riset ini menunjukkan peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu UMKM, khususnya usaha mikro untuk bertahan selama pandemi. Dari hasil riset, pelaku usaha diketahui cukup realistis melihat dampak, namun juga tetap optimis dengan ekosistem digital agar dapat tumbuh kedepannya.

Ketika pandemi berlangsung, tak sedikit masyarakat yang secara terpaksa harus dirumahkan, atau mendapat unpaid leave hingga waktu yang cukup lama. Akibatnya, mereka harus mencari usaha lain, salah satu yang populer adalah dengan berjualan makanan dan didistribusikan lewat layanan seperti GoFood.

Sebanyak 40% mitra yang disurvei oleh LD baru bergabung saat pandemi, alias sejak Maret 2020. 94% di antaranya termasuk pengusaha skala mikro, dan 43% di antara mereka merupakan pengusaha yang pertama kali berbisnis. “Usaha kuliner menjadi sumber penghasilan alternatif bagi orang-orang yang kehilangan, atau mengalami penurunan penghasilan selama pandemi,” terang Alfindra.

Dari hasil riset, juga ditemukan bahwa mayoritas mitra UMKM menganggap mampu beradaptasi di pandemi karena berada di ekosistem Gojek. Setidaknya, 92% mitra UMKM GoFood, 97% mitra UMKM penjual yang menggunakan GoSend serta 89% mitra UMKM GoPay merasa mampu beradaptasi.

Khusus untuk GoFood, mitra UMKM sangat merasakan manfaat dari fitur seperti teknologi pengaturan promosi mandiri (68%) serta periode promosi (51%). Sementara mitra UMKM lainnya merasakan manfaat dari fitur layanan GoSend dalam kota (77%) dan antar kota (32%).

Mayoritas Mitra Gojek Miliki Semangat Gotong Royong

gofood

Dalam waktu kurang dari 3 bulan, UMKM yang baru bergabung ke ekosistem Gojek mendapat keterampilan baru, yaitu keahlian berjualan daring (77%), pemanfaatan media sosial untuk bisnis (48%) dan kreativitas dalam pemasaran (45%).

Yang cukup unik serta positif, mayoritas mitra dalam ekosistem Gojek memiliki semangat gotong royong yang kuat, saling membantu di tengah pandemi. 72% di antaranya berikan bantuan sosial, dan hampir setengah dari mitra GoFood (44%) berikan bantuan ke pengemudi ojek daring.

Riset yang dilakukan oleh LD FEB UI ini dilakukan di beberapa wilayah Indonesia, menggunakan metode kuantitatif lewat wawancara tatap muka untuk melihat kontribusi Gojek di tahun 2019. Sedangkan selama pandemi berlangsung, survei dilakukan secara daring di wilayah yang sama, di antaranya Jabodetabek, Medan, Palembang, Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Bali dan Makassar.

Penentuan responden penelitian dilakukan dengan metode simple random sampling, diambil dari mitra yang aktif dalam tiga bulan terakhir. Sampelnya mewakili populasi mitra pengemudi Gocar dan GoRide, mitra UMKM GoFood dan GoPay, serta mitra UMKM social seller pengguna GoSend.