Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Startup Kedai Sayur Luncurkan Layanan B2C di Masa Pandemi

0 946

Merebaknya COVID-19 membuat pasar produk pangan mengalami pergeseran permintaan dari Business-to-Business (B2B) seperti hotel, restoran dan kafe menjadi Business-to-Consumer (B2C). Hal ini dirasakan oleh Kedai Sayur Indonesia. Startup lokal yang bergerak di bidang agritech ini mengalami peningkatan permintaan yang cukup tajam pada konsumen B2C.

Selain penjualan, traffic media sosial dan jumlah unduhan aplikasi Kedai Sayur juga mengalami peningkatan. Hal ini rupanya dipengaruhi pula oleh pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah yang memberikan dampak kepada pasar B2B.

Adrian Hernanto, CEO Kedai Sayur mengatakan bahwa walaupun terjadi penurunan permintaan dari pasar B2B, di sisi lain peningkatan yang signifikan terjadi dari pasar B2C atau konsumen rumahan. “Terjadinya shifting demand tersebut membuat Kedai Sayur dengan sigap melakukan perubahan flow bisnis dan meluncurkan layanan baru yaitu B2C demi memenuhi permintaan pasar,” ujar Adrian, dalam siaran pers yang diterima Gizmologi di Jakarta (28/5).
Baca juga: HappyFresh dan DANA Kolaborasi untuk Transaksi Nontunai

Aplikasi Kedai Sayur untuk Konsumen

download aplikasi kedai sayur Untuk membidik konsumen ritel, Kedai Sayur merilis aplikasi smartphone yang dapat di unduh secara gratis di Playstore dan Appstore. Tidak hanya melalui aplikasi Kedai Sayur, masyarakat juga bisa mendapatkan produk-produk segar dari Kedai Sayur melalui Official Store Tokopedia dan Blibli.com.

Hadirnya channel dan aplikasi baru tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan selama masa pandemi COVID-19.

Kedai Sayur juga memiliki strategi dan langkah untuk menghadapi tingginya permintaan konsumen B2C. Di antaranya melakukan analisis produk high demand, pricing control, memastikan ketersediaan stok langsung dari sumbernya, hingga memperketat kontrol kualitas, dan sebagainya.

Layanan Mitra Kedai Sayur

komo kedai sayurSelain layanan B2B dan B2C, Kedai Sayur juga memiliki layanan khusus bernama Mitra Sayur. Mitra Sayur merupakan pedagang sayur baik itu pedagang keliling ataupun dengan lapak atau kios yang menjadi konsumen Kedai Sayur.

Layanan ini pertama kali diluncurkan sejak awal didirikannya Kedai Sayur dengan visi membantu para pedagang sayur meningkatkan bisnis mereka. Saat ini sudah lebih dari tujuh 7 ribu pedagang sayur yang tergabung menjadi mitra Kedai Sayur dan merasakan dampak positif terhadap usahanya.

Untuk memberikan layanan terbaik, Kedai Sayur saat ini telah memiliki dua buah Distribution Centre (DC) yang berlokasi di Setu, Jakarta Timur dan juga Cipondoh, Tangerang, dengan pasokan produk pangan segar dari 30 lebih vendor yang terdiri dari petani, pasar induk, dan pasar lokal.

Di tengah pandemi COVID-1, Kedai Sayur juga memiliki perhatian kepada masyarakat yang terdampak langsung. Lapisan masyarakat yang rentan oleh dampak tersebut adalah pekerja harian yang kehilangan penghasilan atau karyawan yang dirumahkan.

Salah satu bentuk dukungan Kedai Sayur adalah membuka paket donasi yang akan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Paket donasi tersebut ditarifkan sebesar Rp100.000,- yang terdiri dari produk sayur dan sembako. Selain itu, agar distribusi tepat sasaran, Kedai Sayur telah melakukan penyortiran calon penerima donasi dengan kriteria tempat tinggal/kerja di daerah zona merah dan penghasilan terhenti.