Jakarta, Gizmologi โ Potensi ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, yaitu sebesar 146 miliar dolar AS, menurut Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. Hal ini memicu berbagai sektor industri untuk turut berkecimpung, termasuk BCA yang membentuk SYNRGY Accelerator.
Tak tanggung-tanggung, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadikan SYNRGY Accelerator sebagai tulang punggung perusahaan untuk mendukung perekonomian digital Indonesia.
Baca juga:ย Kinerja blu dari BCA Digital: Raih 1,1 Juta Pengguna, DPK Rp6,85 Triliun dan Rugi Rp71,6 Miliar
Menurut Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, program SYNRGY Accelerator merupakan bukti komitmen perseroan dalam menerapkan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGโs) yang tertuang sebagai pilar pendidikan Bakti BCA.
โMenurut kami teman-teman startup ini harus didukung untuk tumbuh. BCA harus hadir di sana karena mereka sangat jeli tidak hanya cost efficiency, energy efficiency, pokoknya apapun yang sifatnya efficiency,โ ujar Hera saat berbincang di ajang BCA Expoversary.
Selain SYNRGY Accelerator, BCA juga memiliki SYNRGY Academy yang berfokus pada pengembangan talenta digital. Sudah sekitar 10.000 pendaftar program tersebut sejak pertama kali dibuka pada 2020. Dari jumlah itu ada sekitar 300 alumni SYNRGY Academy yang saat ini terserap ke berbagai perusahaan termasuk BCA sendiri.
โIni merupakan kepercayaan kami bahwa anak-anak bangsa punya potensi yang luar biasa. Kita harus mendukung jadi salah satu tulang punggung pertumbuhan perekonomian nasional yang kita tidak hanya jadi pasar, tapi pemainnya juga diisi oleh anak bangsa dan karya-karyanya,โ jelasnya.
SYNRGY Accelerator Beda dengan Program Akselerator Lain

SYNRGY Accelerator telah berjalan sejak 2019 dan sudah menggelar 5 batch danย meluluskan 80 startup. Namun tidak seperti program akselerasi lain, program ini terus memprioritaskan kolaborasi sebagai output utama.
SVP Digital Innovation Solutions BCA, Adi Prasetyo, menjelaskan bahwa setelah menyelami kebutuhan startup lebih jauh, proses menghubungkan bisnis startup dengan kebutuhan industri sama pentingnya dengan kebutuhan pendanaan. โSetelah kami pelajari, dana itu bisa didapat dari mana-mana, tapi kolaborasi bagaimana produk yang dimiliki startup bisa match dengan korporasi. Sepertinya tidak banyak yang melakukan itu sehingga kolaborasi itu yang kita fokuskan,โย imbuhnya.
Dengan fokus demikian, SYNRGY Accelerator senantiasa menilai kesesuaian antara startup dengan peluang yang ada di korporasi sebagai poin utama dalam proses seleksi.ย โHingga sekarang hampir 20 kolaborasi yang kita lakukan,โ ujarnya.
Salah satu startup jebolan SNYRGY Accelerator adalah Jejak.in. Startupย Jejak.in sudah digandeng oleh BCA untuk menghitung jejak karbon yang dihasilkan aktivitas bisnis dan operasional perusahaan. Di samping itu kolaborasi keduanya juga termasuk memonitor dampak yang dihasilkan BCA melalui kegiatan CSR.
Menurut Sudono Salim, Co-founder & Chief Revenue Officer Jejak.in, program SYNRGY Accelerator lebih mengedepankan kebutuhan peserta startup dan business matching, sesuatu yang sulit ditemui di program serupa.
โKami cukup kaget ternyata program SNYNRGY berbeda dari model akselerator lain. Biasanya para peserta mendapatkan mentoring, tapi di sini kami justru ditanya perlunya apa dan bisa dibantu apa? Secara bisnis kami sudah running sejak 2018. Jadi yang kami butuhkan adalah kolaborasi dan networking dari BCA dan grup. Tim SYNRGY pun bilang programnya akan dibuat sesuai kebutuhan kami,โ pungkasnya.
Temukan konten gadget dan teknologi terbaru dari Gizmologi diย Google News
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



