Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Baparekraf Gaet Startup untuk Bangkitkan Ekonomi Kreatif & Pariwisata

1 1.148

Menyambut masa tatanan baru atau new normal, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) telah resmi kembali membuka program bertajuk Baparekraf for Startup (BEKUP). Ini adalah kali kelima BEKUP diadakan, memang merupakan sebuah program tahunan yang awalnya diinisiasi oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sejak 2016 lalu.

Baparekraf for Startup 2020 diadakan guna mendukung pertumbuhan startup digital di Indonesia, demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pada tahun ini, BEKUP menyoroti kebutuhan untuk bangkitkan industri yang tengah mengalami masa sulit selama pandemi Covid-19, yaitu pariwisata dan ekonomi kreatif. Program ini bakal diadakan dalam 5 batch di 5 kota besar Indonesia.

Melalui sebuah acara yang disiarkan secara daring, pembukaan BEKUP 2020 diawali oleh Josua Puji Mulia Simanjuntak, Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif. Ia menyebutkan, sinergi pemerintah dengan pelaku usaha termasuk startup merupakan hal yang sangat penting dalam masa pemulihan ekonomi negeri. Dengan program BEKUP 2020, pemerintah ingin buka kesempatan lebar bagi para pelaku usaha.

Baca juga: Investree: Fase Transisi New Normal Krusial Bagi UKM Indonesia

Berikan Inovasi Penanggulangan Pandemi Lewat BEKUP 2020

Pembicara BEKUP 2020
(Ki-ka): Presiden Coworking Indonesia/CEO KUMPUL Faye Alund, Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Josua Puji Mulia Simanjuntak, Direktur Aplikasi & Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam, Co-Founder sekaligus Chief Marketing Officer tiket.com Gaery Undarsa.

Program ini dirancang guna mendorong terciptanya inovasi digital dan kemampuan adaptasi untuk tingkatkan kualitas wirausaha. “Lewat teknologi digital, kita harapkan akan ada akselerasi bisnis yang membuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat pulih dengan lebih cepat. Selain itu, dengan adanya kesempatan yang ditawarkan program ini, pelaku usaha dapat fokus dan berinovasi untuk jadi solusi menanggulangi dampak pandemi,” jelas Josua.

Selama empat tahun berjalan, BEKUP sudah memfasilitasi 390 pre-startup di 15 kota di seluruh Indonesia. Untuk tahun ini, BEKUP 2020 dilaksanakan di Jakarta, Surabaya, Bali, Medan dan Makassar. 20 pre-startup terbaik dari tiap batch akan dipilih pada tahap seleksi awal, yang nantinya memasuki periode bootcamp selama 3 hari. Kemudian diseleksi kembali untuk menentukan 8 pre-startup terbaik.

Secara total, akan ada 40 pre-startup dari seluruh batch, akan menerima mentoring intensif selama satu bulan untuk siapkan bisnis mereka. BEKUP 2020 telah menyiapkan lebih dari 110 mentor yang ahli dalam bidangnya, untuk membimbing, mendampingi dan memberikan bekal yang cukup selama program dijalankan. Seluruh kegiatan mulai seleksi, bootcamp dan mentoring akan diadakan secara daring.

BEKUP 2020 juga didukung oleh jejaring coworking di Indonesia. Faye Alund, Presiden Coworking Indonesia yang juga hadir dalam acara pembukaan menyampaikan jika komunitasnya percaya bahwa pertumbuhan kewirausahaan dan ekonomi Indonesia dapat dibangun lewat kolaborasi. “Pandemi bukanlah alasan untuk menghalangi hal tersebut. Namun justru, tidak ada waktu yang lebih tepat daripada sekarang untuk saling bergotong royong mencari solusi dari masa sulit yang tengah kita hadapi.”

Pendaftaran batch pertama BEKUP 2020 akan dibuka di Jakarta 20 Juli mendatang, lalu diikuti batch kedua di Surabaya (29 Juli), ketiga di Bali (7 Agustus), keempat di Medan (20 Agustus) dan diakhiri di Makassar pada 1 September. Baparekraf menargetkan ada lebih dari 500 startup yang bakal berpartisipasi dalam program tahun ini.
Baca: Gelar Tinc Batch 5, Telkomsel Cari Inovator Lokal dengan Solusi Digital

Optimisme Industri Pariwisata Menjelang New Normal

Pada kesempatan yang sama, juga turut hadir Gaery Undarsa, co-founder sekaligus Chief Marketing Officer dari tiket.com. Tentunya, Tiket menjadi salah satu bentuk bisnis yang paling terkena dampak selama masa pandemi. Namun ia masih tetap optimis jika masa new normal akan segera memperbaiki keadaan yang ada saat ini.

Sebagai alternatif, Tiket juga dikabarkan bakal menyiapkan tur berbentuk virtual yang interaktif. Dengan begitu, konsumen masih bisa merasakan pengalaman jalan-jalan ke suatu tempat meski di rumah saja. Penjualan tiket konser secara daring juga sudah mulai ramai diminati oleh konsumen. “Memang sudah pasti beda rasanya, namun karena situasi, ini menjadi alternatif yang dipilih oleh para konsumen,” tegas Gaery.

IIa menambahkan, meski kurva masih naik, masyarakat Indonesia termasuk yang tertinggi dalam hal peminatan dengan kembali berwisata. Efeknya tentu saja positif terhadap dunia pariwisata dan segala bisnis yang mungkin selama ini menjadi terhenti. Semoga saja, masyarakat tetap sadar dan melaksanakan protokol kesehatan yang sesuai ya.