Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Investree: Fase Transisi New Normal Krusial Bagi UKM Indonesia

1 275

Aktivitas bisnis adalah salah satu yang terkena dampak paling signifikan sejak adanya pengumuman pandemi Covid-19 awal tahun kemarin. Terutama Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Indonesia, mendapati dampak yang cenderung negatif. Adanya pandemi menyebabkan permintaan menurun, pasokan terganggu, serta meningkatnya situasi kebutuhan dana. Menyikapi situasi ini, Investree berusaha untuk terus dukung UKM agar bisa beradaptasi, terutama di fase transisi kenormalan baru (new normal).

Dukungan ini diperlukan karena UKM harus siap untuk beradaptasi agar dapat bertahan dan berkontribusi untuk memulihkan ekonomi Indonesia, dengan memiliki teknologi yang tepat untuk membantu menyesuaikan strategi bisnis di fase transisi. Hal ini seiring dengan komitmen Investree untuk mendukung pendampingan finansial bagi UKM Indonesia, terutama mereka yang terkena dampak Covid-19.

Co-founder & CEO Investree, Adrian Gunadi mengatakan bahwa selama fase transisi, UKM akan membutuhkan inovasi dan teknologi yang bisa mendukung proses adaptasi serta penerapan kebijakan tersebut. Selama fase transisi, peran fintech dalam melayani kebutuhan UKM terpusat pada inovasi melalui teknologi, yang akan mudahkan kolaborasi serta peningkatan keamanan.

Baca juga: Perluas Bisnis Supply Chain, Advotics Dorong Digitalisasi UKM Indonesia

Fase Transisi New Normal Krusial Untuk UKM Indonesia

Fase tersebut krusial bagi UKM-UKM di Indonesia. “Kami siap dukung mereka untuk kembali bertumbuh dengan menyediakan akses permodalan yang lebih mudah bagi mereka,” jelas Adrian. Sebagai pionir marketplace lending di Indonesia, Investree saat ini telah siapkan sistem pendanaan yang komprehensif, yang dapat mendukung UKM yang kesulitan dalam peroleh pendanaan untuk menjalankan usahanya kembali.

Adrian menambahkan, pihaknya sangat memahami kebutuhan UKM dalam sisi finansial, terutama selama fase transisi. Saat pandemi dimulai, bisnis Investree tetap stabil bahkan meningkat, dicerminkan oleh peningkatan angka pinjaman yang disalurkan dibandingkan dengan sebelum kasus Covid-19. Sejak awal Maret hingga akhir April 2020, tercatat kenaikan rata-rata 6% per bulannya. Investree juga turut salurkan pendanaan kepada UKM yang berperan dalam penyediaan alat kesehatan dan pelindung diri, seperti Torch.id dan PT Indosopha Sakti.

Kedepannya, mereka akan fokus pada penyaluran pinjaman yang berdasarkan skema produk rantai pasokan, seperti Invoice Financing dan Pre-invoice Financing yang dinilai sesuai dengan situasi dan keadaan UKM yang perlu beradaptasi dan sedang memulai kembali aktivitas bisnisnya. Kedua produk tersebut diharap dapat dimanfaatkan UKM untuk manfaatkan tagihan yang sedang berjalan, memanfaatkan sesuatu yang dulu merupakan aset tidak produktif kini menjadi sumber pembiayaan.

Investree juga membangun kemitraan dengan rekan-rekan yang berada di ekosistem agar memudahkan penyaluran pembiayaan kepada para borrower (peminjam), sediakan pinjaman yang semakin terjangkau dengan tingkat risiko terukur. Saat ini, Investree sedang mengadakan kampanya bertajuk “#UKMTangguh”, ditujukan untuk para borrower agar pelaku UKM dapat memanfaatkan produk pinjaman Investree untuk melewati masa sulit akibat Covid-19, dan kembali bertumbuh selama fase transisi.

Selain Jamin Lender, Investree Juga Pasarkan ORI017

Investree SBN

Tak hanya kepada borrower, Investree juga berusaha secara maksimal agar dana lender (pemberi pinjaman) tetap aman, dengan hanya menyediakan pembiayaan berkualitas lewat seleksi borrower melalui sistem credit-scoring yang modern, serta melihat kredibilitas borrower serta analisa kemampuannya untuk membayarkan pinjaman. “Hingga saat ini, kualitas pembiayaan di Investree masih terjaga dengan baik, sehingga lender tidak perlu khawatir,” tambah Adrian.

Sebagai Mitra Distribusi (Midis) Penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel, Investree kembali turut pasarkan instrumen investasi Obligasi Negara Ritel ORI017. Ini adalah bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menangani dan menjaga negeri dari Covid-19. Dengan masa penawaran 15 Juni hingga 9 Juli 2020 dan kupon sebesar 6,40% p.a., hasil investasi akan digunakan untuk menangani Covid-19.