alexa
Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Gunakan AWS, Traveloka Berhasil Hemat Biaya 50% Selama Pandemi

Pemanfaatan layanan komputasi awan atau cloud computing memang kian mendominasi saat ini. Beragam inovasi yang terus hadir dan berkembang, banyak di antaranya berhasil dengan menggunakan cloud sebagai media penengah. Transformasikan beragam bidang mulai dari ekonomi, sosial dan budaya. Untuk itu, AWS Summit Online ASEAN diadakan.

Acara tahunan yang kembali digelar pada 2021 ini hadirkan informasi terbaru nan aktual tentang bagaimana inovasi telah berhasil hadir lewat layanan cloud seperti Amazon Web Services. Bertemakan “Build Tomorrow, Today”, salah satu organisasi perusahaan yang telah memanfaatkan AWS untuk beradaptasi selama pandemi COVID-19 adalah Traveloka. Juga dalam kembangkan fungsi aplikasi secara keseluruhan.

Sebelumnya, Traveloka hanya hadir sebagai aplikasi khusus travel saja. Namun kini telah berkembang jauh, menjadi sebuah super app yang terintegrasi. Lewat sebuah sesi wawancara virtual, Ray Frederick, CTO dari Traveloka paparkan perkembangan layanan serta manfaat maupun benefit apa saja yang telah dimanfaatkan dari AWS.

Baca juga: Horangi, Startup Keamanan Siber yang Kini Hadir di AWS Marketplace

Traveloka Didirikan dengan Landasan Infrastruktur AWS

Traveloka - Ray Frederick
Ray Frederick, Chief Technology Officer, Traveloka.

Sejak awal Traveloka hadir sebagai aplikasi khusus travel, Ray sendiri telah menyadari bila pemesanan tiket pesawat mungkin hanya dilakukan beberapa kali dalam satu tahun oleh pengguna. Menurutnya, aspek gaya hidup menjadi penting, hingga mendorong terbentuknya super-app dengan layanan jauh lebih banyak. Perkembangan ini pun telah berjalan sebelum adanya pandemi yang berlangsung awal 2020 kemarin.

Di Indonesia sendiri, Traveloka menjadi salah satu startup yang didirikan di atas infrastruktur cloud AWS. Ray menjelaskan, keputusan Traveloka untuk gunakan infrastruktur cloud didasari oleh visi jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan, sejak pertama kali berdiri. Lingkungan dan infrastruktur cloud bisa hadirkan manfaat seperti kecepatan dan kelincahan—kunci bagi pertumbuhan Traveloka.

“Produk, fitur dan budaya AWS sangat membantu kami untuk mencapai sebuah struktur di mana kami bisa bereksperimen dengan cepat, dan juga mendapatkan feedback dengan cepat. Sehingga kami dapat melihat layanan maupun fitur yang berhasil dan layak untuk dilanjutkan. Di sisi lain, hasil eksperimentasi yang tak lulus uji coba dapat dimatikan tanpa risiko serta kerugian berarti,” tambah Ray.

Tiga Benefit Utama yang Diberikan Oleh AWS

Traveloka

Secara umum, ada tiga pengalaman positif yang didapat Traveloka sejak gunakan layanan dari AWS. Yang pertama adalah kelincahan, di mana sebelumnya disebutkan sebagai kunci pertumbuhan Traveloka. Kebutuhan pengguna yang terus berubah harus bisa segera direspon. Ada banyak faktor penyebab; demografi, tren, maupun keadaan dunia.

Lewat solusi AWS, perusahaan bisa terapkan strategi yang lebih proaktif dalam antisipasi kebutuhan pengguna dengan cara membuat prediksi masa depan. Sementara yang kedua adalah keamanan, menjadi prioritas utama untuk jaga data pengguna yang terus meningkat. Pekerjaan yang tak mudah tersebut dinilai tidak mungkin dilakukan tanpa infrastruktur teknologi dari AWS.

Yang terakhir adalah faktor biaya. Dengan bertransformasinya Traveloka menjadi lifestyle super-app, biaya yang dikeluarkan harus dikelola secara proporsional. Agar pertumbuhan perusahaan tetap terencana dengan baik.

Selama pandemi, Traveloka berhasil gulirkan beragam layanan baru seperti asuransi penerbangan, transportasi, pembayaran langsung di hotel, opsi “beli sekarang dan menginap nanti” hingga peningkatan mitra agar jalankan protokol kesehatan. Dikabarkan bila pihaknya berhasil pangkas biaya selama pandemi hingga kurang dari 50%, berkat tools dan laporan dari AWS.

Manfaatkan AI Untuk Tingkatkan Pengalaman Pengguna

Traveloka

Pada kesempatan yang sama, Gunawan Susanto, Country Manager untuk AWS Indonesia memaparkan bahwa reinvention (perubahan secara terus-menerus) dan adaptasi tanpa kehilangan jati diri, merupakan kunci yang penting untuk organisasi maupun bertahan dan terus tumbuh. Selain skalabilitas dan penghematan biaya, manfaat terbesar dari penggunaan cloud yaitu memungkinkan terjadinya reinvention.

Ia mencontohkan Traveloka yang gunakan kapabilitas AI milik AWS untuk bereksperimen dengan mesin pemberi rekomendasi (recommendation engine) untuk pelanggan berdasarkan histori pembelian. Selain AI, machine learning juga bisa dimanfaatkan sebagai metode eksperimen tanpa harus mendesain ulang algoritma baru dari nol.

Seluruh inovasi yang berhasil dihadirkan di platform Traveloka telah beri dampak positif baik bagi pengguna, juga pelaku dan penerima manfaat di sektor gaya hidup, teknologi dan lainnya yang bersinggungan. “Kami berharap, di masa depan kami akan terus berjalan bersama AWS guna mendapatkan lebih banyak manfaat serta dampak-dampak positif yang kami peroleh,” tutup Ray.

Tinggalkan komen