Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

UMG IdeaLab Kembangkan Sejumlah Teknologi Kesehatan untuk Indonesia

0 169

Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan kesehatan, kini juga lebih banyak startup yang juga fokus bermain di topik yang serupa, berikan layanan kesehatan digital dengan keunggulan masing-masing. beberapa di antaranya dipimpin oleh UMG IdeaLab, perusahaan venture builder yang memang sudah mendukung beberapa startup kesehatan.

Untuk menjawab tantangan akan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kemajuan healthtech bagi tenaga kesehatan, UMG IdeaLab kini telah memasuki babak baru dalam pengembangan teknologi 4.0 dalam kehidupan masyarakat. Dibesut oleh inovator teknologi, Kiwi Aliwarga, UMG IdeaLab telah menelurkan beberapa inovasi lewat Widya Imersif Teknologi, Aryaguna Technology, ProSehat dan Perawatku.

Lewat beragam inovasi yang sudah diluncurkan, diharap mampu mudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan pribadi secara digital, dan kemajuan healttech, juga bagi para tenaga kesehatan di Indonesia. Pasalnya, menurut WHO, kurang dari 10 dokter di antara 10,000 orang di Indonesia.

Sementara data dari Kementerian Kesehatan juga menyebutkan jumlah penduduk lebih dari 200 juta, namun hanya mempunyai sekitar 10 ribu puskesmas, 2,877 rumah sakit, 9,205 klinik dan 30 ribu apotek. Ditambah data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menyebutkan bila jumlah pengguna internet di Indonesia sudah cukup banyak, mencapai lebih dari 196 juta pengguna.

Baca juga: Smartwatch WISH Buatan Indonesia Bisa Deteksi Dini Covid-19

UMG IdeaLab Ingin Permudah Akses Teknologi Digital Masyarakat

Simulasi fitur E3D - UMG IdeaLab
Simulasi fitur E3D

Dari data tersebut, akses layanan kesehatan masyarakat dinilai belum sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan, meski potensi masyarakat untuk akses teknologi digital cukup tinggi. “Maka UMG IdeaLab terus berkomitmen mengembangkan solusi teknologi, demi memenuhi layanan kesehatan kepada masyarakat luas, terlebih pada masa pandemi saat ini,” kata Kiwi Aliwarga, Managing Partner, UMG IdeaLab.

Salah satu inovasi yang berhasil berkembang, seperti Widya Imersif Teknologi, sudah hasilkan perangkat keras Kios Sehat dan jam tangan sehat WISH kepada masyarakat. Startup asal Yogyakarta tersebut menghadirkan Kios Sehat yang berpedan sebagai pendukung tenaga kesehatan, memiliki bentuk serupa mesin ATM. Mampu melakukan pengecekan, diagnose dan edukasi kesehatan.

Kios Sehat sudah dimanfaatkan oleh klinik ProSehat, dan bakal hadir di PMI Yogyakarta serta Islamic Center Arrahmah Cibubur. “Kios Sehat memudahkan pengguna untuk mengetahui kondisi tubuhnya secara lebih praktis, dibandingkan medical check-up secara konvensional,” terang Azman Latif, VP Technology, Widya Imersif Teknologi.

Kembangkan Teknologi Virtual Reality Untuk Pelatihan Kesehatan

Simulasi VR Training
Simulasi VR Training

Selain itu, startup yang berjalan bersama UMG IdeaLab juga berhasil kembangkan produk E3D, berkonsep 3D imaging & VR Training Health. Dikembangkan oleh Aryaguna Technology, produk tersebut bisa mengubah hasil CT scan dan MRI ke dalam bentuk 3D, mudahkan pasien untuk pahami hasil scan secara visual. Sementara untuk dokter, visual 3D mampu efisiensi waktu dalam ambil keputusan dan tindakan.

“Teknologi yang kami kembangkan mudahkan pemberian informasi dokter kepada pasien dengan lebih detil dan real. Dokter pun dapat mempersiapkan pre-surgery planning dengan lebih matang dan presisi,” kata Samuel Theodorus, CEO Aryaguna Technology. Selain itu, startup yang satu ini juga kembangkan teknologi VR Training, ditujukan bagi perawat dan bidan.

Selain permudah simulasi pelatihan, teknologi tersebut nantinya juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar bagi mahasiswa kedokteran. Saat ini, UMG IdeaLab sedang kembangkan smart hospital system, implementasikan digitalisasi sistem informasi rumah sakit, untuk gantikan sistem pencatatan manual yang banyak digunakan saat ini.

Dalam waktu dekat, produk teknologi kesehatan yang ada di ekosistem startup milik UMG IdeaLab bakal diluncurkan ke tengan masyarakat, seperti smartwatch WISH. Produk tersebut berencana bakal dijual dalam metode open order di akhir Februari 2021. Bakal tersedia di berbagai platform e-commerce, seperti Shopee dan Bukalapak.

Tinggalkan komen