Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Hadir di Indonesia, AWS Outpost Padukan Keunggulan Cloud dan Data Center On-premise

1 645

AWS Outposts adalah layanan terkelola yang menghadirkan pengalaman hybrid sepenuhnya, menawarkan kelebihan cloud computing dan on-premise.

Saat akan mengimplementasikan infrastruktur teknologi di perusahaan, sering kali dihadapkan pada pilihan yang sama-sama kuat karena menawarkan berbagai kelebihan. Pilihan biasanya mengerucut pada dua hal, yaitu cloud computing atau pusat data on-premise.

Seiring waktu, cloud computing kian populer di kalangan konsumen karena menawarkan fleksibilitas spesifikasi, harga lebih terjangkau, skalabilitas untuk pengembangan ke depan, dan kemudahan akses. Karakteristik itu dikenal dengan public cloud yang disediakan oleh pihak ketiga dan digunakan bersama-sama oleh beberapa perusahaan atau perorangan.

Public cloud memang menyediakan layanan penyimpanan data yang praktis karena seluruh perlengkapan dan resource-nya telah disediakan oleh pengelola. Namun konsumen tidak memiliki kontrol penuh atas teknologi yang digunakan. Kita tidak sepenuhnya mengetahui infrastruktur dan lingkungan seperti apa data dioperasikan. SLA (Service Level Agreement) juga sangat tergantung dengan pengelola cloud.

Di sisi lain, pusat data on-premise adalah kebalikan dari public cloud computing. Dengan memiliki dan mengelola semua infrastrukturnya sendiri, maka on-premise menawarkan otoritas lebih dalam hal penyimpanan data  perusahaan. Misalnya bisa diatur data dan aplikasi dilindungi firewall dan hanya dapat diakses oleh perusahaan. Kustomisasi server bisa dilakukan dengan maksimal.

Namun dengan segala kemampuan tersebut, pusat data on-premise membutuhkan biaya investasi yang besar di awal. Biaya maintenance juga besar, harus resource baik infrastruktur maupun tim IT yang handal agar bisa berjalan dengan maksimal. Akses, fleksibilitas, dan skalabilitasnya tidak semudah public cloud computing.

Karena perbedaan karakteristik tersebut, public cloud computing lebih disukai diminati oleh startup, UKM, hingga e-commerce. Sedangkan pusat data on-premise menjadi pilihan korporat besar dengan data sensitif seperti perbankan, operator seluler, dan sebagainya.

Nah, melihat kondisi tersebut, perusahaan teknologi seperti AWS mengembangkan layanan hybrid cloud yangg berupaya untuk menggabungkan kelebihan dari public cloud computing dan data center on-premise. Belum lama ini, perusahaan cloud computing milik Amazon tersebut menghadirkan layanan AWS Outpost untuk pasar Indonesia.
Baca juga: Inilah Layanan Cloud Inovatif AWS untuk Startup Hingga Enterprise

Layanan AWS Outpost

AWS Outposts merupakan layanan terkelola (managed services) yang menghadirkan pengalaman hybrid cloud sesungguhnya. Layanan ini terdiri dari perangkat yang mendukung perusahaan dalam mengoptimalkan seluruh fleksibilitas dan keunggulan yang terdapat pada cloud computing milik AWS dengan pengelolaan secara on-premise.

Menurut Santanu Dutt, Chief Technology Officer, AWS ASEAN, AWS Outposts adalah layanan yang dikelola sepenuhnya yang memperluas infrastruktur AWS, layanan native AWS, API, dan alat untuk hampir semua pusat data, ruang lokasi bersama, atau fasilitas di tempat (on premise). Sehingga memberikan pengalaman hybrid yang benar-benar konsisten.

“Dengan ketersediaan AWS Outpost yang baru di Indonesia, pelanggan dapat memanfaatkan layanan AWS untuk menjalankan beban kerja dan data di fasilitas lokal mereka di Indonesia dan terhubung ke Wilayah AWS terdekat seperti Wilayah AWS Singapura untuk manajemen dan operasi,” ujarnya.

Dengan AWS Outposts, pelanggan dapat menjalankan aplikasi di tempat (on premise) agar bisa memenuhi persyaratan latensi rendah. Pelanggan juga dapat menggunakan Pos terdepan untuk memproses dan mengelola data secara lokal dan secara efektif memenuhi persyaratan kepatuhan dan privasi data mereka.

Sementara itu, Donnie Prakoso, Senior Technical Evangelist AWS ASEAN, menambahkan bahwa AWS Outposts menyediakan rak AWS komputasi dan storage. Ini adalah satu perangkat keras serupa dengan perangkat keras yang digunakan juga di datacenter AWS public region.

Dengan AWS Outposts, pelanggan bisa memilih beragam pilihan komputasi, storage, dan Amazon Elastic Compute Cloud (EC2) instances yang telah dioptimalkan secara grafis. Baik itu dengan atau tanpa pilihan untuk layanan storage lokal. Kemudian menyediakan beragam pilihan volume pada Amazon Elastic Block Store (EBS). Juga bisa dengan mudah mengoperasikan beragam layanan AWS secara lokal.

“AWS Outposts ideal untuk beban kerja yang membutuhkan akses latensi rendah ke sistem lokal, pemrosesan data lokal, atau penyimpanan data lokal. Karena Komputasi, penyimpanan, basis data AWS, dan layanan lainnya berjalan secara lokal di Outposts,” kata Donnie.

Ketersediaan AWS Outpost di Indonesia

AWS Outpost Rack Spek
Perangkat AWS Outposts berupa rack 42U

Saat ini konsumen di Indonsia yang tertarik dengan layanan AWS Outpost sudah bisa memesannya melalui website AWS. Untuk pengadaan AWS Outposts bagi perusahaan di Indonesia masih dilakukan oleh AWS Singapura. Hal ini karena Region Jakarta masih belum tersedia, yang mana ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2021.

Perangkat Outpost tersedia dalam bentuk rack 42U  dengan durasi sewa minimal tiga tahun. AWS Outposts rencananya akan hadir dalam dua varian. Pertama, AWS native yang memungkinkan pelanggan menggunakan API dan control plane di Outposts sama seperti yang ada di AWS Public Regions Singapura. Kedua, VMware Cloud on AWS Outposts yang memungkinkan digunakannya VMware APIs dan control panel di Outposts yang selama ini telah mereka gunakan juga untuk menjalankan infrastruktur on-premise.

Menurut Donnie, solusi AWS Outposts yang hadir di Indonesia ini bisa ditujukan ke berbagai segmen perusahaan mulai dari healthcare, telco, perbankan dan lainnya yang membutuhkan respons secara real-time. Ia memberi contoh perusahaan manufaktur (pabrik) yang mengendalikan alat-alat produksinya dengan robot sehingga membutuhkan latensi rendah. Di mana tidak memungkinkan jika menggunakan layanan public cloud yang sangat tergantung internet. Begitu pula dengan perusahaan yang misalnya karena aturan harus memproses atau menyimpan datanya secara lokal.