Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Deteksi Virus Corona Baru, ZTE & China Telecom Diagnosis Jarak Jauh Pakai 5G

0 1.829

Teknologi 5G terbukti bermanfaat untuk mendukung berbagai sektor, termasuk kesehatan. China yang merupakan salah satu negara pengadopsi awal 5G membuktikannya. Adalah ZTE dan China Telecom yang menyediakan diagnosis jarak jauh 5G pertama di Tiongkok untuk virus corona baru yang menyebabkan pneumonia.

Vendor jaringan ZTE dan kantor cabang China Telcom di Sichuan, berhasil menyediakan diagnosis jarak jauh yang didukung 5G . Teknologi 5G terkini, dengan bandwith tinggi dan latensi rendah, menjadikan diagnosis dan pengobatan lebih efisien dan nyaman. Diagnosis jarak jauh 5G melibatkan West China Hospital dan Chengdu Public Health Clinic Center di Sichuan University.

Penyebaran wabah virus corona semakin meluas. Situs Dingxiangyuan, China, menyiarkan data penyebaran virus corona secara realtime yang menunjukkan perkembangan statistik tersebut. Hingga Sabtu (1/2) pukul 6.32 WIB, tercatat 11.209 terjangkit, 15.238 dicurigai terjangkit, 214 meninggal, dan 214 orang sembuh.

Data tersebut berasal dari Komisi Kesehatan Nasional China yang mendata seluruh wilayah China daratan, Hong Hong, Makao, dan Taiwan. Di mana China masih tercatat sebagai negara dengan jumlah korban terbanyak. Meski berdekatan dengan negara-negara tetangga yang sudah terjangkiti, bahkan menyebar sampai Eropa dan Amerika, sejauh ini Indonesia belum tercatat terpapar virus Corona.

Baca juga: Tren Teknologi 2020: AI, IoT dan 5G Berkembang Pesat

Diagnonis Jarak Jauh Virus Corona 5G

Jarak antara Kota Chengdu dengan Wuhan

Berdasarkan kondisi lapangan, ZTE telah memanfaatkan peralatan CPE untuk menjalankan layanan 5G dengan sinyal 5G di luar ruang, sambil membangun titik jangkauan di dalam ruang. Pada 25 Januari, base station 5G di dalam ruang terpasang dan terinterkoneksi. Ruang pertemuan untuk diagnosis dan pengobatan jarak jauh di West China Hospital menjadi yang pertama terhubung dengan sistem diagnosis dan pengobatan jarak jauh tersebut.

Pada 26 Januari, ZTE dengan segera menuntaskan pembangunan dan tes kecepatan layanan. ZTE juga memasang sistem distribusi 5G di dalam ruang pada titik penting lainnya dalam sistem diagnosis dan pengobatan jarak jauh. Setelah jaringan 5G berjalan, Sichuan Health and Health Commission, West China Hospital, dan Chengdu Public Health Clinic melakukan konsultasi video dari jarak jauh.

Sesuai kerja sama dengan Sichuan Health and Health Commission, sistem konsultasi jarak jauh 5G akan menjadikan West China Hospital di Sichuan University sebagai central node. Dengan demikian, West China Hospital termasuk pihak pertama yang dapat mengakses 27 rumah sakit yang telah menerima dan merawat para pasien.

Selanjutnya, ZTE akan membangun sistem diagnosis virus korona jarak jauh 5G terbaru yang pertama di Tiongkok. Sistem ini menjangkau tiga jenjang: provinsi, kota, dan kecamatan di Sichuan. Untuk itu, sistem tersebut memberikan “satu jaringan” untuk diagnosis jarak jauh bagi sejumlah rumah sakit yang berada di garis depan dalam membantu Wuhan.

Ke depan, ZTE akan menyediakan layanan konsultasi video dengan tim penyelamatan Wuhan di lapangan melalui jaringan 5G. Harapannya, para pasien di Wuhan turut menerima diagnosis dan layanan pengobatan yang piawai di West China Hospital.