Pasar produk fast-moving consumer goods (FMCG) di e-commerce Indonesia mencapai nilai transaksi Rp88,4 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka pasar FMCG E-commerce Indonesia tersebut tumbuh 29,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, pertumbuhan nilai transaksi bukan satu-satunya perubahan yang terlihat pada Semester I 2026. Data Compas.co.id menunjukkan nilai penjualan dan volume penjualan tumbuh bersamaan di seluruh kategori FMCG yang dipantau. Di saat yang sama, struktur pasar semakin terkonsentrasi karena Shopee dan ShopTokopedia bersama-sama menguasai 99% penjualan FMCG di platform e-commerce.
Laporan FMCG E-commerce Market Insight Semester I 2026 dari Compas.co.id mencakup lima kategori utama, yakni Beauty & Care, Food & Beverages, Healthcare, Mom & Baby, serta Homecare. Data yang digunakan untuk mengetahui kondisi pasar FMCG E-commerce Indonesia berasal dari Shopee, ShopTokopedia, Lazada, dan Blibli untuk periode Januari–Juni 2026.
Nilai dan Volume Penjualan Pasar FMCG e-commerce Indonesia

Pertumbuhan pasar FMCG e-commerce Indonesia pada Semester I 2026 tidak hanya terlihat dari kenaikan nilai transaksi. Di lima kategori yang dipantau Compas, volume penjualan juga mengalami pertumbuhan.
Kategori Beauty & Care mencatat pertumbuhan nilai penjualan 20,8% YoY, dengan volume penjualan naik 12,8%. Food & Beverages tumbuh lebih cepat, dengan nilai penjualan naik 52,1% dan volume meningkat 33%.
Di kategori Healthcare, nilai penjualan tumbuh 24,4% YoY, sementara volume naik 20%. Mom & Baby mencatat pertumbuhan yang lebih moderat, dengan nilai penjualan naik 18,7% dan volume bertambah 3,6%.
Pertumbuhan tertinggi datang dari kategori Homecare. Nilai penjualannya naik 78,3% YoY, sementara volume penjualan tumbuh 42%.
Menurut Hanindia Narendrata, CEO Compas.co.id, pertumbuhan nilai dan volume secara bersamaan menjadi salah satu sinyal penting dari kondisi pasar FMCG E-commerce Indonesia ini.
“Pertumbuhan pasar FMCG e-commerce Indonesia di Semester 1 2026 bukan sekadar angka saja, tapi juga sinyal pasar sedang dalam fase ekspansi yang sehat. Di semua kategori, baik nilai maupun volume penjualan tumbuh bersamaan,” ujar Hanindia.
Shopee dan ShopTokopedia Kuasai 99% Pasar FMCG Online

Di tengah pertumbuhan tersebut, pasar FMCG e-commerce Indonesia juga semakin terkonsentrasi pada dua platform.
Menurut Compas, Shopee dan ShopTokopedia secara bersama-sama menguasai 99% penjualan FMCG daring di setiap kategori yang dipantau. Artinya, Lazada dan Blibli hanya mengambil porsi yang relatif kecil dari pasar berdasarkan data dalam laporan tersebut.
Meski demikian, karakter pertumbuhan Shopee dan ShopTokopedia tidak sama di setiap kategori. ShopTokopedia disebut mencatat pertumbuhan Official Store paling agresif pada kategori Beauty, Food & Beverages, Healthcare, serta Mom & Baby. Sementara itu, kategori Homecare menjadi pengecualian.
Di kategori tersebut, Shopee menguasai 69% pangsa pasar pada Semester I 2026, naik 8 percentage point dibanding semester sebelumnya. Compas menyebut Homecare sebagai satu-satunya kategori ketika tren pertumbuhan ShopTokopedia berbalik dan Shopee kembali memperkuat dominasinya.
“Pasar sudah terkonsolidasi ke dua platform, tapi keduanya tidak bisa diperlakukan dengan strategi yang sama. Perilaku volume transaksi, dominasi seller, dan momentum pertumbuhan di Shopee dan ShopTokopedia berbeda secara signifikan per kategori,” kata Hanindia.
Bagi brand FMCG, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan e-commerce tidak lagi cukup dilihat hanya dari besarnya pasar secara keseluruhan. Karakter masing-masing platform dan kategori menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam strategi penjualan.
Ramadan dan Lebaran Masih Menjadi Momentum Penting

Pola musiman juga terlihat cukup kuat pada data Semester I 2026. Ramadan dan Lebaran yang berlangsung pada kuartal pertama disebut berkontribusi terhadap pertumbuhan sejumlah subkategori FMCG.
Di Food & Beverages, Mineral Water menjadi subkategori dengan pertumbuhan nilai tertinggi, mencapai 219% YoY. Cooking Oil tumbuh 123%, sedangkan Candy naik 121%.
Compas mengaitkan pertumbuhan tersebut dengan peningkatan permintaan selama periode sahur, berbuka puasa, dan Lebaran.
Efek serupa terlihat di kategori Beauty. Nail Polish mencatat pertumbuhan nilai 119% YoY, diikuti Setting Spray sebesar 85% dan Eyeshadow 77%.
Sementara itu, Eye Care di kategori Healthcare tumbuh 91%. Di Mom & Baby, Baby Sun Care dan Baby Cologne masing-masing tumbuh 50% dan 46%.
Pertumbuhan tertinggi di tingkat subkategori justru datang dari Homecare. Penjualan Insektisida meningkat 162% YoY, menjadikannya subkategori dengan pertumbuhan tertinggi di seluruh kategori FMCG yang dipantau Compas pada Semester I 2026.
Existing Brand Masih Menjadi Motor Pertumbuhan

Besarnya pertumbuhan pasar FMCG E-commerce Indonesia juga belum berarti brand baru langsung mengambil porsi besar dari tambahan transaksi. Compas mencatat existing brand, atau brand yang sudah aktif berjualan pada periode sebelumnya, menyumbang sekitar 92–96% dari total pertumbuhan nilai penjualan di lima kategori FMCG selama Semester I 2026.
Di kategori Beauty & Care, misalnya, terdapat 4.219 brand baru yang masuk. Namun, kelompok brand tersebut hanya menyumbang Rp0,6 triliun dari total tambahan nilai penjualan sebesar Rp7,4 triliun.
Situasi serupa terlihat di Homecare. Sebanyak 1.730 brand baru masuk, tetapi kontribusinya hanya sekitar Rp0,1 triliun dari total pertumbuhan Rp2 triliun.
Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar pada Semester I 2026 masih terutama datang dari brand yang telah memiliki aktivitas dan posisi sebelumnya di marketplace. Namun, Compas juga mencatat persaingan di dalam setiap kategori terus bergerak, dengan sejumlah brand baru mampu naik peringkat secara signifikan, sementara brand lain kehilangan momentum.
Dengan nilai pasar yang mencapai Rp88,4 triliun dan pertumbuhan 29,4% YoY, e-commerce semakin penting bagi penjualan produk FMCG di Indonesia. Namun, laporan Compas juga memperlihatkan struktur pasar yang semakin terkonsentrasi: pertumbuhan terjadi di pasar yang sebagian besar penjualannya berada di tangan dua platform utama, sementara persaingan antarbrand tetap berlangsung semakin ketat.
Ikuti media sosial Gizmologi untuk mendapatkan info teknologi terkini di Instagram, TikTok dan YouTube.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

