Jakarta, Gizmologi – Infobip sebagai perusahaan Omnichannel Marketing Platform, telah menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memperlancar kinerja layanan messaging brand menjadi lancar. AI ini dihadirkan untuk memberikan memberikan conversational experience.
Menurut penuturan Kukuh Prayogi, Enterprise Business Director Infobip, AI diterapkan dalam produk Infobip bukan hanya mengikuti jejak trending atau banyak digunakan banyak perusahaan. Karena perusahaannya sudah mengimplementasikan AI pada chatbot miliknya.
”Jadi kalau AI sendiri di Infobip itu bukan hanya satu hal yang istilahnya ada terus kemudian kita masuk juga, karena perkembangan sendiri dari apa yang sudah kita buat dari chatbot misalkan,” ujar Yogi, pada sesi interview daring bersama Gizmologi, Jumat (16/8/2024).
Baca Juga: Program Blibli Tiket Action, Upaya Ekosistem Omnichannel Lestarikan Bumi
Infobip Jelaskan Perkembangan Chatbot Hingga Hadirnya AI
Yogi menjelaskan bahwa chatbot yang hadir dalam platform Infobip sebelumnya hadir dengan menu base sederhana, Dengan adanya feedback dari customer yang juga menangkap adanya big data, untuk bisa menganalisa dan segala macam, terus connect dengan beberapa IOT, terus kemudian bisa bikin semacam intent base, dan akhirnya AI pun sudah terintegrasi ke dalam semua software-as-a-service Infobip. AI dalam platform omnichannel ini juga bisa menunjang komunikasi brand dengan customernya.
Infobip mendapatkan informasi bahwa Indonesia sudah terlihat sebagai negara yang memiliki keinginan menggunakan AI Platform diurutan ketiga di dunia. Sekitar 1,4 miliar yang related dengan AI website telah dikunjungi selama tahun 2023.
Perusahaan mengintegrasikan AI kita ke dalam customer journey atau customer flow dalam platformnya agar mendapat conversational experience. Hal ini juga karena Infobip ingin menciptakan story kepada brand bukan hanya sekadar one way.
Karena dari beberapa kasus, brand yang memakai layanan customer service bisa lebih optimize untuk menangani konsumen yang begitu banyak. Sehingga AI pada chatbot bisa membantu mengkategorisasikan pertanyaan yang sering ditanyakan.
“Alasan AI dipasang di chatbot, karena bisa mengkategorisasi pertanyaan-pertanyaan apa yang sering diutarakan. Jadi ini kan bisa dikelompokkan jadi satu hal tertentu. Kemudian disusunlah satu library jawaban-jawaban dan pertanyaan yang serupa,” ungkap Yogi.
Kasus lainnya ialah bila brand menggunakan Omnichannel Platform milik Infobip, teknologi AI bisa diimplementasikan ke browser brand. Sehingga bagi konsumen yang suka meninggalkan sesuatu, AI akan bekerja untuk mengirimkan pengingat kepada konsumen.
Yogi melanjutkan bahkan sebelum kasus-kasus tersebut dengan adanya AI, perusahaan Omnichannel platform ini bisa mengumpulkan data dari pelanggan seperti preferensi pengguna, lokasi, dan detail waktu kunjungan. “Nah dari sini kan bisa dikumpulkan menjadi sub-kategori lagi, yang nantinya bisa actively di-offer something, ketika dia tertarik dengan sport kategori, misalkan ketika ada diskon sport ya dia akan kesana, tapi kalau enggak ya di kategori lain, atau dicoba untuk sell,” jelas Yogi.
Penggunaan AI dalam platformnya bisa disesuaikan dengan keinginan brand dalam sistem Infobip. Tentunya perusahaan juga tak berhenti dalam memberikan inovasi dalam platform Omnichannel mereka untuk membantu para brand.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

