Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Menguak “Dapur” Teknologi Infrastruktur yang Jadi Andalan Tokopedia

0 630

Tokopedia saat ini merupakan salah satu situs belanja terbesar di Indonesia dengan lebih dari 90 juta pengguna aktif. Mengelola pelanggan sebesar itu dengan transaksi yang padat tiap saat tentu bukan perkara mudah.

Terdapat tim khusus yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan, pengoperasian, serta keamanan sistem. Hal ini untuk memastikan dan melindungi infrastruktur dari berbagai masalah dan gangguan pada server. Mereka inilah para System Administrator (SysAdmin) yang perannya sangat vital berada di garis depan untuk memastikan kelancaran pengguna terhadap sistem Tokopedia.

Di ajang START Summit Extension yang diadakan Tokopedia pada 21 Juli lalu, empat orang engineers Tokopedia membagikan cerita di balik inovasi mereka dalam mengelola infrastruktur dan bekerja dengan jaringan multi-cloud.
Baca juga: Tokopedia Kembangkan Open API untuk Penjual Besar

SRE Sebagai Garda Terdepan

SRE TokopediaPrima Adi dan Bayu Rizki yang merupakan Senior Software Engineer Cloud Platform Tokopedia mengungkapkan seluk beluk pengembangan infrastruktur jaringan di Tokopedia. Mereka menceritakan bagaimana awalnya Tokopedia mengelola infrastruktur secara manual.

Pada awalnya, Tokopedia masih menggunakan intervensi manusia untuk melakukan proses permintaan new instance dan membuat pipelines. Lalu melakukan testing bersama dengan tim software engineer untuk memastikan servicenya sudah terpasang dengan baik.

Prima mengatakan Tokopedia menggunakan mindset SRE (Site Reliability Engineering) untuk mengembangkan infrastruktur teknologi. SRE yang pertama kali dicetuskan oleh Google menjadi garda terdepan sebagai penghubung antara developer dan operation.

SRE menerapkan konsep software engineering dalam membangun sebuah infrastruktur pada setiap aplikasi demi terciptanya pondasi yang kuat. Seiring dengan kebutuhan SRE yang kian meningkat, saat ini Tokopedia menggunakan sistem otomatisasi untuk memudahkan proses operasional dan administrasi. Prima menjelaskan bahwa Tokopedia mengimplementasikan sistem automasi dengan menerapkan beberapa tools yang digunakan Tokopedia.

Tools yang otomatisasi yang dipakai oleh Tokopedia adalah GitOps, VM Autoscale, Kubernetes Deployment, dan Canary Manager. Bayu menambahkan, untuk menggunakan automation, para sysadmin harus mencari use case yang valid sehingga dapat menentukan apakah nantinya sistem automasi ini akan sering digunakan atau tidak.

“Skala Tokopedia sudah memerlukan untuk melakukan hal-hal tersebut. Semakin besar skalanya, pasti semakin tinggi kebutuhan untuk menerapkan automation. Jadi, jangan pernah ragu untuk meng-automasi sesuatu jika memang dirasa perlu,” ujar Bayu.

Alasan Tokopedia Pakai Jaringan Multi-Cloud

Selain SRE yang menjadi garda terdepan infrastruktur jaringan, bagian berikutnya yang tak kalah penting adalah penggunaan teknologi cloud yang dipakai. Dalam hal ini, Andrew Jaya Effendy, Distinguished Engineer Tokopedia mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini menggunakan Multi Cloud untuk menangani traffic yang datang begitu banyak.

“Alasan Tokopedia menggunakan multi cloud adalah agar tidak bergantung dengan satu cloud provider, sehingga setiap provider dapat memberikan kelebihannya, dan memaksimalkan potensi dari masing-masing provider tersebut,” ujar Andrew.

Meski banyak kelebihan, menggunakan Multi Cloud ternyata memiliki beberapa tantangan. Andrew menjelaskan beberapa tantangan seperti bagaimana setiap provider perlu dikelola dan dijaga satu persatu. Hal ini mengingat bahwa masing-masing provider memiliki aspek yang berbeda.

Selanjutnya, automation juga ternyata berpengaruh terhadap proses Multi Cloud tersebut. Tantangan yang terakhir adalah mengenai cost tracking. Dari banyaknya vendor yang digunakan, tentunya kita harus memiliki central cost tracking agar secara transparansi dapat melihat cloud-cloud mana saja yang digunakan.

Lalu, bagaimana Tokopedia menggunakan beberapa cloud sekaligus? Denny Ernesjz, Lead Software Engineer Cloud Platform Tokpedia menjelaskan bahwa perusahaan menggunakan Public Cloud A untuk transactional services. Lalu, public Cloud B untuk analytics dan multimedia services, dan public Cloud C untuk backend services.

“Selain itu, kita juga tetap memiliki beberapa private cloud yang digunakan untuk partner transactions, seperti bank,” ungkap Denny.

Dijelaskan lebih lanjut, Multi Cloud akan saling terhubung melalui Private Link Partner yang menggunakan beberapa komponen, yaitu VPC, Router/Gateway, dan Cloud Interconnect. Arsitektur multi cloud ini dihubungkan oleh sistem interconnect yang disebut Private link partner. Komponen yang dibutuhkan untuk menghubungkan multi cloud antara lain Virtual Private Cloud (VPC), Router/gateway, dan Intercloud connectivity (IPSec VPN dan interconnect).

Andrew menambahkan bahwa perlu memastikan di awal proses submit VPC antar cloud tidak saling bertabrakan. Untuk menghubungkan tiga cloud berbeda ini, Andrew menyarankan bisa menggunakan rekomendasi dari masing-masing cloud provider.

“Tergantung dari layanannya, apakah managed service atau self-service. Kalau self-service, kita bisa bikin portal sendiri nanti dari partner interconnect tersebut untuk membuat virtual connection. Dari situ, kita bisa bikin satu router dan kita bisa setup sendiri. Setelah kita setup, kita bisa menghubungkan ke tiga cloud tersebut,” kata Andrew.

START Summit Extension: SysAdmin Day

START Summit Extension merupakan konferensi teknologi virtual pertama yang dihadirkan oleh Tokopedia melalui Tokopedia Academy. Berbagai topik terkait inovasi teknologi yang dilakukan oleh Tokopedia akan dikemas dan dibawakan oleh para talenta berbakat di bidangnya masing-masing.

SysAdmin Day – The Fantastic Heroes merupakan tema dari acara START Summit Extension yang ketiga. Sebelumnya, pada 16 Juni 2020 kemarin, START Summit Extension mengadakan acara serupa yang mengangkat tema tentang bagaimana inovasi dari para Tim Teknologi Tokopedia yang bergotong-royong membantu, memberdayakan, dan menciptakan peluang bagi para penjual dan pengusaha lokal agar dapat tetap bertahan dan mengoperasikan bisnisnya secara online di tengah pandemi COVID-19.

Tokopedia akan terus mengadakan START Summit Extension setiap bulannya sebagai wadah bagi para pegiat teknologi di seluruh Indonesia untuk dapat belajar dan berdiskusi dengan para expert di bidangnya. Hal ini sesuai dengan visi dari Tokopedia Academy untuk membina para talenta teknologi Indonesia untuk menjadi ahli teknologi masa depan.


Disclaimer: Gizmologi.ID adalah media partner dari ajang Tokopedia START Summit Extension