TECNO SPARK Go 3 Resmi Hadir di Indonesia, Andalkan Daya Tahan dan Fitur AI di Kelas Entry-Level

3 Min Read

Jakarta, Gizmologi – TECNO Spark Go 3 resmi meramaikan pasar Indonesia. Ini menjadi smartphone kelas entri terbaru dari TECNO, dan smartphone ini dikabarkan memiliki fokus untuk daya tahan. Jadi, para pengguna yang memang sering melakukan kegiatan outdoor atau kegiatan yang rentan akan benturan, maka TECNO Spark Go 3 bisa saja menjadi smartphone yang tepat.

Di tengah persaingan ketat pada segmen Rp1 jutaan, TECNO mencoba menonjol lewat aspek ketahanan fisik dan fitur yang biasanya ditemukan di kelas lebih tinggi. SPARK Go 3 dibekali sertifikasi IP64 dan klaim tahan jatuh hingga 1,2 meter, sesuatu yang masih jarang ditemui di kelas entry-level. Pendekatan ini menunjukkan bahwa TECNO ingin menekankan aspek kepraktisan, bukan sekadar spesifikasi di atas kertas.

Namun, di balik narasi “tangguh dan pintar”, tetap ada kompromi yang perlu diperhatikan. SPARK Go 3 bukanlah ponsel performa tinggi, dan beberapa spesifikasi kunci masih tergolong standar. Di sinilah menariknya melihat apakah nilai yang ditawarkan benar-benar seimbang dengan harga yang dipatok.

Baca Juga: Tecno Spark Go 3 Resmi Meluncur, Android 15 Murah dengan Spesifikasi yang Esensial

Fokus pada Daya Tahan dan Pengalaman Dasar

TECNO SPARK Go 3 mengusung desain klasik dengan bodi kokoh dan layar 6,75 inci beresolusi HD+ dengan refresh rate hingga 120Hz. Meski resolusinya belum Full HD, refresh rate tinggi di kelas ini tetap menjadi nilai tambah untuk pengalaman scrolling yang lebih mulus. Perlindungan IP64 juga memberi rasa aman untuk penggunaan sehari-hari di lingkungan yang kurang ideal.

Daya tahan baterai menjadi salah satu andalan utama lewat kapasitas 5.000 mAh. Untuk penggunaan ringan hingga sedang seperti media sosial, video, dan komunikasi, kapasitas ini tergolong memadai. Namun, kecepatan pengisian dayanya masih terbatas, dan adaptor bawaan hanya 10W meski mendukung hingga 15W.

Fitur TECNO AI Menarik di Kelas Entri

TECNO menyematkan berbagai fitur AI seperti Ask Ella, AI Writing, AI Translate, hingga AI Best Moment FlashSnap. Di atas kertas, fitur-fitur ini terdengar ambisius untuk ponsel entry-level dan bisa membantu produktivitas ringan pengguna. FreeLink 2.0 juga menjadi fitur unik untuk komunikasi jarak dekat tanpa jaringan seluler.

Performa perangkat masih bergantung pada chipset Unisoc T7250 dan penyimpanan eMMC. Mengingat, ini merupakan smartphone entri dengan mulai dari Rp1,399.000. Maka dari itu, smartphone ini tidak bisa kamu andalkan jika kamu memerlukan smartphone dengan kebutuhan multitasking berat. Namun, smartphone ini akan sangat cocok untuk para pengguna yang membutuhkan smartphone praktis dan bersifata harian.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version