Memasuki usia ke-26 tahun, Biznet mulai memperluas fokus bisnisnya dari penyediaan konektivitas menuju pembangunan infrastruktur digital yang mendukung kebutuhan komputasi dan kecerdasan buatan (AI). Langkah tersebut terlihat dari pengembangan AI-Ready Data Center di Bali serta ekspansi jaringan fiber optic, termasuk kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System (BNCS).
Perubahan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap kapasitas konektivitas dan komputasi di Indonesia. Biznet mengutip PwC Global Workforce Hopes & Fears Survey 2025 yang menyebut 69% pekerja di Indonesia telah menggunakan AI untuk pekerjaan mereka dalam 12 bulan terakhir. Sementara itu, penetrasi internet Indonesia disebut mencapai 81,72% pada 2026 berdasarkan survei APJII.
Bagi Biznet, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur digital tidak lagi berhenti pada tersedianya akses internet. Kapasitas jaringan, pusat data, dan kemampuan pemrosesan data menjadi bagian yang semakin penting ketika penggunaan AI terus berkembang.
AI Data Center Biznet di Bali Disiapkan untuk Kebutuhan Komputasi Besar

Salah satu langkah Biznet adalah mengoperasikan AI-Ready Data Center di Bali, yang disebut sebagai AI-Ready Data Center pertama milik perusahaan.
Berbeda dari data center konvensional yang terutama melayani kebutuhan penyimpanan dan pemrosesan data, fasilitas ini dirancang dengan kapasitas listrik yang lebih besar untuk mendukung server-server AI.
Biznet menyebut fasilitas tersebut menggunakan sistem pendingin cair atau liquid cooling. Kapasitas power-nya mencapai hingga 145 kW per rak, sementara konektivitasnya juga dirancang untuk mendukung kebutuhan data center.
Penggunaan liquid cooling menjadi relevan karena beban komputasi AI dapat menghasilkan panas yang tinggi. Sistem pendinginan berbasis cairan memungkinkan panas dari perangkat komputasi ditangani lebih efektif dibandingkan pendekatan pendinginan udara pada skenario tertentu.
Biznet juga menyebut AI Center tersebut tidak hanya difungsikan sebagai pusat data, tetapi sekaligus sebagai area pengembangan teknologi AI. Perusahaan melihat fasilitas ini sebagai salah satu fondasi untuk menghadapi kebutuhan komputasi yang semakin besar.
Namun, Biznet belum mengungkapkan secara rinci jenis GPU, kapasitas komputasi AI, maupun spesifikasi infrastruktur AI yang digunakan di fasilitas tersebut. Karena itu, dampak kapasitas AI Center terhadap ekosistem AI Indonesia belum dapat diukur hanya berdasarkan informasi dalam siaran pers.
BNCS-2 Disiapkan untuk Memperkuat Konektivitas Antarwilayah
Selain pusat data, Biznet juga memperkuat lapisan infrastruktur jaringan melalui Biznet Nusantara Cable System (BNCS).
BNCS merupakan jaringan kabel fiber optic bawah laut yang dibangun, dimiliki, dan dioperasikan Biznet sejak 2024. Perusahaan kini menyiapkan pembangunan jaringan baru, Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2).
BNCS-2 direncanakan menghubungkan Surabaya–Banjarmasin–Samarinda–Bali (Buleleng)–Sumbawa–Lombok–Kupang.
Menurut Biznet, pembangunan kabel laut tersebut diarahkan untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan sekaligus memperkuat pemerataan akses internet di wilayah yang terhubung.
Strategi ini menarik karena pengembangan data center dan jaringan kabel bawah laut sebenarnya saling berkaitan. Data center membutuhkan konektivitas berkapasitas besar dan stabil, sementara jaringan backbone memungkinkan data bergerak antarwilayah dengan kapasitas yang lebih tinggi.
Dengan demikian, ekspansi Biznet tidak hanya menyasar sisi last mile atau koneksi yang digunakan pelanggan, tetapi juga infrastruktur di belakangnya.
Jaringan Biznet Sudah Menjangkau Lebih dari 200 Kota dan Kabupaten
Ekspansi infrastruktur juga terus dilakukan pada jaringan fiber optic Biznet.
Perusahaan menyebut jaringannya telah menjangkau lebih dari 200 kota/kabupaten di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores.
Biznet juga mencatat lebih dari 3 juta homepass serta dukungan lebih dari 300 kantor cabang. Angka tersebut menunjukkan skala jaringan yang dibangun perusahaan setelah 26 tahun beroperasi.
Di sisi pelanggan, Biznet menyatakan terus meningkatkan kapasitas bandwidth. Khusus selama Oktober 2026, pelanggan Biznet Home mendapatkan peningkatan kapasitas bandwidth hingga 100 Mbps selama satu bulan tanpa biaya tambahan sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-26.
Langkah tersebut menjadi bagian yang lebih langsung dirasakan konsumen dibandingkan pembangunan infrastruktur backbone atau data center.
MyBiznet Mulai Didorong dengan AI

Pengembangan teknologi Biznet juga menyentuh sisi layanan pelanggan melalui MyBiznet App.
Aplikasi tersebut digunakan pelanggan untuk mengelola layanan, mengakses informasi, dan mendapatkan dukungan pelanggan. Biznet menyebut pengembangan MyBiznet kini turut memanfaatkan AI agar pelanggan dapat memperoleh informasi dan solusi layanan dengan lebih cepat, responsif, dan personal.
Ini menunjukkan bahwa penggunaan AI di Biznet tidak hanya diarahkan pada infrastruktur komputasi, tetapi juga mulai masuk ke lapisan layanan.
Dengan kata lain, strategi AI perusahaan memiliki setidaknya dua sisi: menyiapkan infrastruktur untuk kebutuhan komputasi AI sekaligus menggunakan AI dalam interaksi dengan pelanggan.
Biznet Perluas Akses Internet lewat Program CSR
Ekspansi infrastruktur tersebut juga dibarengi program untuk memperluas akses digital bagi masyarakat.
Dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Biznet menyebut telah memberikan layanan internet gratis bagi lebih dari 300 kepala keluarga (KK) di sekitar area landing point kabel bawah laut miliknya. Program tersebut disebut berjalan di Kabupaten Jembrana, Serang, Karawang, dan Gresik.
Biznet juga menyebut program ini ditujukan agar keberadaan infrastruktur tidak hanya memberikan manfaat kepada pelanggan, tetapi juga masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Pendekatan tersebut menjadi relevan karena pembangunan infrastruktur digital tidak hanya berkaitan dengan seberapa luas jaringan perusahaan menjangkau pelanggan, tetapi juga bagaimana infrastruktur tersebut terhubung dengan masyarakat di wilayah yang dilewatinya.
President Director Biznet Adi Kusma mengatakan kebutuhan digital saat ini tidak lagi terbatas pada konektivitas, tetapi juga membutuhkan kapasitas besar untuk mempercepat komputasi dan pengolahan data.
“Kami memahami betul bahwa saat ini kebutuhan digital tidak terbatas pada konektivitas semata, namun juga kapasitas besar untuk mengakselerasi segala kegiatan komputasi dan pengolahan data yang lebih besar untuk mendukung implementasi AI yang sedang berkembang saat ini,” ujar Adi.
Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan fokus yang sedang dibangun Biznet. Setelah selama bertahun-tahun memperluas jaringan internet dan fiber optic, perusahaan kini mulai menempatkan data center, kabel bawah laut, cloud, dan AI sebagai bagian dari infrastruktur yang menopang ekosistem digital.
Bagi Indonesia, tantangannya bukan lagi sekadar memperluas jumlah pengguna internet. Ketika penggunaan AI, cloud, dan layanan digital dengan kebutuhan komputasi tinggi terus berkembang, kapasitas infrastruktur di belakang koneksi pengguna akan ikut menentukan seberapa jauh ekosistem tersebut dapat tumbuh.
Perjalanan 26 tahun Biznet karena itu tidak hanya dapat dilihat dari bertambahnya cakupan jaringan. Arah investasi perusahaan juga menunjukkan perubahan kebutuhan industri internet Indonesia: dari membangun akses, menuju membangun infrastruktur yang memungkinkan semakin banyak data diproses, disimpan, dan dipertukarkan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

