Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

DPR: Subsidi Paket Data, Pemerintah Perlu Perhatikan Daerah yang Susah Jaringan

1 5.370

Sulitnya jaringan di beberapa wilayah di Indonesia menjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring. Illiza Sa’aduddin Djamal, Anggota Komisi X DPR F-PPP mengatakan masalah itu mengakibatkan banyak siswa yang tidak dapat mengikuti PJJ.

Oleh karena itu, lliza mengatakan insentif paket data bagi siswa, mahasiswa, guru, dan dosen yang akan dikucurkan oleh pemerintah untuk menunjang PJJ harus memperhatikan daerah yang sulit jaringan, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Menurutnya, perlu ada kebijakan khusus dalam penyaluran subsidi bagi masyarakat yang tinggal di daerah 3T karena masing-masing operator seluler memiliki cakupan jaringan yang berbeda.

“Kami meminta pemberlakuan khusus terutama untuk wilayah 3T. Kalau di wilayah perkotaan, tentu ada internet. Tetapi kalau di daerah 3T, jaringan internet berbeda dengan kota,” ujar Illiza, Kamis (3/9).
Baca juga: Dukung Pembelajaran Jarak Jauh, Telkomsel Perkuat Jaringan Broadband

Program Subsidi Paket Data

Dashboard Verifikasi dan Validasi Nomor Ponsel Kemendikbud per tanggal 04-09-2020 

Dalam program subsidi ini, siswa sekolah akan diberikan kuota internet gratis sebesar 35 GB per bulan, untuk guru sebesar 42 GB per bulan. Sedangkan untuk mahasiswa serta dosen 50 GB per bulan. Mekanismenya, sekolah akan mendata nomor handphone (HP) setiap peserta didik yang akan dimasukkan ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Satu Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) hanya boleh memasukkan satu nomor HP dan nomor ini akan diberikan kepada operator seluler. Pendaftaran dapat dilakukan hingga 11 September 2020.

Subsidi akan diberikan selama empat bulan, dari September hingga Desember 2020. Nantinya, nomor handphone akan dilakukan verifikasi. Kemudian, setelah nomor dinyatakan masih aktif, maka pemerintah akan langsung mentransfer kuota data ke masing-masing nomor penerima manfaat.

Illiza mengatakan subsidi ini merupakan respons dari keluhan masyarakat terkait pelaksanaan PJJ yang disampaikan kepada Komisi X DPR. Setelah dilakukan pembahasan, akhirnya diputuskan kalau subsidi tidak diberikan dalam bentuk uang. “Subsidi ini merupakan rekomendasi dari Panja PJJ Komisi X DPR karena banyak keluhan yang masuk soal PJJ,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan pemerintah harus bermitra dengan operator telekomunikasi yang memiliki jaringan internet kuat dan stabil, jangkauan luas, serta punya kualitas terjamin agar proses belajar dapat berjalan lancar.

Kondisi operator seluler

Telkomsel BTS USO
BTS USO TelkomselTelk

Telkomsel menjadi salah satu operator yang memiliki jangkauan luas, tersedia di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Perusahaan memiliki lebih dari 228.000 BTS yang menjangkau 95% wilayah Indonesia. Selain itu, 20.000 BTS dan 1.083 BTS USO (Universal Service Obligation) milik Telkomsel telah menjangkau wilayah 3T serta perbatasan negara.

Berdasarkan data survei Ookla, Telkomsel menjadi nomor satu dari segi kecepatan unduh, yakni di 74,31% atau 382 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Demikian juga dengan kecepatan unggah Telkomsel yang unggul pada posisi pertama di 278 kota/kabupaten atau sekitar 54,08% dan posisi kedua di 135 kota/kabupaten atau 26,26%. Selain dari sisi kecepatan unduh dan unggah, latensi jaringan Telkomsel di 282 kota/kabupaten atau 54,86% berada di atas operator lain.

Sementara itu jaringan data 4G XL Axiata telah menjangkau lebih dari 450 kota/kabupaten di hampir seluruh provinsi Indonesia. Total panjang jaringan backbone fiber optik mencapai lebih dari 45 ribu ribu kilometer. Total BTS yang kini menopang layanan kepada seluruh pelanggan mencapai lebih dari 133.000 BTS, dan lebih dari 43.000 di antaranya merupakan BTS 4G/LTE. Jumlah BTS ini juga terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan pelaksanaan program peningkatan kualitas jaringan dan perluasan daerah layanan, termasuk 350 BTS USO.

Sedangkan Indosat Ooredoo memiliki total 133 ribu BTS yang dioperasikan setidaknya pada 31 Maret 2020, meningkat lebih dari 51 ribu BTS dalam kurun waktu satu tahun. Indosat sendiri hingga 2018 puna 164 BTS USO.