Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

XL Axiata Pulihkan Jaringan di Lombok Utara Paska Gempa

0 96

Gempa Lombok hingga 7 SR yang terjadi pekan lalu menyebabkan gangguan pada jaringan telekomunikasi milik PT XL Axiata Tbk di pusat gempa, Lombok Utara. Sesaat mendeteksi gangguan pada layanannya, tim lapangan XL sudah bekerja memulihkan layanannya.

Gempa Lombok, terutama di Lombok Utara, sempat mengakibatkan aliran listrik padam.

Setelah sempat terkendala, pihak XL memastikan layanan berangsur normal bagi pelanggan di Lombok Utara per Senin (6/8), termasuk jaringan di area Tanjung, yang menjadi pusat pemerintahan Kab. Lombok Utara.

Sedangkan layanan di sebagian besar wilayah di Lombok dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada umumnya dalam kondisi tetap dapat digunakan, baik untuk layanan telepon, SMS, maupun data/internet.

Hingga saat ini tercatat  98 orang meninggal dunia dan 238 lainnya luka-luka akibat gempa Lombok ini, demikian menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BPNB sebagaimana ditulis oleh kumparan.com.

Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya  mengatakan, “Kami keluarga besar XL Axiata dan sekaligus bagian dari masyarakat NTB, turut berduka sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa sebagai dampak dari gempa di Lombok kemarin.”

Ia mengatakan tim XL akan menempuh berbagai upaya agar jaringan bisa segera pulih dan bisa membantu akses komunikasi warga, terutama guna membantu proses tanggap darurat dan penanganan korban oleh aparat terkait.

Yessie menginformasikan, meski gempa juga terasa sangat kuat di sebagian besar Pulau Lombok, bahkan hingga Bali dan Sumbawa, namun gangguan jaringan yang terjadi terutama berada di wilayah Lombok Utara. Untuk wilayah Lombok yang lain, layanan XL Axiata tetap bisa beroperasi dengan baik.

Baca juga: XL Axiata Tawarkan Paket Haji 2018 untuk Ringankan Biaya Komunikasi Jamaah

Menurut Yessie, beberapa BTS sempat padam sesaat setelah gempa, namun hal ini lebih karena terputusnya aliran listrik. BTS-BTS  tersebut segera bisa kembali beroperasi setelah mendapatkan pasokan listrik dari genset yang disiapkan. Antisipasi pengerahan genset secara ekstra memang sudah dilakukan sejak terjadinya gempa di wilayah yang sama pekan lalu.

Penyerahan bantuan kemanusiaan oleh XL ke para korban gempa

Tim XL Axiata di lapangan juga masih bersiaga sejak saat itu untuk mengantisipasi gempa Lombok susulan. Selain genset, tim teknis juga menyiapkan opsi lainnya berupa redirect coverage dan juga kemungkinan mengerahkan mobile BTS ke lokasi yang paling membutuhkan.

Menurut Yessie, sebelumnya tim XL Axiata di lapangan mengalami kendala untuk menghidupkan lagi BTS yang padam karena genset sudah mulai kehabisan solar, padahal akses jalan untuk mengirim solar ke BTS-BTS tersebut juga sulit ditembus karena dampak gempa.

Di wilayah Lombok Utara, XL Axiata memiliki lebih dari 120 BTS, sebanyak lebih dari 82 di antaranya adalah BTS 3G dan 4G LTE. Sementara itu, di seluruh Provinsi NTB, XL Axiata total memiliki lebih dari 2900 BTS, dengan  790 BTS di antaranya 4G LTE, yang melayani lebih dari 2 juta pelanggan.

Selain bekerja memastikan layanan yang normal bagi seluruh pelanggannya, XL turut berkontribusi membantu korban gempa Lombok dengan menyalurkan bantuan darurat, seperti bahan makanan, obat-obatan, selimut dan tenda. Selain itu juga ada bantuan berupa perlengkapan penunjang kesehatan bagi warga korban selama di pengungsian, seperti peralatan mandi.

Ada pula, bantuan berupa dukungan teknis penyediaan sarana telekomunikasi dan akses internet gratis. Perangkat-perangkat ini akan ditempatkan di lokasi yang paling membutuhkan sehingga selain bisa dimanfaatkan oleh warga, juga bisa pula dipergunakan oleh aparat penanganan bencana.

XL turut mengajak pelanggan lainnya di seluruh tanah air membantu berdonasi melalui program “SMS Donasi”. Bagi yang ingin membantu dapat memanfaatkan pulsa XL atau AXIS miliknya sebesar Rp 1000-Rp. 200.000. Caranya adalah kirim SMS ke 6116: Donasi<spasi>PEDULILOMBOK<spasi>nominal (1000 – 200.000). Atau via umb: *123*6116# pilih PEDULILOMBOK dan ikuti petunjuknya. Program akan berlangsung 6 Agustus hingga 31 Oktober 2018.