Telkom Genjot Digitalisasi Nasional, Perluas Jaringan di 2022

Pemerintah terus berupaya untuk memperluas jaringan internet dan telekomunikasi di Indonesia. Untuk mendukung hal ini, PT Telkom Indonesia Tbk mengaku siap untuk menjangkau lebih dari 12 ribu desa yang saat ini masih sulit mendapatkan akses digital.

“Saat ini mungkin ada 12 ribu desa yang belum terjangkau. Ini menjadi PR kita bersama. Kami di Telkom siap mensuport, tentunya dengan dukungan dari Kominfo. Tahun depan paling enggak bisa menjangkau 12 ribu desa itu,” kata Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk, Ririek Adriansyah dalam webinar Investor Daily, Selasa (13/7).

Dalam pemaparannya, Ririek menegaskan bila Telkom Indonesia saat ini telah membangun 168 ribu fiber optik, 35,8 ribu tower, 133 transponder satelit, dan 26 data center.

“Kami di Telkom sudah membangun fiber optic di seluruh Indonesia yang menghubungkan ibu kota dan kabupaten. Kami juga memiliki satelit untuk daerah terpencil, termasuk tower dan data center,” ujarnya.

Melalui anak usahanya Telkomsel, Ririek juga menegaskan bila pihaknya telah berhasil menjangkau 99 persen populasi di Indonesia. Meski demkian, 25 persen penggunannya masih belum menggunakan ponsel pintar.

“Untuk mobile melalui Telkomsel kita sudah membangun 231 ribu BTS yang secara populasi sudah menjangkau 99 persen. Hanya saja tantangannya di kita masih ada 25 persen yang belum menggunakan smartphone, jadi masih terbatas saat mengakses data dan aplikasi,” tuturnya.

Telkom Indonesia Perluas Jaringan 5G di Indonesia

telkom indonesia

Ririek juga mengungkapkan rencananya untuk memperluas akses layanan 5G di Indonesia. “Dalam waktu dekat kita sudah masuk ke jaringan 5G, meski masuk limited,” imbuhnya.

Layanan 5G adalah teknologi dalam perangkat seluler yang dapat mencapai kecepatan data lebih tangkas. Layanan ini memiliki latency lebih rendah dan jumlah kerapatan koneksi lebih banyak daripada jaringan4G.

Adapun 5G merupakan evolusi dari Teknologi 4G LTE. Pada tahun lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memberikan izin kepada dua operator, salah salah satunya Telkomsel atau anak usaha Telkom Indonesia, untuk menggelar layanan 5G di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Untuk meningkatkan jaringannnya, secara paralel, Telkom Group juga menyiapkan infrastruktur, mulai dari keterjangkauan fiber optik. Ririek mengatakan Telkom telah memiliki layanan fixed broadband, yakni Indihome, yang telah menjangkau 496 kota dan kabupaten. Angka ini setara dengan 96 persen dari total kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Namun, tidak semua wilayah bisa mengakses layanan tersebut. Untuk kota dan daerah yang tidak dapat terjangkau oleh fiber optik, Telkom Group menyiapkan layanan fixed wireless dan satelit. Saat ini terdapat 43 titik yang telah terjangkau dengan satelit.

Di samping itu, Telkom Group terus membangun data center, Cloud, dan big data sehingga layanan terhadap data sudah dapat dimulai. “Diharapkan bisa membuat negara kita bisa menikmati pertambahan value yang tinggi,” ujar Ririek.

Tinggalkan komen