Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Melalui Program USO, XL Axiata Hadirkan Jaringan 4G LTE di Kepulauan Natuna

0 2.822

XL Axiata terus berusaha menjangkau pelosok negeri dengan berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Melalui program skema USO (Universal Service Obligation), operator seluler milik Axiata Malaysia ini melanjutkan pembangunan jaringan telekomunikasi dan data di berbagai daerah. Di penghujung tahun 2019, BTS USO mulai beroperasi di kawasan perbatasan, tepatnya di Kepulauan Natuna di Provinsi Kepulauan Riau.

Selain itu, ada dua BTS USO lagi di kawasan terpencil yaitu di Musi Rawas, Sumatera Selatan, dan Pesisir Barat Lampung. Keberadaan jaringan USO dengan spesifikasi jaringan data 4G LTE ini diharapkan mampu mendukung pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan. Serta memperkuat aspek ketahanan nasional mengingat letak Natuna di garis terdepan wilayah Republik Indonesia di wilayah Laut Cina Selatan.

Peresmian peroperasinya BTS USO Natuna berlangsung di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna yang dihadiri oleh Alex Burnama, Head of Sales Kepri – Ridar XL Axiata. I Gede Darmayusa, Plt Chief Technology Officer mengatakan suatu kebanggaan pihaknya bisa kembali meresmikan beroperasinya jaringan telekomunikasi dan data di wilayah-wilayah yang termasuk dalam kategori 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

“Kepulauan Natuna merupakan salah satu titik terluar dari wilayah kedaulatan Republik Indonesia, yang berlokasi di tengah Laut Cina Selatan. Terletak di area pemukiman, jaringan yang dibangun dengan skema USO di Natuna ini memiliki jangkauan hingga radius 7 km. Warga setempat dan aparat pemerintah bisa memanfaatkan layanan telekomunikasi dan internet cepat 4G untuk bermacam aktivitas produktif,” ujar Darmayusa.

Selain jaringan USO, XL Axiata sudah hadir di Anambas dan Natuna sejak tahun 2008 dengan layanan 2G yang menggunakan koneksi satelit dan kemudian ditingkatkan menjadi layanan 3G. Pada Maret 2019 lalu, XL Axiata telah meresmikan jaringan data 4G di Kepulauan Anambas, yang terletak di sebelah Barat Daya Kepulauan Natuna, dengan memanfaatkan backbone Palapa Ring Barat, bekerjasama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dalam memanfaatkan jaringan Palapa Ring Barat. Saat ini, terdapat sekitar 2000 pelanggan di Natuna.

Baca juga: 

Sosialisasi pemanfaatan layanan data di Kepulauan Natuna

Bersamaan dengan peresmian beroperasinya jaringan USO 4G LTE di Kepulauan Natuna, XL Axiata juga menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi pemanfaatan layanan data secara produktif kepada masyarakat. Salah satunya adalah sosialisasi penggunaan aplikasi Laut Nusantara bagi 35 warga nelayan setempat.

Penggunaan suatu aplikasi digital yang bisa membantu menunjukkan lokasi keberadaan ikan adalah sesuatu yang sangat baru bagi mereka. XL Axiata akan terus melakukan sosialisasi program kepada daerah dengan komunitas nelayan di wilayah Natuna.

Selanjutnya, tim XL Axiata juga memberikan edukasi pemanfaatan layanan digital bagi masyarakat setempat, terutama kaum perempuan, melalui program edukasi Sisternet. Edukasi diikuti 38 orang termasuk istri nelayan dan ibu rumah tangga lainnya di Desa Mekar Jaya dan sekitarnya. Edukasi ini antara lain meliputi pelatihan tentang edukasi internet bagi UMKM perempuan dan sosialisasi strategi digital marketing.

Untuk dunia pendidikan, XL Axiata tidak lupa menyalurkan program Gerakan Donasi Kuota (GDK) untuk sekolah yang berada di Desa Mekar Jaya, yaitu MTSN Miftahunnajah Desa Mekar Jaya. Dengan donasi kuota data ini, kini para pelajar dan guru di sekolah tersebut bisa langsung mengakses internet cepat untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Di Sumatera, saat ini XL Axiata juga terus melakukan perluasan infrastruktur jaringan layanan data. Ini sejalan dengan fokus perusahaan untuk terus mendorong perkembangan dan pertumbuhan penggunaan layanan data di masyarakat. Saat ini jumlah pelanggan XL Axiata di Sumatera mencapai sekita 19% dari jumlah pelanggan nasional, dengan jumlah pelanggan data mencapai lebih dari 80%, yang didukung dengan infrastruktur jaringan sebanyak lebih dar 24ribu BTS termasuk sekitar 18 ribu BTS data (3G & 4G) di berbagai wilayah di Sumatera. Saat ini jangkauan layanan data (3G & 4G) XL Axiata juga telah melayani lebih dari 150 kota/kabupaten di Sumatera.

Untuk program USO sendiri, di tahun 2019 ini XL Axiata juga telah mengoperasikannya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu di Kabupaten Ende, kemudian Provinsi Maluku Utara, tepatnya di Kabupaten Halmahera Barat, serta tiga lainnya di Provinsi Maluku, yaitu di Kabupaten Tengah Tengah.

Pembangunan jaringan USO oleh XL Axiata di 2019 ditargetkan mencakup 289 titik di 51 kabupaten yang tersebar di berbagai provinsi, baik di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Dari seluruh 289 BTS USO yang dibangun merupakan BTS 4G.

Langkah XL Axiata untuk membangun jaringan USO tidak akan berhenti di tahun ini saja. XL Axiata berharap akan bisa melanjutkannya di tahun 2020 di area yang semakin luas. Menurut Gede, XL Axiata juga akan mengelola dan mengembangkan semua jaringan USO yang dibangun menjadi jaringan yang benar-benar mampu melayani masyarakat semaksimal mungkin agar memberikan nilai ekonomi dan bisnis. Untuk itu, seiring dengan pembangunan jaringan USO ini, juga akan dibangun ekosistem pendukung sehingga masyarakat setempat semakin mudah mengakses dan memanfaatkan semua jenis layanan XL Axiata.

“Area luar Jawa, memiliki potensi perluasan jaringan terutama karena penggunaan data internet yang sangat tinggi, di mana 44% penggunanya berada di luar Jawa dan akan terus bertambah. Dengan potensi ini, tentunya kami sangat optimis untuk mengembangkan potensi bisnis terutama data di area luar Jawa, termasuk area-area jaringan USO,“ imbuh Gede

Sebelumnya pada tahun 2017 dan 2018, XL Axiata juga telah mulai membangun jaringan USO di sejumlah daerah, antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Sambutan masyarakat di semua area titik BTS berada sangat positif. Data trafik yang tercatat di setiap BTS juga menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sejak pertama kali beroperasi hingga saat ini, yaitu rata-rata antara 11% – 15%. Selain itu, jumlah masyarakat yang memanfaatkannya juga terus bertambah. Ini berarti masyarakat telah mendapatkan manfaat dari keberadaan jaringan USO tersebut, termasuk juga aparat pemerintah setempat dalam memberikan layanan kepada warganya.