Jakarta, Gizmologi – Starlink milik Elon Musk memang akan hadir di Indonesia, meski akan diujicoba terlebih dahulu di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ujicoba jaringan Starlink dikatakan bisa dilaksanakan pada pertengahan Mei 2024.
Euforia jaringan baru ini nampaknya membuat para tech enthusiast tak sabar mencoba Starlink. Mereka turut membagikan pengalaman dan cara kerja Starlink di tempat tinggal mereka.
Starlink milik Elon Musk pada awalnya masuk di Indonesia untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Adapun ketika website versi Indonesia sudah hadir, terlihat bahwa jaringan ini bisa digunakan juga secara pribadi di wilayah mana pun.
Baca Juga: XL Anggap Starlink di Indonesia bisa jadi Ancaman Industri Telko
Pengalaman Penggunaan Starlink Milik Elon Musk, Akses Internet Sedikit Lebih Cepat?

Terdapat tiga tech influencer di platform X yang terlihat membagikan pengalamannya menggunakan Starlink milik Elon Musk. Pertama ada Panji Gautama dengan akun X @rhapsodixx.
Dalam cuitannya ia mengaku berlangganan Starlink dikarenakan mengikuti jejak para tech bros. Meski euforia Starlink ke Indonesia bisa dikatakan sejak 2023 lalu, namun Panji ternyata telah memesan sejak tiga tahun lalu.
“Mengikuti jejak para tech bros, akhirnya barang yang udah diorder sejak 3 tahun lalu sampai juga,” kata Panji.

Paket Starlink yang Panji beli merupakan standard gen 2, actuated kit, dan residential. Isi paket tersebut ada starlink, base dan router. Menurutnya bagi kamu yang ingin menggunakan mesh network hardware pihak ketiga perlu membeli ethernet adapter.
Menurutnya pengaturan penggunaan Starlink sangat mudah karena tinggal di colok. Lalu di aplikasi Starlink ada fitur untuk pengecekan obstruction atau halangan dari posisi yang diinginkan untuk starlinknya.
Menurut cerita Panji, produk gen 2 Starlink cukup sensitif dengan halangan sehingga disarankan di letakkan di open sky area. Proses penghubungan internet berbeda-beda di setiap area, untuk di wilayah Cinere, Jakarta Selatan membutuhkan waktu 20 hingga 30 menit. Tak lupa juga Panji mencoba membandingkan jaringan Starlink dengan milik First Media dengan paket 300Mbps, hasilnya bisa dibilang beda tipis.

Tech enthusiast lainnya bernama Ramda dengan akun @ryanurzha, ia menceritakan kecepatan yang didapatkannya dengan Starlink yaitu 60-80 Mbps download, 35 Mbps upload dan lantesi 28 ms. Lalu untuk daerah Jogja, akun @vmgamer mendapat kecepatan 246,49 Mbps.
Ada pengalaman dan saran yang dibagikan oleh Panji. Yaitu bila sudah menggunakan layanan jaringan fiber optik yang mumpuni, lebih baik tetap menggunakan jaringan tersebut. Lalu jika lokasi tempat kamu tak memiliki ruangan terbuka, besar kemungkinan jika menggunakan Starlink tidak optimal koneksinya.
Selain itu kondisi cuaca atau hujan memiliki pengaruh dengan jaringan Starlink milik Elon Musk ini. Dalam kondisi mendung bisa membuat koneksi drop walaupun tidak signifikan. Kecepatan internet juga bervariasi tergantung dari lokasi dan penempatan perangkat.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




