Jakarta, Gizmologi – Setiap tahunnya, Samsung terus berpartisipasi dalam mengembangkan talenta atau bakat dari generasi muda Indonesia, dengan memberikan mereka platform khusus demi menciptakan sebuah dampak nyata. Melalui Samsung Innovation Campus Batch 7, diberikan pelatihan AI dan IoT inklusif, dan kini telah terpilih dua tim terbaik dengan dampak inovasi solutif.
Setelah digelar mulai tahun 2025 kemarin, Samsung Innovation Campus Batch 7 akhirnya berhasil mengumumkan dua tim terbaik dari masing-masing kategori peserta, setelah sebelumnya berhasil melibatkan hingga lebih dari 500 peserta terdiri dari siswa hingga mahasiswa pada Stage 3 sebelumnya. Pemilihan dilakukan setelah melalui rangkaian pembelajaran, mentoring, hingga proses seleksi nasional.
Kedua tim tersebut adalah tim Lumyx dari SMA Darma Yudha Kota Pekanbaru, serta tim Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana Kota Salatiga. Keduanya telah berhasil menciptakan sebuah dampak nyata, melalui solusi berbasis AI dan IoT yang diangkat dari permasalahan nyata di sekitar mereka. Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia mengatakan bila diadakannya Samsung Innovation Campus bukan sekadar memberikan proses pembelajaran teknologi, namun juga tentang membuka peluang baru.
“Kami percaya setiap anak muda memiliki potensi besar ketika diberi akses, bimbingan, dan kepercayaan. Kami mengucapkan selamat kepada tim terbaik atas pencapaian luar biasa ini. Pencapaian ini adalah bukti kerja keras, ketekunan, dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan sepanjang program,” jelasnya lewat sebuah kesempatan yang berlangsung luring (19/2).
Baca juga: Samsung: Galaxy AI Berhasil Tingkatkan Produktivitas dan Kreativitas Pengguna
Gunakan Pendekatan Project-Based Untuk Solusi Lebih Tepat Guna

Dalam menentukan tim terbaik pada Samsung Innovation Campus Batch 7, Samsung didukung oleh sejumlah dewan juri yang berasal dari beragam institusi, termasuk Kementerian Agama RI, Kemedikdasmen, Kemendikti, Samsung R&D Institute Indonesia, dan partner industri lainnya. Menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan talenta digital dengan tidak hanya memberikan pembelajaran teknologi terstruktur, namun juga dewan juri profesional di bidangnya.
Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan talenta teknologi nasional yang disebut Kominfo membutuhkan sekitar 600 ribu talenta per tahunnya, Samsung Innovation Campus Batch 7 berhasil melakukan mentoring dan memilih dua tim terbaik dengan pendekatan project-based learning. Demi membangun solusi lebih aplikatif, teruji, dan berorientasi pada dampak nyata. Termasuk “Alex”, asisten AI personal berbasis IoT rancangan Tim Lumyx.

Dirancang sebagai learning companion sekaligus asisten personal, Alex berwujud sebagai robot kotak mungil yang memiliki banyak fitur dan fungsi cerdas. Mendukung kemampuan interaksi natural, perangkat ini tak hanya mampu merespons perintah seperti menciptakan jadwal tertentu, namun juga bisa mendengarkan secara real-time. Membuatnya mampu untuk merangkum informasi hingga membangun memori personal secara berkelanjutan.
Memanfaatkan machine learning dan pemrosesan audio hingga visual, Alex juga menggunakan solusi berbasis edge dan server, sehingga bisa memberikan pengalaman lebih kontekstual tanpa memerlukan aplikasi kompleks. Dalam pengembangannya, Lumyx berencana untuk menjual perangkat ini dalam biaya cukup terjangkau, serta menawarkan sistem berlangganan untuk edge dan server agar bisa terus memahami penggunanya secara personal.
Akan Terus Asah Kemampuan Pelajar Lewat Samsung Innovation Campus

Lain dari The Best Team Pertama dari kategori Siswa, lain pula dari kategori Mahasiswa. Di mana tim Outliers berhasil menciptakan sebuah solusi yang bakal membantu para masyarakat yang sedang menjalani rehabilitasi pasca stroke. Yakni melalui PhysioTrack, memanfaatkan AI serta IoT untuk memungkinkan pasien menjalani terapi dari rumah sembari tetap terukur dan terpantau oleh terapis.
Solusi ini hadir dari permasalahan yang dialami langsung oleh anggota tim Outliers, di mana ia harus menjadi pendamping pasien rehabilitasi pasca stroke, yang seringkali harus membuang waktu berjam-jam hanya untuk transportasi dan menunggu antrean di rumah sakit, membuat proses penyembuhan kurang maksimal. Memanfaatkan rompi dengan sensor khusus dan kamera smartphone, PhysioTrack memungkinkan pemantauan proses rehabilitasi dari jarak jauh lewat data latihan dan indikator fisiologis, yang kemudian dianalisis oleh model AI.
Sejalan dengan visi global Samsung yakni “Enabling People”, Samsung Innovation Campus akan terus mendorong generasi muda Indonesia agar berani berinovasi, mengasah kemampuan teknologi, dan berkontribusi membangun masa depan berbasis AI. Dan terpilihnya dua tim terbaik pada Batch 7 menjadi simbol bila pembelajaran berbasis proyek mampu memperkecil jarak antara dunia pendidikan serta kebutuhan industri digital.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



