Toyota Ingin Lengkapi Mobilnya dengan Sistem Pembangkit Tenaga Surya

Jakarta, Gizmologi – Toyota Motor Corp ingin melengkapi lini terbaru mobilnya dengan sistem pembangkit tenaga surya. Menurut perusahaan otomotif asal Jepang itu, penggunaan solar panel akan membantu upaya mereka untuk menghadirkan teknologi kendaraan yang ramah lingkungan atau zero karbon.

Mengutip Kantor Berita Kyodo, Toyota dilaporkan sedang melakukan penelitian dan pengembangan dengan National Institute of Advanced Industrial Science and Technology, untuk menghasilkan teknologi energi terbarukan. Di samping, Toyota Central R&D Labs Inc., juga membuat mobil yang berfokus pada pencapaian kemajuan teknologi ramah lingkungan.

“Ketiga pihak akan berusaha untuk mempopulerkan kendaraan yang dilengkapi dengan sistem pembangkit tenaga surya – Untuk tujuan ini, (kami) akan mengejar peningkatan efisiensi konversi dan pengurangan biaya untuk baterai surya dan sistem pembangkit tenaga surya,” kata pihak Toyota dalam sebuah pernyataan, Senin (18/10/2021).

Meski begitu Toyota belum merinci jenis mobil apa yang akan dilengkapi sistem pembangkit tenaga surya. Di sisi lain, berdasarkan data Toyota terus berupaya meningkatkan efisiensi konversi sistem pembangkit tenaga surya dan baterai, demi menurunkan biaya pemakaian energi fosil sehingga dapat memungkinkan adopsi yang lebih luas.

Baca Juga: Siapkan Kendaraan Masa Depan, Honda Integrasi Layanan Google dan Uji Mobil Otonom

Untuk mencapai tujuannya mengurangi emisi karbondioksida menjadi nol (bersih) pada tahun 2050. Toyota juga akan meningkatkan pengembangan teknologi untuk memproduksi dan mengangkut hidrogen bebas emisi dengan biaya lebih rendah.

Pembuat mobil asal Jepang itu juga, mengalihkan fokus mereka ke kendaraan listrik dari mobil mesin pembakaran internal konvensional sebagai cara untuk melakukan bagian mereka dalam mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca. Karbondioksida dan emisi gas perangkap panas lainnya menjadi faktor utama atas pemanasan global.

Toyota juga telah menetapkan tujuan untuk meningkatkan penjualan global kendaraan listriknya menjadi 8 juta unit pada tahun 2030. Termasuk menawarkan berbagai pilihan kendaraan dari jenis hibrida hingga mobil sel bahan bakar bertenaga hidrogen.

Tinggalkan komen