Asal Tren Cari Nama di Urban Dictionary, dari Twitter ke Instagram

Jakarta, Gizmologi – Dalam dunia media sosial, selalu ada saja tren baru yang diikuti oleh para penggunanya, berubah tiap waktu bahkan setiap jamnya. Akhir-akhir ini, warganet terutama pengguna Instagram “diributkan” dengan pro kontra fitur stiker Add Yours. Namun selain itu, Urban Dictionary juga tak kalah ramai dibicarakan oleh pengguna medsos.

Tren yang satu ini tergolong lebih ‘aman’, karena hanya bertujuan untuk mencari arti nama dari yang memang sudah ada pada profil masing-masing pengguna. Berbeda dengan beberapa pertanyaan personal yang muncul di stiker Add Yours, mulai dari nama ibu kandung, nama panggilan sampai bentuk tanda tangan—bercanda atau tidak, tentu tidak sepatutnya diikuti.

Lewat situs Urban Dictionary, pengguna Instagram mengunggah arti nama mereka masing-masing. Meski nama panggilannya sama, hasilnya bisa berbeda. Mencari arti nama memang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Dan cara yang satu ini tentu murni hanya untuk hiburan saja, alias tidak akurat dari yang mungkin orang tua kita artikan sebenarnya.

Baca juga: Stiker “Add Yours” Instagram pun Bisa Jadi Modus Pencurian Data

Cara Input Nama di Urban Dictionary Cukup Simpel

Urban Dictionary

Tren mencari arti nama dari situs Urban Dictionary sendiri dimulai lebih dulu lewat media sosial Twitter. Sempat menjadi trending topic sejak 22 November kemarin, Urban Dictionary sukses diakses oleh banyak orang. Mulai dari pengguna biasa, hingga beberapa figur seperti penulis, komedian dan lainnya.

Barulah kemudian tren cari nama di Urban Dictionary ikut diteruskan ke platform lain seperti Instagram. Lewat unggahan Instagram Stories, masing-masing mengunggah tangkapan layar dari apa yang mereka temukan dari situs tersebut. Ingin mencobanya sendiri? Caranya sangat mudah, cukup dengan menginputkan nama panggilan Gizmo friends untuk melihat hasil yang ada.

Tentunya, semakin spesifik nama kamu, semakin sedikit kemungkinan bisa ditemukan sebuah penjelasan di situs Urban Dictionary. Saya pribadi, misalnya, hanya bisa menemukan arti nama dengan menginputkan kata “gizmo”. Hasilnya sendiri cukup absurd, dengan deskripsi yang diunggah oleh seseorang pada 2008 lalu. Lantas apa sebenarnya situs yang satu ini—apakah mirip dengan Wikipedia?

Urban Dictionary Bersifat Crowdsource

Urban Dictionary

Bila dikutip dari halaman Wikipedia, situs Urban Dictionary sendiri ditemukan sejak tahun 1999. Situs ini menjadi sumber dari pengguna internet untuk menemukan arti kata yang kurang familiar atau kata yang kurang baku—dalam sebutan lain yakni “slang”. Tertulis bila hingga 2014, sudah ada lebih dari 7 juta definisi. Dan tentu jumlahnya sudah berkali-kali lipat hingga saat ini.

Namun berbeda seperti kamus resmi lainnya, Urban Dictionary bersifat crowdsource. Artinya, seluruh entri yang ada di dalamnya berasal dari hasil input para pengguna atau kontributor, yang kemudian masing-masing entri diberikan vote oleh para pembaca atau pengakses. Maka jangan heran bila hasil pencarian yang muncul terkadang justru nyeleneh.

Metode tersebut juga membuat Urban Dictionary mendapatkan kecaman, berkat beberapa entri yang justru ofensif, sampai menerima petisi dari ribuan pembaca. Juga pada 2013 lalu, sempat dikasuskan ke pengadilan atas beberapa definisi slang yang dianggap tidak benar.

Tinggalkan komen