Warung Pintar Group Tumbuh 100 Kali Lipat, Layani 500 Ribu Warung di Indonesia

Untuk meningkatkan kondisi perekonomian Tanah Air, terutama selama masa pandemi, tak bisa dilakukan dari salah satu sektor saja. Semua harus bekerja sama atau berkolaborasi untuk perkuat bisnis, mulai dari perusahaan hingga kelas UMKM. Warung Pintar Group hadir untuk transformasi ekosistem bisnis warung di Indonesia.

Berdiri sejak November 2017 lalu, kini Warung Pintar telah mengembangkan sayapnya untuk berevolusi menjadi Warung Pintar Group. Penggantian nama tersebut diikuti oleh pemberian solusi lebih lengkap dan dirancang inklusif, guna intergrasikan seluruh pemain di ekosistem bisnis warung di Indonesia. Tak hanya pemilik warung, toko kelontong, pengusaha grosir, distributor hingga brand.

Baca juga: GoToko, Platform B2B Gojek untuk Digitalisasi Warung Kelontong

Berdasarkan hasil survei internal, sebanyak 93% pemilik warung memiliki penurunan nilai penjualan mencapai 28% pada awal pandemi COVID-19 berlangsung awal tahun 2020. Untuk itu, Warung Pintar Group berupaya untuk persiapkan akselerasi ekonomi pasca pandemi, gotong royong pulihkan kondisi Indonesia.

Bantu Kembangkan Warung dengan Ragam Solusi Digital

Warung Pintar Group

Dalam sebuah sesi diskusi virtual, Agung Bezharie Hadinegoro selaku CEO dari Warung Pintar Group mengatakan, “untuk mendapatkan transparansi dan meningkatkan efisiensi bisnis warung, seluruh ekosistemnya pun perlu terintegrasi. Itulah yang membuat Warung Pintar Group mendigitalisasi seluruh ekosistem untuk memberikan dampak yang jauh lebih signifikan.”

Sebesar 74% bisnis ritel Indonesia (atau sekitar USD267 miliar) terjadi di kanal tradisional, sementara jumlah warung mencakup 60% dari angka tersebut. Warung juga menjadi kanal distribusi utama dengan kontribusi PDB empat kali lipat lebih tinggi dari e-commerce. Yang masih menjadi masalah hingga saat ini adalah sistem distribusi, informasi yang terfragmentasi serta banyaknya pemain yang berikan solusi pada satu pihak.

Untuk itulah Warung Pintar Group hadir, dengan empat solusi digital utama; Aplikasi Warung Pintar, Aplikasi Grosir Pintar, Warung Pintar Distribusi da Bizzy Connect. Masing-masing bertujuan untuk secara strategis bantu penguatan kolaborasi antar jalur rantai pasok, dari hulu ke hilir.

Dari data yang dihimpun hingga Juli 2021, saat ini telah ada lebih dari 500 ribu warung terdaftar dengan Warung Pintar Group, bersama dengan lebih dari 500 brand serta supplier, plus 600 anggota Grosir Pintar. Sementara jumlah pengguna yang aktif bertransaksi sudah mencapai lebih dari 106 ribu, tersebar di 200 kota dan kabupaten se-Indonesia.

Hubungkan Warung dengan Distributor & Brand Secara Langsung

Warung Pintar Group

Melalui Aplikasi Warung Pintar, pemilik warung dapat melakukan proses pemesanan, pelacakan produk hingga pemantauan kinerja warung, lengkap dengan pemasangan iklan brand sampai saluran ke komunitas. Tingkat efisiensi pengelolaan warung dinilai naik sampai 40% berkat sejumlah solusi digital yang ditawarkan.

Aplikasi Grosir Pintar digunakan oleh toko grosir supaya bisa terhubung ke pemilik warung dalam radius 5 – 10 kilometer, sementara lini bisnis Warung Pintar Distribusi hadir sebagai solusi sistem pergudangan dan inventaris. Mendukung distribusi kebutuhan stok barang untuk pemilik warung.

Warung Pintar Group

Dan yang terbaru, Bizzy Connect hadir untuk hubungkan brand dan distributor langsung ke pemilik warung. Dengan sistem distribusi digital terintegrasi, warung bisa memiliki banyak sumber produk dengan harga 20 – 25% lebih murah. Coca Cola Europacific Partners dan Reckitt telah bergabung dalam platform ini, memanfaatkan dashboard khusus untuk memantau distribusi barang secara live serta mendapatkan insight berbasis data riil.

Sejak awal 2020, Warung Pintar Group telah berhasil mencapai pertumbuhan 100 kali lipat, dari 5 ribu mitra kini menjadi 500 ribu. Artinya, 1 dari 7 warung yang ada di Tanah Air telah berada dalam jaringan Warung Pintar Group.

“Kami percaya bahwa dalam beberapa tahun ke depan, konsumsi akan menjadi katalis bagi perekonomian Indonesia. Melihat lebih dari 70% konsumsi saat ini terjadi di warung melalui transaksi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, Warung Pintar Group hadir untuk merevolusi setiap pelaku industri di channel retail tradisional,” tutup Agung.

Tinggalkan komen