Windows 11 SE, Solusi Microsoft Untuk Bersaing dengan Laptop Chrome OS

Jakarta, Gizmologi – Kebutuhan akan perangkat yang mumpuni untuk para pelajar mendapatkan edukasi kini semakin tinggi. Adanya sistem pembelajaran school from home (SFH) menuntut siswa untuk setidaknya memiliki perangkat seperti laptop yang memadai. Melihat situasi tersebut, Microsoft luncurkan Windows 11 SE sebagai alternatif sistem operasi lebih ringan.

Ini bukanlah kali pertama Microsoft rilis solusi khusus untuk pendidikan. Ketika rilis Windows 8, juga dihadirkan Windows RT yang hadir lebih simpel untuk perangkat lebih murah. Kemudian saat Windows 10 diluncurkan, juga hadir Windows 10 S. Keduanya mirip, dan punya masalah utama yang sama, yakni keterbatasan dukungan aplikasi.

Supaya lebih ringan, Microsoft mengunci kemampuan untuk pasang aplikasi di luar Microsoft Store, yang sayangnya jumlah aplikasi sangat terbatas. Lewat Windows 11 SE, solusi yang diberikan bakal lebih pas, alias sudah belajar dari kesalahan sebelumnya. Hadir khusus untuk perangkat K8 alias mereka yang menempuh sekolah dasar hingga menengah.

Baca juga: Microsoft Buktikan Windows 11 Cocok untuk Pelaku Kreatif

Mengutamakan Cloud, Mendukung Aplikasi Web-Based

Windows 11 SE

“Kami telah mendengar dari para pengajar bila mereka membutuhkan opsi yang lebih sederhana, aman dan bisa bekerja di perangkat yang lebih terjangkau,” jelas Paige Johnson, VP of Education Marketing pada Microsoft lewat sebuah rilis resminya. Portofolio tambahan ini bakal lengkapi varian Windows 11 yang cocok untuk pembelajaran, berikan lebih banyak opsi untuk sekolah demi sistem pembelajaran optimal.

Dirancang khusus untuk edukasi, Windows 11 SE juga dibuat “cloud first”, memiliki pendekatan yang serupa dengan perangkat yang jalankan sistem operasi Chrome OS. Artinya, file yang tersimpan bakal diprioritaskan ke OneDrive, termasuk aplikasi Microsoft Office 365. Namun bagi mereka yang memiliki koneksi internet terbatas, tidak perlu khawatir.

Tak sepenuhnya harus gunakan OneDrive, file bisa disimpan secara offline di dalam perangkat lebih dulu, sebelum nantinya tersambung ke internet di sekolah dan file otomatis tersinkron. Perangkat dengan Windows 11 SE juga tetap bisa instal aplikasi dari luar Store, seperti Zoom dan Google Chrome—meski Microsoft menyarankan untuk gunakan Edge yang berbasis Chromium dan mendukung add-ons dari Chrome.

Windows 11 SE Hadir Tanpa Widgets & Microsoft Store

Windows 11 SE

Beberapa penyederhanaan sana sini juga dilakukan supaya berjalan lebih ringan. Tanpa Microsoft Store, admin IT bakal bisa berikan perizinan khusus untuk memasang aplikasi tambahan. Aplikasi yang diakses bakal tampil full screen secara otomatis, sementara opsi Snap Layouts terbatas untuk jalankan dua aplikasi saja.

Menu Widgets pada Windows 11 biasa juga dihilangkan di Windows 11 SE, dengan alasan dapat mendistraksi siswa ketika sedang menempuh pembelajaran. Tidak akan ada dua aplikasi sejenis dalam bentuk berbeda (seperti OneNote versi sederhana dan bawaan Microsoft 365. Semua ini sudah dirancang dari input yang didapat selama 18 bulan, langsung dari para pengajar.

Ke depannya, Windows 11 SE bakal hadir pada beberapa laptop khusus edukasi yang akan diresmikan dalam waktu dekat. Selain Microsoft, sudah ada beberapa vendor yang telah menyiapkan perangkat khusus K8, seperti Acer, ASUS, Dell, Dynabook, Fujitsu, HP hingga Lenovo. Baru dalam bentuk laptop saja, atau setidaknya belum ada tanda-tanda jenis lain seperti AiO PC.

Harga laptop Windows 11 SE bakal dibuat murah, seperti Microsoft Surface Laptop SE yang dibanderol USD249 atau Rp3,5 jutaan. Spesifikasi varian dasarnya meliputi prosesor Intel Celeron, RAM 4GB, penyimpanan internal 64GB berjenis eMMC dan layar berukuran 11,6 inci dengan resolusi 768p.

Tinggalkan komen