Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Ini yang Dilakukan XL – PBNU untuk Lawan Ekstremisme Digital & Bangun Ekonomi Digital

0 1.588

Teknologi ibarat pisau bermata dua. Bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, namun juga bisa memunculkan dampak negatif salah satunya ekstremisme digital yang kian meresahkan. Hal ini yang menjadi concern Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai salah satu ormas terbesar di Indonesia.

Sebagai bentuk konkrit untuk menanggulangi, kemarin (22/5) PBNU menjalin kerjasama dengan Kemkominfo, XL Axiata, dan Pemrov DKI Jakarta serta sejumlah institusi seperti Bank BTPN, Askrindo, BPJS Ketenagakerjaan,  dan sejumlah perusahaan digital. Mereka akan bersama-sama memfasilitasi anggota NU dan masyarakat luas agar bisa memanfaatkan teknologi digital secara produktif guna mewujudkan kedaulatan dan kemakmuran Indonesia di era digital.

KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU mengatakan kolaborasi ini merupakan orkestrasi bersama seluruh stakeholder bangsa untuk menjaga NKRI dan memasyarakatkan Islam Nusantara yang ramah, damai, dan toleran. Serta untuk mewujudkan tatanan dunia yang adil dan beradab sekaligus melawan ekstremisme digital yang meresahkan.

“Media sosial jangan digunakan untuk menyebarkan konten-konten negatif. Marilah dakwah melalui media sosial, WhatsApp, dan yang viral-viral dan sebagainya,” kata Said Aqil Siroj, di Kantor Pusat PBNU, Jakarta Pusat. Ia menambahkan, melalui platform digital, komunikasi menjadi lebih mudah dan interaktif dalam berbagai format baik tulisan, suara, gambar, maupun video. Komunikasi multi arah dalam komunitas besar ini akan menstimulasi partisipasi aktif anggota menyampaikan ide dan aspirasi.

Senada dengan Said Aqil, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sangat menekankan terjadinya toleransi di media sosial. Ia menyarankan perlu adanya white list yakni daftar konten positif yang dapat menenggelamkan penyebaran konten negatif sehingga penyebarannya bisa diredam oleh konten positif.

Sementara itu Presiden Direktur/CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan kerjasama ini sesuai dengan misi dan tanggung jawab sosial XL Axiata mendukung pemerintah NKRI untuk menjadi wadah yang mengakselerasi ekonomi kreatif berbasis digital, mendorong pertumbuhan konten-konten positif untuk meng-counter ekstremisme digital.

“Bagaimanapun juga, teknologi digital terus berkembang dengan cepat, memasuki dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat kita. Tidak bisa kita hindari maupun menolaknya. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab sosial semua pemangku kepentingan untuk memcerdaskan masyarakat agar bisa meraih manfaatnya dan sekaligus menghindari dampak negatifnya,” ujarnya.

Wujud kerjasama ini adalah dikembangkannya command centre dan smart card. Joseph Lumban Gaol, Chief Digital Services XL Axiata, mengatakan pusat komando atau Command Center di kantor PBNU tersebut untuk keperluan penyediaan creative content berupa teks, audio atau video yang akan di-broadcast ke seluruh warga NU di seluruh Indonesia melalui berbagai media digital. Selain itu, Command Center tersebut juga akan bertindak sebagai sarana pelaporan tanggap darurat jika ada kejadian luar biasa di lingkup jamaah NU.

Selanjutnya, program XL-NUsantara akan mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital di Indonesia yang akan diwujudkan melalui beberapa bidang, terutama bidang pendidikan, ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta entertainment. Dalam implementasinya, program ini nanti akan menggunakan pendekatan dan pengembangan Community, Collaboration, and Co-Creation yang terbuka  bagi berbagai pihak untuk berpartisipasi.

Untuk itu, XL Axiata akan menyediakan kartu keangotaan NU yang dinamakan “XL NUsantara”. Kartu keanggotaan ini merupakan kartu identitas digital dalam bentuk SIM Card yang didalamnya sudah terintegrasi akun uang elektronik atau e-money yang memberikan akses layanan keuangan berbasis digital kepada semua anggota NU. Kartu Keanggotaan NU berbasis layanan keuangan digital dan konektivitas ini adalah pilar utama yang akan menopang platform ekonomi digital bagi komunitas NU, dan juga masyarakat Nusantara secara luas.

“SIM card ini sekaligus meningkatkan inklusi keuangan yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Nomor ini bisa untuk transaksi dan layanan keuangan digital,” pungkas Joseph