Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

YABB Gojek Salurkan Dana Rp116 Miliar untuk Masyarakat Terdampak Pandemi di 2020

0 1.204

Sepanjang tahun 2020, super app Gojek turut membantu untuk meringankan beban masyarakat luas, terutama mereka yang terkena dampak langsung dari pandemi COVID-19. Selain membantu UMKM untuk dapat bertahan hidup dan melanjutkan bisnisnya, bantuan juga disampaikan melalui Yayasan Anak Bangsa Bisa atau YABB.

Yayasan Anak Bangsa Bisa adalah sebuah organisasi nirlaba yang terbentuk sebagai perpanjangan tangan Gojek. Hadir untuk memperluas dampak sosial, organisasi ini telah menyalurkan bantuan senilai total Rp116 miliar sepanjang tahun 2020. Bantuan tersebut terdiri atas paket sembako hingga kupon makanan bagi mitra Gojek dan keluarganya, hingga paket makanan untuk tenaga kesehatan.

Termasuk paket sembako bagi para pekerja informal hingga program #BersamaBISA di bidang pendidikan, dan #BersamaMAJU di bidang kewirausahaan. Di Indonesia, YABB telah distribusikan 693 ribu paket sembako selama sepuluh bulan (Maret – Desember 2020). Serta 2,9 juta kupon makanan dan 230 ribu paket makanan. Salah satunya untuk menjaga keberlangsungan pendapatan ribuan UMKM kuliner yang terdampak pandemi.

Baca juga: Gojek Beri Bantuan Beasiswa Kepada 10 Anak Mitra Driver

Tak Hanya Mitra Lokal, Juga Beberapa Negara Lain di Asia

Konferensi daring kilas balik YABB 2020

Selain di Indonesia, YABB juga turut bantu lebih dari 26 ribu mitra Gojek di Singapura, Thailand dan Vietnam lewat pendistribusian kupon sembako, paket makanan serta kupon bahan bakar. Penggalangan dana publik juga sempat dilakukan bersama dengan grup musik Slank, berhasil kumpulkan Rp11,6 miliar untuk diberikan kepada pekerja informal.

Dalam sebuah kesempatan virtual, Chairwoman YABB, Monica Oudang menjelaskan bila YABB lahir untuk menjawab situasi penuh tantangan, terutama bagi para jenis masyarakat yang terdampak di atas. Terdorong atas adanya pembatasan mobilitas masyarakat selama pandemi, yang berdampak ke pendapatan pelaku usaha mikro, mitra driver, pekerja harian dan lainnya.

“Hal ini yang mendorong kami untuk mendirikan YABB, dan mendukung mereka agar tetap optimis dan dapat bertahan di tengah situasi yang sulit,” tambah Monica. Dengan persiapan hanya 3 minggu, pada 20 Maret, YABB resmi didirikan untuk mengumpulkan donasi serta menyalurkannya lewat berbagai program nyata. Baginya, seluruh karyawan dan mitra bisnis Gojek memiliki andil yang besar, termasuk juga masyarakat.

Selain membantu mereka yang terkena dampak pandemi lewat COVID-19 Relief Program, YABB juga mendukung ketahanan sektor lainnya. Ada dua program utama yang dihadirkan untuk mendukung sektor pendidikan serta kewirausahaan, masing-masing disebut dengan #BersamaBISA dan #BersamaMAJU. Bantu masyarakat untuk beradaptasi dengan platform digital.

Bantu Masyarakat Untuk Beradaptasi dengan Teknologi Digital

Melalui program #BersamaBISA, YABB memberikan pendampingan hingga pengembangan modul untuk sista sekolah tingkat SD, SMP dan SMP untuk tingkatkan kemampuan non-teknis (soft skills). Mulai dari komunikasi, bergaul dan berpikir kritis serta berkreativitas. YABB juga berikan fasilitas pendukung PJJ seperti perangkat tablet hingga kuota internet bulanan.

Sementara program #BersamaMAJU fokus mendukung mitra UMKM untuk go digital, supaya bisa bertahan atau semakin sukses di situasi pandemi. Program ini meliputi bantuan modal pemasaran digital, serta pelatihan hingga pembinaan. UMKM yang terpilih untuk mengikuti program ini diklaim memiliki kenaikan penjualan hingga 30%.

Ke depannya, YABB bakal perkuat komitmen untuk membangun komunitas yang berkelanjutan, melalui pemanfaatan teknologi dan semangat gotong royong. Ada dua fokus utama yang dituju, yaitu pengembangan talenta (talent incubator) dan penciptaan solusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat (solution incubator).

“YABB akan memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk membekali SDM dengan keterampilan dan keahlian yang relevan di masa depan. Serta menciptakan lapangan pekerjaan, hingga pada akhirnya turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian bangsa,” tutup Monica.