Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

YouTube Batasi Kualitas Video Secara Global Selama Satu Bulan

0 2.792

Pandemi virus korona (Covid-19) membuat banyak orang mengharuskan dirinya untuk mengisolasi diri di rumah, bekerja dari rumah atau work from home (WFH), mengurangi risiko penularan virus ketika kontak fisik dengan orang lain. Nah, salah satu media hiburan yang umumnya diakses olah masyakarat, apalagi kalau bukan situs streaming video, seperti YouTube.

Dengan meningkatnya traffic atau lalu lintas data YouTube belakangan ini, pihak perusahaan yang merupakan bagian dari Alphabet Inc. ini memutuskan untuk mengganti kualitas video default saat masyarakat mengakses setiap konten yang ada di YouTube, memastikan untuk tidak terlalu mengganggu jaringan internet selama sedang dibutuhkan saat-saat ini.

Keputusan YouTube Menurunkan Kualitas Videonya

Biasanya, kualitas video YouTube ditentukan secara otomatis dari server. Kalau kamu punya konektivitas internet kencang, video bisa secara otomatis diputar pada resolusi HD 720p. Namun mulai hari Selasa kemarin dan berproses sampai beberapa hari kedepan, YouTube akan menurunkan kualitas video streaming default-nya ke standard definition, sebagai upaya untuk meringankan lalu lintas internet selama masa pandemi Covid-19.

Sebelumya, YouTube telah mematuhi dan menerima saran dari institusi di Eropa, yang memohon kepada berbagai macam platform penyedia streaming seperti YouTube, Netflix dan Amazon Prime Viseo untuk menurunkan penggunaan bandwidth mereka. YouTube mengiyakan, yang kemudian juga diikuti oleh Netflix.

Baca juga: Dampak Covid-19, YouTube & Netflix Turunkan Kualitas Streaming di Eropa

Nantinya, setiap kali pengguna mengakses sebuah video, YouTube akan menampilkan konten tersebut dalam kualitas rendah. Jika ingin beralih ke HD, pengguna masih bisa menggantinya lewat pengaturan video seperti biasa, namun ketika video selanjutnya tayang, resolusi akan kembali turun ke SD dan seterusnya.

Tampilan YouTube Android

Penggunaan layanan streaming telah meningkat drastis dalam beberapa minggu terakhir, akibat masyarakat yang memutuskan untuk tetap berada di dalam rumah agar tetap terhindar dari virus. Kalau biasanya akses YouTube memuncak setelah jam kerja, kini konsumsi datanya lebih merata sepanjang hari. Seperti yang kita tahu, streaming video membutuhkan bandwidth internet lebih banyak jika dibandingkan dengan musik, messenger ataupun akses navigasi.

Lewat sebuah studi yang dirilis lembaga analisa jaringan, Sandvine, Google berkontribusi sebagai platform yang menghabiskan volume internet terbanyak sepanjang tahun lalu, disusul oleh Netflix. YouTube sendiri percaya jika kita tidak akan kehabisan bandwidth internet dalam waktu dekat ini, namun ini adalah tindakan preventif yang bisa dilakukan oleh mereka. “Kami terus bekerja sama dengan pemerintah dan operator jaringan di seluruh dunia untuk melakukan bagian kami, untuk meminimalkan tekanan pada sistem selama situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata pihak Google dalam sebuah pernyataan resmi, dikutip dari Bloomberg.

Fitur Baru YouTube Yang Bakal Hadir di Android

Padahal, diketahui jika YouTube nantinya akan memberikan opsi untuk mengganti kualitas video secara default. Informasi ini ditemukan melalui aplikasi YouTube for Android versi 15.12.33, dimana ada sebuah catatan “BETA” yang mengindikasikan fitur ini sedang dalam proses penyempurnaan. Nantinya, kamu bisa mengatur kualitas video secara default baik ketika sedang menggunakan jaringan data seluler maupun WiFi.

Fitur ini akan sangat berguna ketika kamu sedang di rumah, memiliki akses koneksi internet cepat dan mengaksesnya menggunakan perangkat berlayar besar seperti Android tablet. Namun dengan situasi saat ini, mungkin fitur tersebut tak akan hadir setidaknya sampai masa pandemi Covid-19 ini selesai, agar tidak mengganggu bandwidth internet secara global. Jadi harap bersabar dulu ya.