Setelah mengulas varian tengah atau versi 5G standar beberapa hari lalu, saya berpindah ke penawaran terbaru OPPO lainnya di pertengahan tahun 2021 ini. Bukan yang terbaik, tapi kelasnya sudah bisa dibilang masuk ke ranah flagship. Yaitu OPPO Reno6 Pro 5G.
Ini adalah varian OPPO Reno yang paling premium saat ini. Sebelumnya, OPPO hadirkan versi Pro dengan selisih harga Rp3 – Rp4 jutaan dari varian standarnya. Namun tahun ini berbeda, di mana OPPO Indonesia hadirkan dua varian tambahan di atas versi 4G. Harganya? Melebihi dua kali harga jual OPPO Reno6 4G.
Ya, harga yang terbilang mahal, untuk sebuah smartphone yang serinya masih dipakai juga untuk kelas mid-range. Awalnya pun saya sedikit pesimis, namun tak perlu waktu lama bagi saya untuk mengambil kesimpulan berikut: dibandingkan varian 5G standar, OPPO Reno6 Pro 5G lebih layak dengan banderol harga premiumnya.
Fitur-fitur yang dibawanya seolah membuat OPPO Find X3 Pro menjadi pilihan yang opsional bagi Gizmo friends yang membutuhkan sebuah smartphone komplit dengan desain stylish dan punya kualitas kamera prima. Berikut ulasan lengkapnya.
Desain
Memang, secara tampilan, OPPO Reno6 Pro 5G lebih terlihat mirip dengan versi 4G-nya, alias tidak semenarika versi 5G yang mengusung desain retro. Sisi kiri dan kanan bodi depan dan belakang diberikan lengkungan 3D yang membuatnya nyaman di genggaman, dan tentu saja bodi belakang gunakan finishing Reno Glow dengan permukaan doff.
Rasanya nyaman aja untuk membawa sebuah smartphone berkualitas dalam bobot ringan (188 gram) dan tipis (8mm). Tonjolan modul kamera belakangnya juga tak terlalu besar, sementara opsi warna Lunar Grey yang saya pegang ini terlihat seperti warna biru gelap mendekati abu-abu, menjadi cerah ketika tertangkap cahaya dari berbagai sudut.
Gradasi warnanya ingatkan saya dengan opsi warna OPPO Reno4 terdahulu. Terdapat total empat sensor kamera pada bodi belakangnya. Sementara untuk bagian sisi smartphone ini, kamu tak bakal menemukan kehadiran jack audio 3,5mm. Slot untuk dua kartu nano SIM disematkan pada bagian bawah—ya, kamu tak bisa menambahkan kartu microSD pada OPPO Reno6 Pro 5G.
Kalau desain belakangnya mirip varian 4G, cara untuk membedakannya paling mudah adalah dengan melihat desain layar depannya. Sisi kiri dan kanan diberikan lengkungan yang cukup subtle namun tetap terlihat, dan tidak mengganggu konten yang ditampilkan. Overall, tampil premium sesuai dengan DNA smartphone OPPO pada umumnya.
Layar
Secara spesifikasi, memang bukan yang terbaik di kelasnya, namun punya satu keunggulan yang dibawa dari sang flagship. OPPO Reno6 Pro 5G mengusung panel AMOLED berdimensi 6,5 inci. Meski besar, dimensinya tergolong kompak, berkat lengkungan 3D serta keempat bezelnya yang tipis—berikan rasio layar ke bodi mencapai lebih dari 92%.
Dengan refresh rate maksimum 90Hz, smartphone ini juga cocok untuk main gim, berkat kecepatan touch sampling rate hingga 180Hz. Cakupan warnanya sendiri sudah mendukung 100% DCI-P3 maupun sRGB, plus mendukung konten HDR dari platform streaming video favorit seperti Amazon Prime Video dan Netflix.
Penggunaan luar ruangan bakal sangat nyaman, berkat tingkat kecerahan layar maksimum sampai 1100 nit. Fitur unggulannya adalah Video color enhancer, dapat diaktifkan pada menu Settings. Secara otomatis, smartphone bakal lakukan konversi digital untuk konten SDR menjadi HDR, dapat tingkatkan saturasi serta kontras konten video standar.
Saya pribadi tak ada masalah dengan tingkat refresh rate maksimumnya, karena perbedaan dari 60Hz ke 90Hz sangat terasa, namun untuk yang lebih tinggi terlihat minor. Hal ini juga tentu bakal berpengaruh ke konsumsi daya baterainya, di mana chipset tak perlu bekerja lebih keras hasilkan efek transisi lebih halus per detiknya.
Kamera
Ada sebuah fakta yang cukup mengagetkan ketika saya sedang mengecek spesifikasi kamera OPPO Reno6 Pro 5G. Ternyata, sensor 50MP f/1.8 yang disematkan pada smartphone ini gunakan hardware yang sama persis dengan OPPO Find X3 Pro, yaitu Sony IMX766.
Sensor tersebut punya dimensi fisik besar untuk tangkapan detail dan cahaya tinggi, mendukung omnidirectional PDAF serta stabilisasi OIS. Sementara sensor telefotonya juga serupa, yaitu 13MP f/2.4 dengan 2x optical zoom & 5x hybrid zoom. Hanya sensor ultra wide-anglenya saja yang inferior, punya besaran 16MP dengan diafragma f/2.2 tanpa autofokus.
Di bawah ketiga sensor yang diletakkan sejajar, terdapat sebuah sensor mungil 2MP untuk foto jarak dekat (makro). Dengan fakta tersebut, saya bisa benar-benar pede untuk mengabadikan foto sehari-hari tanpa perlu membawa iPhone maupun Google Pixel. Kualitas fotonya benar-benar bisa diandalkan di segala kondisi, dengan fitur AI yang berikan efek HDR secukupnya saat diperlukan.
Begitu pula mode malam yang tak hanya membuat situasi foto jadi lebih terang, namun juga tingkatkan reproduksi warna, detail serta mengurangi noise cukup efektif. Cukup jarang saya gunakan karena tanpa mode malam pun sudah terang, dan ketika perlu diaktifkan, waktu pengambilan foto juga relatif singkat.
Kualitas sensor ultra wide-anglenya juga tergolong baik untuk ukuran flagship harga setara. Dan tentunya, efek Bokeh Flare Portrait bisa berikan hasil foto potret yang lebih menarik, baik dari kamera depan maupun belakang. Sayangnya, AI Color Portrait absen pada seri ini.
Hasil foto lengkap dari kamera OPPO Reno6 Pro 5G bisa kamu akses pada album berikut ini.
Mengingat chipset yang digunakan lebih bertenaga, kualitas perekaman video lewat mode Bokeh Flare Portrait bakal terlihat lebih tajam, karena mendukung resolusi hingga 1080p. Ketiga sensor utamanya mendukung perekaman video hingga 4K 30fps, namun untuk 4K 60fps, hanya bisa untuk sensor utama. OPPO juga berikan slider khusus untuk lakukan proses zoom yang lebih mulus sesuai keinginan.
Fitur AI Highlight Video juga secara signifikan berikan efek Live HDR saat kondisi backlight. Sementara dalam kondisi kurang cahaya, algoritma Ultra Night Video sedikit berikan tambahan pencahayaan, selayaknya mode malam pada foto. Semua mode juga bisa ditambahkan dengan portrait beautification untuk tingkatkan tampilan wajah secara real-time.
Fitur
Menjalankan ColorOS 11.3 berbasis Android 11, OPPO Reno6 Pro 5G dilengkapi fitur-fitur yang sudah umum dibawa seri Reno terbaru lainnya. Mulai dari aplikasi O Relax, editing video pendek SoLoop. Untuk kamu yang terbiasa menunggu proses masuk ke gim, fitur Quick Return Bubble hadir agar kamu bisa akses aplikasi lain tanpa membuang waktu.
Selain vibration motornya yang sangat nyaman, akhirnya pada varian termahal ini, OPPO sematkan setup speaker stereo dengan earpiece yang bersifat sebagai speaker sekunder. Dipadukan dengan efek Dolby Atmos, mendengarkan musik baik lewat speaker bawaan maupun earphone TWS terdengar memuaskan.
Untuk fitur keamanannya, ada opsi menggunakan sensor sidik jari di balik layar (in-display) serta kamera depan. Keduanya bekerja sangat lancar, bahkan kamera depannya mampu mendeteksi wajah meski dalam kondisi pencahayaan gelap.
Oh ya, sedikit catatan, yang membuat smartphone ini sedikit kurang adalah absennya IP rating atau sertifikasi tertentu terkait tahan air maupun debu. Jadi jangan digunakan sembari hujan atau terkena cipratan air pada bagian krusial ya.
Performa
Sebagai informasi, OPPO Reno6 Pro 5G yang rilis di Indonesia punya sedikit perbedaan dari yang diluncurkan di negara asal. Kalau di sana pakai chipset MediaTek, versi resmi local menjalankan chipset Snapdragon 870 5G dari Qualcomm. Cip tersebut merupakan versi overclock dari seri Snapdragon 865, populer digunakan flagship terbaik di 2020.
Dipadukan dengan RAM 12GB serta penyimpanan internal luas 256GB berjenis UFS 3.1, pengalaman multitasking secara keseluruhan memang sudah setara flagship. Berjalan cepat dan mulus bebas lag, padahal saya hanya mengaktifkan fitur RAM Expansion dengan opsi penambahan kapasitas paling kecil.
Nah, karena menjadi varian paling premium, pengguna bisa memilih opsi penambahan virtual RAM lebih besar, dengan pilihan 3GB, 5GB maupun 7GB. Alhasil bila dimaksimalkan, bisa mencapai 19GB. Suhu smartphone juga sangat terjaga berkat sistem pendingin hardware berbasis vapor chamber.
Baterai
Berkat resolusi layar dan refresh rate yang tergolong standar serta chipset hemat daya, baterai 4,500 mAh pada OPPO Reno6 Pro 5G sanggup membuat penggunaan intensif sepanjang hari cukup dalam sekali isi daya. Tercatat selama penggunaan, saya bisa mencapai durasi penggunaan 24 jam dengan screen-on time 4 jam, dan baterai tersisa 17%.
Penggunaan tersebut lebih banyak gunakan data seluler, mengaktifkan always-on display dan cukup sering akses kamera untuk ambil foto. Sehingga bisa dibayangkan kalau skenario penggunaan lebih ringan, tentu bisa sampai pagi – siang keesokan harinya. Dan dengan pengisi daya 65W SuperVOOC 2.0, mengisi hingga penuh hanya butuh waktu 30 menitan saja.
Supaya tidak terjadi overcharge, fitur Optimized night charging hadir untuk mempelajari kebiasaan penggunanya saat isi daya, sehingga baru mengisi penuh ketika sudah mencapai jam bangun tidur. Yang kurang adalah fitur wireless charging, mulai tersedia di beberapa smartphone dengan harga lebih murah.
Kesimpulan
Dengan harga sekian juta lebih murah dari Find X3 Pro, OPPO Reno6 Pro 5G punya daya tarik tersendiri, membawa keunggulan-keunggulan esensial dari sang kakak. Layar berkualitas dengan O1 Ultra Vision Engine, sensor utama kameranya yang sangat berkualitas, speaker stereo sampai Bokeh Flare Portrait.
Daya tahan baterainya justru sedikit lebih awet. Memang, belum dilengkapi sertifikasi tahan air maupun wireless charging, namun menurut saya OPPO secara tepat ‘menghapus’ kedua fitur tersebut, daripada menurunkan kualitas kamera atau performanya. Membuatnya layak dijual dengan banderol harga Rp11 jutaan.
Cek harga smartphone OPPO di:
Spesifikasi OPPO Reno6 Pro 5G
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

