Setelah sempat pindah haluan dan berganti konsep, realme akhirnya kembali ke jalan yang sebelumnya sudah terus ditempuh untuk realme Number Series, melalui kehadiran realme 16 Pro+ 5G. Saya pribadi sangat senang dengan kembalinya Number Series membawa inovasi kamera yang mantap di segmen kelas menengah—dalam hal ini, menggabungkan sensor telefoto potret berkualitas dengan sensor utama 200MP. Memberikan versatilitas tinggi pada fotografi.
Kalau yang sebelumnya punya fokus ke tema foto tertentu lewat setup tiga sensor 50MP, DNA realme 16 Pro+ 5G kembali meneruskan apa yang realme coba hadirkan sejak generasi realme 12 Pro Series sebelumnya. realme juga memperkenalkan algoritma kamera khusus, LumaColor IMAGE yang memastikan akurasi warna hingga banyak skenario foto lainnya agar mampu menangkap momen lebih akurat, berkualitas dan andal.
Sejak pertama kali diluncurkan secara resmi hingga saat ini, menurut saya realme 16 Pro+ 5G bisa menjadi opsi smartphone berkamera andal di segmennya, dan rasanya tergolong underrated alias tidak begitu terdengar dibandingkan sejumlah kompetitor seperti vivo maupun Samsung pada banderol harga yang setara (atau hampir setara). Berikut review realme 16 Pro+ 5G selengkapnya.
Desain

Tampil jauh berbeda dibandingkan generasi-generasi sebelumnya, realme merancang desain realme 16 Pro+ 5G secara cukup spesial, kembali menggandeng Naoto Fukasawa yang sebelumnya juga sudah sempat berkolaborasi pada beberapa seri smartphone realme terdahulu. Kali ini, kolaborasi tersebut mencoba hadirkan Urban Wild Design, terinspirasi dari sentuhan alami alam seperti batu yang “terpoles” air Sungai hingga hamparan gandum.
Lewat permukaan bodi belakang berbahan silikon organik bio-based, realme 16 Pro+ 5G varian warna Master Gold terlihat mewah sekaligus berbeda, dan nyaman dalam telapak tangan. Meski dirancang ramah lingkungan, realme memastikan permukaannya dapat mereplikasikan rasa seperti menyentuh lapisan kulit premium. Permukaan bodi realme 16 Pro+ 5G juga diklaim tetap tahan dari kotoran hingga bakteri, sehingga bakal tetap sama meski digunakan hingga beberapa waktu ke depan.
Modul kamera realme 16 Pro+ 5G juga cukup menarik perhatian, menurut saya pribadi menciptakan aksen futuristis, sembari menggunakan permukaan mengkilap dengan tujuan ingin tampil layaknya metal. Permukaan satu ini sudah dilapisi nano-coating khusus, supaya aman dari keringat, korosi, hingga percikan air hujan—melengkapi sertifikasi hingga IP69K yang sudah sangat tinggi. Sehingga Gizmo friends tak perlu mengkhawatirkan aspek durabilitas meski bodi smartphone dirancang spesial.




Dimensi bodi realme 16 Pro+ 5G memang sedikit bongsor, dan bukan yang paling tipis di 8,49mm. Namun bobotnya terasa relatif ringan (203 gram), dan juga terasa lebih ramping berkat lengkungan pada semua sisi tepi bodinya. Mungkin sedikit kekurangan ada pada bingkai atau frame yang masih pakai material plastik, sedikit mudah membekas sidik jari meski sangat samar.
Layar

Bagian yang satu ini menurut saya sama sekali tidak ada keluhan, semua aspek di atas kertasnya sudah flagship-grade, dan benar-benar memanjakan mata. Layar realme 16 Pro+ 5G berukuran 6,8 inci, yang memang secara angka sangat luas. Namun jangan khawatir, dimensi smartphone tetap relatif kompak, berkat keempat sisi bezel tipisnya serta desain lengkung pada sisi tepi—membuatnya seolah terasa lebih ramping dalam genggaman.
Panel yang digunakan berjenis OLED dalam resolusi 1220p, punya refresh rate hingga 144Hz layaknya flagship gaming, mendukung 1 milyar warna, PWM dimming hingga 4608Hz, serta tingkat kecerahan maksimum sampai 6500 nits. Singkatnya, layar realme 16 Pro+ 5G mampu tampilkan warna dan kontras maksimal, bisa menyala sangat cerah di luar ruangan, dan meredup tanpa membuat mata jadi terasa kurang nyaman.
Permukaan layarnya sendiri gunakan perlindungan Gorilla Glass 7i, lengkap dengan lapisan pelindung layar yang sudah terpasang sejak awal perangkat diambil dari kotak. Dan seperti smartphone realme Number Series pada umumnya, diberikan opsi penyesuaian warna sesuai selera, lengkap dengan in-display fingerprint sensor yang juga dapat diandalkan serta akurat.
Paling yang masih terasa berbeda bila dibandingkan dengan flagship sebenarnya, adalah absennya opsi always-on display yang sepenuhnya bisa menampilkan wallpaper. Selain vibration motornya yang memang tidak bisa dibilang yang terbaik. Selebihnya, layar realme 16 Pro+ 5G sudah sangat memuaskan, sesuai standar flagship.
Kamera

Masuk ke bagian yang sejak lama selalu diunggulkan lewat Number Series, yakni kamera. realme selalu mencoba untuk berikan pengalaman kamera kelas atas pada segmen mid-range dari generasi ke generasi, dan setup kamera realme 16 Pro+ 5G akhirnya kembali komplit dengan hadirnya sensor telefoto berjenis periskop khusus. Membuatnya semakin versatile dalam hasilkan foto maupun video berkualitas dari berbagai jarak.
Sensor utamanya beresolusi 200MP, gunakan ISOCELL HP5 dengan dimensi sensor besar 1/1,56 inci, dengan diafragma f/1.8. Sementara sensor telefotonya 50MP ISOCELL JN5 f/2.8, memberikan pembesaran optikal 3,5 kali. Keduanya sama-sama diperkuat Super OIS, dipasangkan dengan sensor ultra-wide 8MP OV08D f/2.2 yang mendukung autofokus, plus kamera selfie 50MPf/2.4 tanpa autofokus.
Selain menjadi yang satu-satunya di segmen mid-range dengan kombinasi sensor utama 200MP + telefoto 50MP, realme 16 Pro+ 5G juga sangat mengunggulkan algoritma fotografi terbarunya, LumaColor IMAGE, hasil kolaborasi mendalamnya bersama TUV Rheinland. Tujuannya? Memastikan agar semua skenario foto termasuk portrait lebih sempurna, baik detail wajah, separasi dengan latar, hingga pencahayaan pada skenario lebih menantang seperti backlight.
Hasilnya? Foto-foto yang dihasilkan dari kamera realme 16 Pro+ 5G memang benar-benar memanjakan mata, dengan warna yang vibrant tanpa membuat skenario keseluruhan jadi kurang natural. Secara default, realme 16 Pro+ 5G menggunakan profil warna “vibrant”, dan kalau Gizmo friends mau lebih natural tanpa membuatnya terlalu pucat, bisa pakai profil warna “natural”. Masalah warna dan dynamic range, rasanya LumaColor IMAGE terbaru benar-benar bekerja optimal.
Sensor utamanya bisa hasilkan foto dengan detail yang baik, dan separasi latar lebih dramatis karena dimensi sensor besarnya. Kurang suka? Bisa pakai 1,2x/1,5x/2x zoom, yang kabar baiknya, juga berkualitas. Sensor telefotonya juga masih optimal saat low-light, dan untuk pencahayaan berlimpah, detail di rentang 6x-10x zoom juga masih relatif oke. Digital zoom maksimal bisa sampai 120x, dan hasil akhirnya bakal ada proses penyempurnaan—sepertinya memanfaatkan algoritma AI.
Kamera selfie realme 16 Pro+ 5G pun juga punya optimalisasi warna setara kamera belakang. Kalau mau dicari kekurangannya (yang menurut saya juga terhitung nitpick alias masih relatif wajar di segmen harganya), adalah jenis kamera telefoto yang belum mendukung telemakro. Juga sensor ultra-wide yang kecil secara sensor, jadi saat low-light, detail berkurang walaupun warna masih vibrant.
Kembali membahas warna, realme 16 Pro+ 5G juga membawa Vibe Master Mode khusus yang menurut saya pas banget untuk street photography. Pengguna diberikan 21 opsi tone atau filter warna berbeda, yang pas banget untuk diaplikasikan ke skenario-skenario menarik di sekitar. Saya merasa beberapa opsi tone yang ditawarkan mirip seperti kamera RICOH—wajar saja, keduanya juga baru saja berkolaborasi resmi, sehingga wajar kalau mampu mereplikasi beberapa gaya tone fotonya.
Menariknya, walau foto sudah diambil dengan filter warna tertentu, Gizmo friends bisa kembali ke menu edit foto, dan mengganti filter pada foto tersebut termasuk mengembalikannya ke warna standar—juga berlaku pada efek watermark. Membuat realme 16 Pro+ 5G mampu berikan fleksibilitas maksimal dalam edit foto.
Hasil foto lengkap dari kamera realme 16 Pro+ 5G, bisa kamu akses lewat album berikut ini ya.
Seperti smartphone mid-range berkamera andal kebanyakan di segmennya, terkadang pemrosesan foto membutuhkan waktu ekstra sampai akhirnya hasil akhir foto bisa tertampil. Setidaknya bila dibandingkan dengan dua generasi sebelumnya, sudah terasa lebih singkat. Dan pemrosesan bisa terjadi di latar, sehingga Gizmo friends bisa terus lanjut menangkap momen.
Beralih ke video, baik sensor utama, telefoto, dan kamera selfie realme 16 Pro+ 5G sama-sama mendukung perekaman sampai 4K60, sementara sensor ultra-wide sebatas 1080p30 saja. Secara kualitas, footage yang dihasilkan tergolong optimal, seolah realme berhasil menerapkan algoritma foto ke dalam footage videonya. Sehingga secara visual cukup memanjakan mata, dengan warna vibrant dan rentang dinamis yang juga pas.
Hanya saja terkait stabilisasi memang bukan yang terbaik, terutama saat menggunakan sensor telefoto tidak disarankan untuk ambil footage sambil berjalan. Kamera selfie-nya bisa hasilkan video vlog berkualitas, meski memang sudut pandangnya bukan yang paling lebar. Kalau sudah masuk ke low-light, detail bakal turun secara wajar, dan bakal ada efek jitter bila ada banyak gerakan seperti berjalan. Sementara sensor ultra-widenya punya detail tergolong halus pada semua kondisi pencahayaan.
Fitur

Sejak pertama kali diluncurkan hingga ulasan ini dibuat, realme tergolong cukup rajin untuk merilis pembaruan perangkat lunak pada realme 16 Pro+ 5G. Menjalankan realme UI 7 berbasis Android 16, smartphone ini dijanjikan untuk mendapatkan setidaknya tiga kali pembaruan versi OS dan empat tahun pembaruan keamanan rutin. Yang saya suka, tampilan antarmukanya tidak hanya memanjakan mata, namun juga kaya akan fitur ekstra yang berguna.
Ya, fitur AI realme 16 Pro+ 5G tergolong komplit, dibalut dalam visual yang modern—bisa dibilang mengikuti bahasa desain Liquid Glass terbaru pada sistem operasi Apple, sangat terlihat terutama di bagian pintasan cepatnya. Live Alerts alias notifikasi dinamis a-la Dynamic Island kini mendukung lebih banyak aplikasi, termasuk Grab hingga ChatGPT. AI Smart Loop juga sangat berguna saat multitasking, terutama kemampuannya untuk mengambil gambar langsung dari aplikasi Instagram dan langsung dibagikan ke aplikasi berikutnya, alih-alih mengambil screenshot dan melakukan cropping.
Masih banyak fitur AI bermanfaat lainnya seperti AI Gaming Coach yang bisa berikan tipis hingga prediksi probabilitas kemenangan saat bermain gim, AI Camera yang membantu framing hingga komposisi, AI Translate termasuk transkrip rekaman suara, sampai AI Writer untuk sempurnakan tulisan atau bisa dianggap seperti memiliki asisten virtual untuk brainstorming. Editor fotonya juga benar-benar komplit, bisa menghapus pantulan atau flare, sempurnakan ekspresi wajah, hingga AI Portrait Glow yang bisa berikan tambahan pencahayaan di sekitar wajah secara natural.
Mau bikin konten visual lebih fun? Ada AI Edit Genie yang bisa mengubah gaya rambut, tampilan baju, sampai latar foto hanya dengan input perintah suara. Fitur satu ini disempurnakan dengan AI LightMe yang bisa berikan template pencahayaan menarik, hingga AI Style Me untuk ubah gaya foto menjadi a-la kartun atau emoji tiga dimensi. Membuat realme 16 Pro+ 5G bisa hasilkan karya visual menarik tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan.
Selebihnya, realme 16 Pro+ 5G juga dibekali sensor inframerah untuk kendali perangkat rumah, dua slot kartu nano-SIM, dan speaker stereo dengan kualitas yang tergolong baik meski bukan yang paling lantang atau jernih. Overall, fitur realme 16 Pro+ 5G tergolong sangat komplit, bahkan beberapa fitur yang dibawa langsung diturunkan dari lini flagship.
Performa

Kembali mengandalkan chipset rilisan Qualcomm, realme 16 Pro+ 5G ditenagai oleh cip Snapdragon 7 Gen 4 octa-core 4nm—dengan kata lain, masih sama seperti realme 15 Pro 5G. Dipasangkan dengan RAM LPDDR5X dan UFS 3.1, di atas kertas memang bukan yang paling superior di segmennya. Dan mungkin pada bagian ini, bisa menjadi salah satu faktor penentu utama apakah smartphone ini pas untuk kebutuhan Gizmo friends.
Akses aplikasi harian terasa mulus dan gegas, termasuk ketika harus multitasking. Tidak ada lag yang mengganggu sama sekali saat berpindah antar aplikasi, yang rasanya terbantu berkat jenis RAM dan memori yang tergolong kencang. Namun tidak dapat dipungkiri, chipset satu ini bisa menunjukkan limitnya dalam beberapa skenario tertentu.
Salah satunya adalah waktu yang dibutuhkan untuk memproses hasil foto sampai benar-benar selesai di latar—meski sudah lebih baik dibandingkan realme 12 Pro+ atau 13 Pro+, masih memerlukan sedikit waktu ekstra sampai akhirnya foto selesai diproses (walau bisa berjalan on background, alias masih bisa tetap lanjut ambil foto berikutnya). Bagian lain ada pada aspek gaming, di mana GPU yang dibawa memang bukan yang paling powerful. Sehingga sesuaikan ekspektasi saat ingin memainkan judul game favorit dalam fps dan kualitas grafis tinggi.
Singkatnya, bukan yang paling kencang, tapi masih jauh dari kata lambat. Performa realme 16 Pro+ 5G masih sangat aman, dan skenario seperti pemrosesan foto di atas saya alami ketika benar-benar sedang intensif mengambil foto saja, terutama secara cepat dalam sebuah jendela waktu yang singkat. Setidaknya ini merupakan chipset yang relatif baru, sehingga selain efisien daya, juga optimal untuk pemrosesan AI.
Baterai

Dibawa dari generasi sebelumnya, bukan smartphone realme namanya bila tidak membawa kapasitas baterai yang tergolong lega. Di mana baterai realme 16 Pro+ 5G berkapasitas 7000mAh, yang tentunya dengan kombinasi chipset efisien daya, lebih dari cukup untuk penggunaan satu hari penuh. Pas untuk menemani hari paling sibuk, termasuk ketika sedang digunakan sebagai kamera andalan saat sedang “nyetrit”.
Untuk skenario penggunaan lebih ringan, tentu realme 16 Pro+ 5G bisa mencapai dua hari penuh dengan mudah—rasanya realme UI terbaru yang dibawanya, mampu menekan konsumsi daya lebih efektif saat standby. Sehingga ketika tidak sedang menjalankan aplikasi yang berat (seperti sekadar mengakses media social atau aplikasi kirim pesan), persentase baterai tidak cepat turun. Dan ketika baterai hampir habis, Super Power Saving Mode cukup menolong, untuk cegah kemungkinan smartphone benar-benar habis daya.
Berkat dukungan 80W SuperVOOC, mengisi daya realme 16 Pro+ 5G tergolong cepat—sekitar 30 menit saja sudah bisa mencapai lebih dari 60%, sementara untuk mencapai penuh butuh waktu sekitar 60 menit saja. Opsi lain seperti mematikan fitur fast charging, bypass charging, hingga memberikan limit hingga persentase tertentu juga hadir untuk memperpanjang masa pakai baterai perangkat. Dan realme sendiri memberikan klaim bila kesehatan baterai bakal tetap lebih dari 80%, meski sudah digunakan sampai 5 tahun.

Kesimpulan
Overall, semua kemampuan yang diberikan oleh smartphone realme berdesain premium satu ini tergolong memuaskan. Saya sangat puas dengan kemampuan kameranya, mampu berikan hasil foto yang pas baik untuk portrait, maupun street photography dengan kemampuan pemrosesan yang semakin optimal dan pilihan filter-filter menarik. Juga semua fitur peningkatkan berbasis AI di dalamnya—semua bisa diakses langsung dari galeri tanpa membutuhkan aplikasi tambahan.
Sedikit keluhan hanya ada pada waktu pemrosesan fotonya saja, yang nampaknya sedikit terhalang oleh chipset—aspek ini juga mungkin akan mempengaruhi penentuan keputusan Gizmo friends yang butuh smartphone kencang untuk main game rata kanan. Kalau sekadar untuk multitasking aplikasi harian termasuk edit video, sudah lebih dari cukup. Dipakai kerja masih sangat nyaman, kok, ditambah dengan baterainya yang irit.
Bila Gizmo friends ingin mencari sebuah smartphone dengan harga Rp9 jutaan, punya kemampuan kamera andal, performa yang masih oke, baterai tahan lama, dan tampil dalam desain anti-mainstream sekaligus durable berkat sertifikasi IP tinggi, realme 16 Pro+ 5G bisa jadi salah satu opsi terbaik saat ini. Saya hanya berharap andai saja dukungan perangkat lunaknya dibuat lebih lama, agar lebih setara dengan para kompetitornya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



