Jakarta, Gizmologi – Nothing melalui sub-brand CMF (Color, Material, Finish) mencoba untuk berikan opsi produk yang lebih terjangkau, mulai dari wearables hingga smartphone dengan tampilan yang cukup menarik perhatian. Setelah tahun lalu merilis CMF Phone generasi kedua yang dibuat modular, maka wajar bila konsumen tengah menanti suksesornya. Kabar kurang baiknya, tidak ada generasi penerus tahun ini.
Ya, setelah lebih dari satu tahun CMF Phone 2 Pro debut resmi, Nothing memutuskan untuk tidak menghadirkan sebuah suksesor tahun ini. Hal tersebut disampaikan langsung oleh sang co-founder, Akis Evangelidis melalui akun X pribadinya. Dan dalam penjelasannya, harga komponen yang naik terutama penyimpanan, menjadi alasan utama.
Berbeda dengan Nothing Phone, CMF Phone hadir sebagai opsi yang lebih terjangkau. Maka dari itu, isu terkait kenaikan biaya komponen memberikan dampak lebih besar bagi sebuah produsen smartphone, karena tak lagi mampu berikan produk dengan spesifikasi menarik dalam harga lebih murah. Namun begitu, bakal tetap ada produk baru dalam merek CMF sepanjang tahun ini.
Baca juga: Teaser Misterius Nothing Muncul, Isyaratkan Kehadiran Perangkat Baru?
Sebagai Pengganti, Bakal Ada Nothing Phone Baru

Melalui pernyataan resminya, sang co-founder berupaya untuk lebih transparan terhadap para konsumennya. “Kami sedang mengerjakan penerus (dari generasi sebelumnya), tetapi dengan biaya memori saat ini, kami tidak dapat membuat smartphone yang terasa seperti langkah maju yang nyata, dengan harga yang masuk akal untuk CMF. Karenanya, kami memutuskan untuk tidak meluncurkan CMF Phone baru tahun ini.”
Pernyataan tersebut lantas menuai perhatian dari para warganet. Salah satu pengguna X meminta untuk restock produk sebelumnya, yakni CMF Phone 2 Pro. Dan Akis mengatakan bila hal tersebut dilakukan, harga produk bakal naik derastis hingga kisaran INR30,000. Padahal, saat pertama kali debut, harga CMF Phone 2 Pro dibanderol mulai INR17,999 saja, alias sekitar Rp3,3 jutaan saja.
Dari laporan terbaru Counterpoint, disebutkan bila biaya perangkat pada kuartal tahun ini telah alami kenaikan, hingga 50% untuk harga DRAM bila dibandingka dengan kuartal terakhir tahun lalu. Sementara harga penyimpanan (NAND flash) naik hingga 90%. Keduanya tentu berdampak pada peningkatan biaya Bill of Materials (BoM), yang menurut Counterpoint bakal berdampak besar pada smartphone kelas entri—segmen yang coba diisi oleh CMF Phone.
Namun begitu, dalam pernyataan yang sama, Akis mengatakan bila masih banyak produk lain dari CMF by Nothing yang siap rilis tahu ini—besar kemungkinan semuanya merupakan wearables, mulai dari earphone TWS hingga smartwatch. Ditambah dengan varian smartphone baru dari merek utama, Nothing. Di mana Nothing India sudah mulai merilis teaser, diperkirakan siap hadir dengan nama baru yakni Nothing Phone (b).
Keunggulan CMF Phone 2 Pro yang Rilis Tahun Lalu

Wajar saja bila warganet ada yang meminta pihak Nothing untuk melakukan restock CMF Phone 2 Pro rilisan April tahun lalu. Dibanderol mulai Rp3 jutaan, smartphone Nothing tersebut hadirkan diferensiasi yang menarik, terutama ketika pasar smartphone semakin homogen dengan desain cenderung mirip satu sama lain.
Galau generasi pertama hadir dengan back cover yang dapat dilepas-pasang, generasi kedua dirancang modular dengan sejumlah aksesori tambahan menarik. Mulai dari stand yang bisa digunakan untuk menyimpan kartu, strap, sampai aksesori tambahan untuk lensa makro dan fisheye.
Secara spesifikasi, CMF Phone 2 Pro juga membawa performa yang ditingkatkan lewat cip Dimensity 7300 Pro dari MediaTek, dipasangkan dengan layar AMOLED 6,77 inci dengan panel full HD+ 120Hz. Menurut Gizmo friends, perlukah smartphone rilisan CMF maupun Nothing hadir resmi di Indonesia?
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



