Memasuki pertengahan tahun 2021, kini tak hanya performa komputasi saja yang dicari oleh konsumen. Dengan mulai munculnya titik terang terkait ketersediaan 5G di Tanah Air, konsumen mulai mencari smartphone yang mendukung baik di segmen flagship hingga mid-range. realme 8 5G hadir pada momen yang tepat.
Dijanjikan tampil sebagai smartphone 5G paling terjangkau untuk semua orang, tentunya bakal menjadi diferensiasi yang menggiurkan. DNA ini sejatinya memang sudah sering dibawa oleh realme, yang memang sejak awal bertujuan untuk berikan pengalaman atau fitur flagship ke segmen harga lebih terjangkau, supaya bisa dinikmati lebih banyak orang termasuk anak muda.
Pertanyaannya: kalau bisa menghadirkan dukungan 5G ke harga terjangkau, kira-kira apa yang dikorbankan? Selama beberapa hari menggunakannya sebagai daily driver, kualitasnya secara keseluruhan cukup melampaui ekspektasi saya. Berikut ulasan realme 8 5G selengkapnya.
Desain

Meski utamakan performa, tak lantas membuat realme 8 5G tampil kaku atau tebal. Sama seperti rilisan seri terbaru lainnya, desain bodinya tergolong tipis dan ringan, nyaman dalam genggaman. Bobotnya berada di kisaran 185 gram, dengan ketebalan 8,5mm saja—saya bilang “saja” karena kapasitas baterainya cukup besar.
Bodi belakangnya kini tampil tanpa slogan, namun tetap menarik dengan efek kaca yang bisa pantulkan cahaya, disebut dengan “Dynamic Light Design”. Warna Supersonic Black yang saya pegang juga bisa pancarkan warna cerah dalam sudut atau kemiringan tertentu. Cukup mudah membekas sidik jari, memang, konsekuensi permukaan glossy.
Baca juga: Review realme Watch 2 Series: Fitur Lengkap, Cocok untuk Anak Muda

Modul kameranya dibuat apik, seolah tampilkan empat sensor kamera. Sementara sensor sidik jari disematkan di sudut kanan bodi, menyatu dengan tombol power dan responsif selayaknya smartphone realme lainnya. Keseluruhan bodi juga dirancang kedap air supaya aman ketika terkena cipratan air secara tidak sengaja.
Layar

realme 8 5G mengusung layar yang cukup luas di 6,5 inci, dengan bezel yang cukup tipis di keempat sisinya, membuat bodinya tak terasa terlalu besar. Rasio layar ke bodi mencapai 90,5%, sedangkan kamera punch hole yang disematkan di sudut kiri atas punya dimensi cukup kecil. Resolusinya full HD+, gunakan panel IPS dan punya refresh rate 90Hz.
Saya bisa bilang kalau panel yang digunakan tergolong bagus, karena kontrasnya tinggi dengan tingkat warna hitam cukup pekat untuk kelas panel IPS. Penggunaan luar ruangan juga aman, dengan kecerahan maksimum 600 nits. Walau tanpa perlindungan Gorilla Glass, setidaknya sudah terpasang lapisan antigores dari bawaan pabrik.

realme berikan opsi pengaturan refresh rate otomatis untuk lebih menghemat daya baterai, sementara cakupan warnanya sudah mendukung DCI-P3. Kelak jaringan 5G tersedia, tentu bakal lebih cocok untuk konsumsi multimedia. Jangan khawatir, karena smartphone ini sudah kantongi sertifikasi Widevine L1 untuk streaming Netflix dan Amazon Prime Video dalam kualitas HD.
Kamera

Nampaknya ini adalah bagian yang mendapatkan sedikit ‘perampingan’, namun dengan sebuah catatan positif. realme 8 5G dilengkapi dengan tiga sensor kamera utama—bila terlihat seolah ada empat, yang satu hanyalah embel-embel logo “AI” saja. Sensor utamanya sendiri beresolusi 48MP f/1.8 dengan lensa 6P.
Sementara dua sensor lainnya adalah sensor sekunder, masing-masing hitam putih (untuk tingkatkan kualitas foto potret) dan makro (dengan jarak fokus 4 cm). Ya, kamu belum bisa menemukan sensor ultra wide-angle. Nah, yang melibihi ekspektasi awal saya, adalah performa kamera utamanya. Bukan yang terbesar secara resolusi, tapi kualitasnya sangat oke.
Reproduksi warnanya cukup akurat meski umumnya sedikit lebih berwarna—bila mengganggu, matikan saja fitur AI-nya. Gunakan sensor ISOCELL GM1, hasil akhir foto beresolusi 12MP gabungkan empat piksel individu untuk mengurangi noise dan tingkatkan detail foto. Separasi antara objek dengan latar dalam mode potret juga tergolong baik.
Ketika digunakan di malam hari, hasil foto langsung terlihat jauh lebih halus. Namun saat mode Nightscape diaktifkan, kualitas jauh meningkat. Pengambilan juga tak memerlukan waktu lama, plus ada beberapa filter malam khusus yang bisa digunakan untuk percantik foto. Hasilkan efek Cyberpunk tanpa harus gunakan aplikasi edit foto tambahan.
Tak sampai di situ, mode Nightscape pun efektif untuk mengambil swafoto pada kondisi outdoor malam hari, bahkan hasilkan foto lebih cerah dari smartphone lain yang lebih mahal. Cukup membuat saya kaget, mengingat sensor 16MP f/2.1 yang ada di depan bukanlah unggulan utamanya.
Hasil foto lengkap dari kamera realme 8 5G bisa kamu cek di album berikut ini ya.
Perekaman videonya sendiri masih sebatas hingga 1080p 30fps, namun sudah dilengkapi dengan stabilisasi berbasis software atau EIS. Sehingga hasil perekaman bakal tetap stabil meski tanpa bantuan aksesori tambahan, dengan kontras dan dynamic range yang juga cukup baik.
Fitur

realme UI sendiri telah menjadi salah satu tampilan antarmuka Android yang paling saya suka, bisa berikan tingkat kustomisasi yang banyak tanpa harus tampil berantakan, alias masih clean hampir mendekati stock Android. realme 8 5G pun tentunya sudah jalankan versi terbaru, realme UI 2.0 berbasis Android 11.
Mulai dari dark mode dengan beragam tingkatan, Google News di tampilan depan, hingga floating windows yang memungkinkan pengguna jalankan aplikasi dalam jendela kecil di atas aplikasi lainnya. Bila inginkan kustomisasi mendalam, tersedia opsi untuk mengganti tema sampai icon pack, agar smartphone lebih terasa personal.
Kualitas speaker mono-nya sendiri sudah cukup baik dengan volume lantang tanpa mengurangi detail suara. Opsi penggunaan earphone kabel juga masih ada lewat jack audio 3,5mm. Dan bagi kamu yang tinggal di kota besar, tentu bakal merasakan benefit kehadiran sensor NFC pada smartphone realme terbaru satu ini.
Performa

Skor yang dihasilkan lewat Antutu dan Geekbench memang tergolong tinggi, namun apakah hal tersebut sejalan dengan penggunaan sehari-hari? Untuk realme 8 5G, jawabannya adalah iya. Penggunaan cip MediaTek Dimensity 700U pada smartphone ini rasanya cukup tepat. Berikan kombinasi performa dan efisiensi daya yang pas.
Ditambah lagi dengan fitur Dynamic RAM Expansion atau DRE yang baru di smartphone realme. Fungsinya? Mengambil sebagian kapasitas penyimpanan internal UFS 2.1 menjadi virtual RAM, dengan kapasitas mulai dari 2 – 5GB. Bila memilih opsi maksimal, secara otomatis kapasitas RAM dapat meningkat mencapai 13GB.
Tentunya, keberadaan DRE bakal memperlancar kegiatan multitasking. Mulai dari akses banyak aplikasi sekaligus atau mungkin jalankan dua judul gim, smartphone tak perlu melakukan reload demi perpindahan yang lebih instan. Beberapa gim berat pun bisa dijalankan dengan lancar, dan suhu bodi masih relatif terjaga, tak sampai terlalu panas.
Dan tentunya, cip MediaTek satu ini juga sudah dilengkapi dengan modem 5G secara built-in. Artinya, ketika jaringan tersebut sudah tersedia secara komersial di Tanah Air, pengguna tak perlu meng-upgrade perangkat mereka. Juga tak perlu khawatir boros daya, karena kombinasi teknologi baterai yang mumpuni.
Baterai

Meski bodinya tipis, kapasitas baterainya tergolong besar di 5,000 mAh. Untuk penggunaan sehari-hari yang cukup intensif, baterai tersebut sanggup digunakan sampai satu hari penuh, dan seringkali lebih. Tentunya bakal lebih tahan lama bila ikut memanfaatkan beberapa fitur tambahan, seperti App Quick Freeze atau mode power saving yang beragam.
Pertanyaannya, bagaimana nanti jika kelak jaringan 5G sudah tersedia? realme 8 5G sudah dipersenjatai dengan fitur Smart 5G Power Saving. Secara cerdas, jaringannya bakal turun otomatis ke 4G ketika sedang tidak dibutuhkan, mengidentifikasi kekuatan sinyal di sekitar. Dengan begitu, konsumsi dayanya diklaim bisa turun hingga 30%.
Kalau dengan 4G saja bisa satu hari lebih, seharusnya dengan 5G nanti masih bisa digunakan setidaknya dalam jangka waktu satu hari. Pengisian dayanya sendiri mendukung fast charging 18 watt, melalui port USB-C. Pengisian daya mulai kapasitas 5% hingga penuh membutuhkan waktu dua jam lebih sedikit.
Kesimpulan

Membawa slogan “5G. Fast Speed to Infinity.”, tentunya saya berekspektasi kalau smartphone ini, ya, sekadar kencang. Karena harganya jadi yang paling terjangkau, sehingga bagian lain mungkin sedikit diturunkan. Nyatanya tidak, dengan layar berkualitas, desain stylish, dan kamera yang sangat bisa diandalkan baik kamera depan dan belakangnya.
realme berhasil meramu resep yang baik, hadirkan realme 8 5G dengan performa unggul tanpa mengesampingkan fitur-fitur lainnya. Bisa menjadi pilihan para anak muda yang inginkan smartphone future-proof dengan performa yang bisa diandalkan untuk segmen Rp3 jutaan.
Beli smartphone realme 8 5G di e-commerce:
Spesifikasi realme 8 5G

General
| Device Type | Smartphone |
| Model / Series | realme 8 5G |
| Released | 16 Juni, 2021 |
| Status | Available |
| Price | Rp3.199.000 |
Platform
| Chipset | MediaTek MT6833 Dimensity 700 5G (7 nm) |
| CPU | Octa-core (2x2.2 GHz Cortex-A76 & 6x2.0 GHz Cortex-A55) |
| GPU | Mali-G57 MC2 950 MHz |
| RAM (Memory) | 8GB LPDDR4x dual-channel (+5GB virtual RAM via DRE) |
| Storage | 128GB UFS 2.1 |
| External Storage | Up to 1TB (dedicated slot) |
| Operating System | Android 11 |
| User Interface | realme UI 2.0 |
Design
| Dimensions | 162.5 x 74.8 x 8.5 mm |
| Weight | 185 gram |
| Design Features |
Warna: Supersonic Blue, Supersonic Black Dynamic Speed Light design |
| Battery | Non-removable Li-Po 5000 mAh battery, 18W charger |
Display
| Screen Type | IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors |
| Size and Resolution | 6.51 inches, full HD+ 1080 * 2400, 90Hz |
| Touch Screen | Capacitive Touchscreen |
| Features | DCI-P3 color standard |
Network
| Network Frequency | GSM/ HSPA / LTE / 5G |
| SIM | Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by) |
| Data Speed | HSPA 42.2/11.5 Mbps, LTE-A (2CA) Cat6 300/75 Mbps, 5G |
Camera
| Multi Camera | Yes (Rear) |
| Rear |
48 MP, f/1.8, (wide) ISOCELL GM1, PDAF 2 MP, f/2.4, (macro) 2 MP, f/2.4, (depth) |
| Front | 16MP f/2.1, AI Beauty, HDR |
| Flash | Yes |
| Video | 720p / 1080p, 30fps Slo-Mo (120fps / 480p) |
| Camera Features | Nightscape mode, night filters, pro mode, portrait mode, AI Scene Detection, |
Connectivity
| Wi-fi | Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot |
| Bluetooth | 5.1, A2DP, LE |
| USB | USB-C Type-C 2.0, USB On-The-Go |
| GPS | Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, BDS |
| HDMI | No |
| Wireless Charging | No |
| NFC | |
| Infrared | No |
Smartphone Features
| Multimedia Features | Mono speaker, audio jack 3.5mm |
| FM Radio | Yes |
| Web Browser | HTML 5 |
| Messaging | SMS, MMS, Online |
| Sensors | Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass |
Disclaimer: artikel ini merupakan kerja sama dengan realme Indonesia
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




