alexa

Review realme Book: UltraBook Rp10 Jutaan Layak Beli

Ada apa ya dengan beberapa vendor (yang lebih dikenal merilis) smartphone belakangan ini? Rasanya seperti hampir bersamaan mencoba tawarkan perangkat jenis baru yaitu laptop, dengan segmen harga berbeda-beda. Kali ini dengan realme Indonesia yang baru saja meluncurkan realme Book.

Ya sebenarnya kalau dipikir-pikir, mungkin memanfaatkan momen ya. Situasi pandemi seperti sekarang ini mengharuskan masyarakat untuk bekerja, kuliah atau sekolah dari rumah. Alhasil kebanyakan harus pakai komputer atau laptop sendiri, termasuk untuk membuat konten digital yang membutuhkan performa tinggi.

Faktor tersebut yang membuat realme Indonesia membawa realme Book ke Tanah Air. Meski punya desain yang sangat stylish, laptop ini dirancang untuk para kreator muda. Nggak kaget, sih, mengingat sudah memiliki spesifikasi mumpuni yang memastikan dapat mengakomodir kebutuhan kreator muda.

Seperti ulasan laptop sebelumnya, tentu saya menyimpan sedikit rasa skeptis saat pertama kali gunakan realme Book. Lagi-lagi, ini laptop pertama, jadi wajar kalau semisal ada kekurangan di beberapa bagian. Apakah benar? Berikut ulasan lengkapnya.

Desain

realme Book

Sangat mudah bagi saya untuk bilang bahwa realme Book termasuk salah satu laptop paling stylish di segmen harganya. Ketebalannya hanya 14,9mm, sementara bobotnya kurang dari 1,5kg. Bukan yang paling ringan, memang, tapi dengan catatan bodinya gunakan material aluiminum.

Membuat realme Book terasa sangat kokoh saat dipegang—saya pun tidak khawatir saat mengangkatnya meski hanya memegang salah satu ujung sudut, karena bodinya minim flexing. Sedikit nilai kurang hanya mekanisme buka layarnya. Saat dibuka dengan satu tangan, bagian bawah masih sedikit terangkat.

Yang jadi nilai plus, layarnya bisa dibuka hampir mendekati 180 derajat, membuatnya lebih fleksibel untuk digunakan. Opsi Real Blue satu ini juga terlihat berbeda, namun tetap elegan. Gunakan finishing yang mampu samarkan bekas sidik jari, baru terlihat kalau memang dipandang dari jarak dekat.

Satu nilai plus yang ingin saya tambahkan, adalah keputusan realme untuk membuat bagian bodi realme Book bersih tanpa stiker. Semuanya diletakkan secara tersembunyi pada bodi bagian bawah—menurut saya sebuah keputusan yang tepat.

Layar

realme Book

Ketika dibuka, saya langsung disambut dengan layar seluas 14 inci yang punya bezel sangat tipis. Bahkan bagian bezel bawah juga dirancang cukup tipis, membuat rasio layar ke bodi mencapai 90%. Resolusinya? Tak hanya full HD, melainkan 2K alias 1440p.

Bukan asal beresolusi tinggi saja, layar realme Book gunakan panel IPS dengan cakupan warna 100% sRGB, terlindung Gorilla Glass serta diberi lapisan oleopobik agar lebih tahan bekas sidik jari. Ketika dipandang, saturasi warnanya terlihat sangat memanjakan mata.

Hal tersebut berkat penggunaan panel glossy yang memungkinkan konten terlihat lebih bening. Kekurangannya? Bakal reflektif saat digunakan di luar ruangan, meski bisa sedikit diakomodir berkat kecerahannya yang bisa mencapai 400 nits. Masih oke buat dipakai ketik-ketik di kafe area terbuka. Eits, tetap patuh prokes ya Gizmo friends.

Rasio layarnya sudah lebih modern, yaitu 3:2. Memudahkan proses multitasking, meski memang ketika digunakan untuk nonton film, bagian hitam di atas dan bawah bakal terlihat lebih lebar. Buat saya sendiri tak begitu masalah, mengingat dimensinya sudah cukup besar.

Port & Konektivitas

realme Book

Kendala utama sebuah laptop tipis atau ultrabook, umumnya bisa ditemukan pada bagian yang satu ini. Menurut saya, realme Book masih cukup oke dalam hal kelengkapan port. Tidak ada slot kartu microSD, namun setidaknya pilihan yang diambil cukup universal.

Di bagian kanan, kamu bakal masih menemukan port USB-A 3.0, serta jack audio 3,5mm. Sementara pada bagian kiri, ada dua port USB-C yang salah satunya mendukung standar Thunderbolt 4. Artinya, laptop ini bisa dipasangkan ke monitor eksternal beresolusi tinggi sampai GPU eksternal sekalipun.

Keyboard realme Book juga tergolong standar ultrabook lainnya, tak memiliki travel key paling dalam, namun juga mudah untuk membiasakannya. Setidaknya punya layout yang pas dan dilengkapi lampu backlit dua tingkatan.

Touchpad-nya sangat luas, presisi dan nyaman, sudah sesuai dengan driver Windows Precision yang diusungnya. Sementara tombol power diletakkan secara terpisah, dan berfungsi ganda sebagai sensor sidik jari. Dalam keadaan mati, cukup sentuh sekali dan laptop bakal otomatis masuk ke homescreen, sekaligus mendeteksi sidik jari. Sangat praktis.

Performa

realme Book

Di Indonesia, realme Book tersedia dalam opsi Core-i3 dan Core-i5, keduanya sama-sama gunakan generasi terbaru alias 11th-gen. Unit yang satu ini adalah varian Core i5-1135G7, dengan CPU 4-core 8-thread plus kartu grafis Intel Iris Xe.

Kapasitas RAM 8GB yang sudah LPDDR4x dual-channel ini rasanya bakal ngepas untuk kebutuhan kantor atau membuat konten. Masih oke-oke aja untuk buka banyak tab di Microsoft Edge sambil akses aplikasi lain, tapi RAM bakal konstan terpakai melebihi 80%.

Sementara jenis PCIe NVMe SSD 512GB yang digunakan nggak kaleng-kaleng, karena punya kecepatan tinggi setara laptop jauh lebih mahal. Hal unik yang saya temukan, SSD ini sudah terbagi dua partisi, dengan System berukuran 100GB dan sisanya untuk Data. Unik aja, karena laptop lain umumnya hanya memiliki satu partisi di awal.

Untuk kebutuhan kantor tentu sudah lebih dari cukup. Bagaimana dengan gaming? Saya masih bisa main Forza Horizon 4 dengan lancar di laptop ini, asalkan menggunakan pengaturan grafis yang direkomendasikan, plus resolusi yang diturunkan.

Laptop ini juga jarang terasa panas atau terdengar suara kipas kencang. Padahal, di dalamnya disematkan dua kipas serta dua pipa penyalur panas yang lebar. Sepertinya memang bekerja dengan optimal.

Fitur Lain

realme Book

Lalu bagaimana untuk penggunaan terkini seperti panggilan video lewat Zoom? Kamera 720p yang ada di atas layar, punya kualitas yang standar, tidak ada yang spesial. Sementara dua mikrofon di kiri dan kanannya berfungsi cukup baik, ditambah software khusus untuk mereduksi noise di sekitar.

Untuk kualitas audio, speaker stereo 2W yang terletak di bodi bawah bisa terdengar sangat kencang. Namun meski sudah ditenagai oleh Harman plus efek DTS, suaranya sedikit sember saat digunakan memutar musik pop dan sejenisnya. Dugaan saya sih karena efek suara yang kurang optimal saja.

Oh ya, laptop ini performanya kencang, suara kipas senyap, plus layar yang bisa menyala kurang dari satu detik ketika baru dibuka. realme juga sebutkan bila laptop pertamanya ini bakal mendukung Windows 11 kelak tersedia secara resmi.

Baterai

Dengan kapasitas 54WHr, realme mengklaim 11 jam pemutaran video lokal & 8,5 jam simulasi pekerjaan kantor. Kenyataannya tak jauh berbeda dari yang dijanjikan.

Dalam pemakaian ala saya, mengakses aplikasi kantor dengan kecerahan 50% dan mode better battery, rata-rata bisa bertahan hingga 8 jam. Mungkin ada laptop lain yang bisa tahan lebih lama, namun perlu diingat, realme Book punya resolusi layar yang jauh lebih tinggi.

Sehingga nilai tersebut sudah tergolong bagus. Dalam paket penjualannya, disertakan adapter 65W yang cukup kecil, dengan kabel USB-C to USB-C dan mampu isi daya 50% dalam kisaran waktu 30 menit. Uniknya, kamu juga bisa gunakan adapter 30W milik smartphone realme tertentu, sehingga tak perlu membawa dua charger berbeda.

Kesimpulan

realme Book

Mungkin sampai ke bagian ini, Gizmo friends ada yang sedang menaikkan alis, mempertanyakan kenapa hampir semua bagian bernilai positif. Ya, saya sendiri pun terkejut. Menggunakan realme Book seolah menggunakan sebuah laptop yang memang dibuat oleh vendor dengan pengalaman bertahun-tahun.

Kekurangan yang saya temukan tergolong minor, tidak mengganggu pengalaman sehari-hari. Rasanya realme gunakan formula yang tepat. Daripada rilis laptop super terjangkau yang mengorbankan kualitas, lebih baik berada di segmen menengah premium dengan fitur yang maksimal.

realme Book juga berhasil melewati serangkaian tahap uji fisik yang standarnya cukup tinggi, plus garansi 24 bulan di seluruh realme Official Service Center. Poin terakhir ini saya sampaikan untuk menjawab keraguan sebelum memutuskan untuk membeli realme Book yang masih dalam periode pre-order hingga akhir bulan ini di JD.ID dan realme.com. Banderol harga Rp 10,999,000 untuk realme Book sangat layak bila memang sesuai dengan kebutuhan.


Beli realme Book di e-commerce:

JD.ID

Spesifikasi realme Book

realme Book
Klik pada gambar untuk spesifikasi lebih lanjut.

General

Device Type Laptop
Model / Series realme Book
Released 18 Agustus, 2020
Status Available
Price Rp10.999.000 (i5 8/512GB, normal price Rp11.399.000)

Platform

Processor Intel® Core™ i3-1115G4/i5-1135G7
VGA (Graphic Card) Intel UHD/Intel Iris Xe
RAM (Memory) 8GB LPDDR4x
Storage 256/512GB PCIe M.2 SSD
Operating System Windows 10 Home Single Language 64-bit

Body

Dimensions 30,7 x 22,8 x 1,49 cm
Display 14” IPS-backlit 2K (2160 x 1440) 3:2
IPS Panel, 170 degree viewing-angle
400 nits max brightness
100% sRGB
Corning Gorilla Glass
1500:1 contrast ratio
Battery 54 Wh battery
65 W power adaptor
Plug Type: USB-C
50% in 30 mins

Connectivity

Webcam 720p HD
Bluetooth Bluetooth 5.2
Wi-fi IEEE 802.11a/b/g/n/ac/ax, 160MHz; WiFi6; 2.4GHz and 5GHz 2x2 MIMO
NFC
I/O Interface Thunderbolt 4/ USB 4 (Data: Maks.40 Gbps)
USB-C 3.2 Gen 2
USB-A 3.1 Gen 1
3.5mm Headphone dan Jack Mikrofon

Other

Audio Stereo speaker (2 x 2W), DTS audio processing, HARMAN
Features Warna: Real Grey, Real Blue
2 tahun garansi

Disclaimer: artikel ini merupakan kerja sama dengan realme Indonesia

88%
Awesome

review realme Book

Meski jadi laptop rilisan pertama, realme Book mampu berikan value yang sangat tinggi untuk sebuah laptop Rp10 jutaan. Tampil stylish sembari tetap punya performa dan kualitas layar tinggi.

  • Design
  • Display
  • Performance
  • Battery
  • Features
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.