Produsen ponsel kini semakin terpacu untuk merilis produk dalam waktu singkat. Terutama rivalitas di kelas menengah yang seperti balapan saja, membuat produsen harus cepat melihat perubahan. Termasuk apa yang terjadi dengan Samsung yang pada April 2019 merilis seri A20, lima bulan berikutnya merilis versi upgrade. Produk yang menjadi suksesor tersebut adalah Samsung Galaxy A20s.
Hal di atas bisa dimaklumi mengingat ponsel di kelas menengah memang dijejali ponsel dengan konfigurasi dan harga relatif mirip. Maka perubahan cepat harus segera dilakukan. Nah, perubahan apa saja yang bisa kita temukan pada ponsel ini? Mari simak review Samsung Galaxy A20s kami.
Baca juga: Jajaran Smartphone Pilihan untuk Generasi Live
Desain
Samsung Galaxy A20s hadir melanjutkan trah dinasti seri A. Ponsel ini berada di urutan kedua terbawah dari hirarki seri A, setelah A10s. Kedua ponsel tidak banyak berbeda secara desain. Begitu juga dengan pendahulunya Samsung Galaxy A20 yang rilis April lalu.
Desain cover Samsung Galaxy A20s termasuk minimalis. Tidak ada efek holografik atau irisan garis diagonal yang berkilat saat tertimpa cahaya. Kamu hanya mendapati sebuah warna glossy yang memantulkan bayangan. Jelas kurang menarik dari sisi tampilannya.
Kamu akan mendapati fingerprint atau pemindai sidik jari konvensional pada Samsung Galaxy A20s di bagian covernya. Logo Samsung masih setia diletakkan pada bagian tengah cover di bawah pemindai sidik jari. Perubahan dengan A20 sebelumnya ialah tiga kamera yang kini bercokol di sudut kiri atas, bersamaan dengan lampu flash pada bagian bawah.
Material plastik masih dipakai untuk bagian cover ponsel. Sementara untuk frame yang digunakan sudah mengusung alumunium. Membuat ponsel tetap terasa berbobot dan tidak ringkih.
Ponsel ini masih mengusung konsep Infinity-V. Sebuah istilah khusus, yang lazim diberikan para produsen untuk lebih catchy dalam menyebut notch atau poni pada layar ponsel. Selainnya ada istilah water drop, dew drop, dan sebagainya. Poni tersebut memuat kamera depan, dan cukup “mengganggu” tampilan layar pada mode penuh.
Penempatan tombol fungsi yang hanya ada dua, dibagi pada dua sisi ponsel. Tombol power dan reset pada bagian kanan. Sementara tombol volume suara di bagian kiri. Tak perlu mencari google assistant pada ponsel Samsung di sini, kamu tak akan menemukannya.
Kebutuhan port dan konektivitas dipenuhi dengan hadirnya lubang charger type C. Membuat proses pengisian baterai bisa dilakukan lebih cepat. Sedangkan kebutuhan audio ponsel bisa menggunakan port audio jack 3, 5 mm atau speakser. Kesemuanya ada di bagian bawah ponsel. Terakhir adalah port untuk menempatkan kartu SIM dan microSD pada bagian kiri ponsel.
Secara umum Samsung tidak banyak melakukan rombakan pada tampilan A20s dibandingkan dengan pendahulunya. Konsep desain lebih baik justru bisa ditemukan pada seri A30s yang terlihat lebih eye catching.
Baca juga: Ini Fitur Galaxy A untuk Dukung Aktivitas Live Kamu
Display
Jarak rilis antara Samsung Galaxy A20 dan A20s dengan rentang jarak kurang dari satu semester, cukup membuat bingung pengguna. Bisa jadi juga menyakitkan untuk mereka yang perlu menabung lama untuk membeli sebuah ponsel. Apalagi di sana ada perubahan spesifikasi dan konfigurasi satu dan lainnya.
Sektor display mendapat perubahan yang dimaksud. Samsung Galaxy A20s memiliki ukuran layar lebih besar berukuran 6, 5 inci berbanding 6, 4 inci milik A20. Dengan rasio layar 81, 9 % ke bodi ponsel.Terasa menarik sampai kita melihat pada teknologi yang dipakai pada layarnya.
Kehadiran Samsung Galaxy A20 pada April lalu memiliki kualitas layar sentuh Super AMOLED. Sementara A20s yang datang belakangan justru menggunakan IPS LCD saja. Tentu AMOLED jelas lebih baik. Ditambah resolusi di rentang 720 x 1560 piksel (HD+), membuat kualitas gambar tak tersaji maksimal. Kualitas resolusi yang sama juga bisa ditemukan pada A20 dan A30s.Tak perlu terlalu kecewa.
Selain resolusinya, ada kesamaan lain antara A20s dengan saudara-saudaranya. Mereka semua menggunakan konsep infinity-V, dengan meletakkan poni kamera pada sisi atas bagian tengah layar. Membuat tampilan video dalam format lanskap tidak bisa memenuhi setiap sisi layar.
Urusan sajian display pada Samsung Galaxy A20s memang tidak perlu terlalu mewah juga, sih. Di mana tujuan resolusi tinggi biasanya hadir untuk mengimbangi kualitas kamera. Sehingga hasil foto bisa dinikmati dengan maksimal. Maka lewat empat kamera milik A20s yang berada di kelas menengah, rasanya sudah sesuai dengan sajian layarnya.
Kamera Samsung Galaxy A20s
Masa depan ponsel, salah satunya ada di fitur kameranya. Ketika dulu produsen sempat menghadirkan kamera dengan resolusi tinggi, bahkan dengan lensa optikal yang asli. Kualitas coba dihadirkan di sana. Namun kini produsen seperti berlomba mengejar kuantitas. Jumlah lensa kamera kini diperbanyak.
Formula yang dipakai Samsung pada versi reborn dari A20s ini. Satu tambahan kamera belakang dari versi sebelumnya, membuat total kamera di ponsel ini ada empat buah. Tiga kamera terpampang rapi di bagian cover. Ditambah sebuah lampu flash. Kemudian satu buah kamera depan.
Kamera utamanya 13 MP, f/1.8, 27mm (wide), PDAF. Bila kamu sudah pernah menggunakan A20, maka kualitas yang dihasilkan dari kamera ini relatif sama. Hasil fotonya tak bisa dibilang jelek juga, namun tak sampai kualitas yang mewah. Dukungan fitur juga tidak terlalu banyak membantu, saya rasa.
Peningkatan dihadirkan pada kamera ultra-wide. Dengan resolusi 8 MP, f/2.2, meningkat dari 5 MP di seri sebelumnya. Dengan lensa 13 mm, menyajikan sudut pandangan yang lebih baik. Fungsi lensa ini dapat dimanfaatkan untuk sekadar mengambil foto maupun merekam video. Sehingga variasi dari sebuah karya visualmu bisa lebih diperluas.
Kamera terakhir di belakang memiliki teknologi depth sensor, 5 MP, f/2.2. Memanfaatkan lensa untuk hasil foto bokeh yang pastinya lebih baik dari sekadar menggunakan fitur AI kamera. Dalam penggunaannya, AI akan membantu jarak dan sudut yang tepat ketika hendak mengambil foto berkonsep bokeh.
Untuk kamera depan, baik Samsung Galaxy A20 maupun A20s sama-sama menggunakan resolusi 8 MP, f/2.0. Namun kualitas tersebut sangat jauh berbeda dengan A30s yang sudah beresolusi 16 MP, f/2.0. Padahal perbedaan harganya terhitung tak terlalu jauh. Pun tak ada fitur flash untuk berfoto dengan kamera depannya.
Urusan pengambilan gambar bergerak atau video mampu merekam hingga kualitas 1080p pada 30 frame per detik. Baik kamera depan maupun belakang bisa merekam pada tingkat kualitas sama. Ada fitur efek warna yang bisa dipilih saat merekam video. Hanya saja jangan berharap efek time–lapse atau slow motion di sana.
Hasil foto:

Fitur Lain
Sistem pengamanan Samsung Galaxy A20s masih sama seperti ponsel-ponsel lain yang lebih dulu ada. Mulai dari biometrik pengenalan wajah dan sidik jari, sampai mode pattern dan angka. Kamu bisa mengombinasikan beberapa lapis pengamanan seperti sidik jari dan pattern. Atau model kombinasi lainnya.
Sensor sidik jari ponsel masih berada di bagian cover belakang. Harganya belum sampai untuk menjadikan sensor tersebut ditaruh di bawah layar. Sementara pemindai wajah memanfaatkan kamera depan. Dengan kemampuan sensor yang semakin baik, ponsel bisa membaca wajah pengguna tanpa butuh proses yang lama.
Fitur konektivitas bisa mengandalkan fungsi WiFi sampai Bluetooth. Termasuk adanya kemampuan On-The-Go, yang bisa digunakan untuk terhubung ke perangkat lain dalam hal pengisian daya atau berbagi data. Sisanya adalah fitur-fitur standar yang biasa ditemukan pada ponsel di kelas serupa.
Performa
Samsung Galaxy A20s menggunakan chipset dari Qualcomm, Snapdragon 450 (14nm). Pilihan tersebut berbeda dengan pendahulu yang menggunakan Exynos. Namun di sisi lain bisa menjadi langkah populer bagi konsumen yang cenderung lebih percaya pada ponsel berbasis Snapdragon.
Kinerja dari Snapdragon 450 jelas lebih baik daripada Exynos 7884 (14 nm) yang dipakai A20. Inti kerjanya mencapai angka 1.8 GHz dengan Cortex-A53. Sementara pada pengolahan grafis visual memanfaatkan Adreno 506.
Menggunakan pengujian benchmark dengan Antutu, ada di angka 88061.Pada pengujian menggunakan Geekbench mendapat nilai 144 untuk single-core, dan 833 untuk multi-core. Hasil tersebut memang tidaklah tinggi, sesuai dengan konfigurasi perangkat itu sendiri. Dan pada beberapa keadaan, skor dari pengujian bisa berubah tergantung kondisi yang dijalankan.
Untuk memainkan game terbaru seperti Call Of Duty Mobile, ponsel ini terbilang mampu menjalankan permainan dengan baik. Memang ada sedikit lag sepersekian detik saat loading. Namun dalam mode permainan bisa tetap berlangsung dengan lancar. Tentu saja detail grafisnya masih sedikit kasar.
Otak kerja tersebut akan menjalankan sistem operasi berbasis Android 9.0 (Pie), yakni One UI. Antarmuka dari Samsung termasuk sudah sangat user friendly. Navigasi dan ikon aplikasinya mudah dipahami dan digunakan oleh pengguna pemula maupun yang sudah advance.
Kinerja ponsel nantinya akan mendapat dukungan daya dari sebuah baterai Li-Po 4000 mAh. Sudah dilengkapi dengan port USB type C. Membuat kamu bisa mengisi baterai lebih cepat dengan pasokan hingga 15 Watt. Dalam pemakaian wajar, kapasitas baterai sedemikian besar bisa digunakan hingga lebih dari satu hari. Lumayan.
Kesimpulan
Kehadiran Samsung Galaxy A20s memang terhitung cepat sejak kehadiran model pendahulunya. Strategi dan persaingan dengan produsen lain menyebabkan hal semacam itu bisa saja terjadi. Hanya saja bisa berpotensi membuat konsumen produk sebelumnya bisa kecewa. Agar ke depannya Samsung bisa memikirkan sebuah produk yang lebih awet secara spesifikasi.
Secara umum, ponsel ini menawarkan fitur yang cukup menarik dengan harga terjangkau. Meski di kelas yang sama, banyak kompetitor yang menawarkan spesifikasi lebih tinggi.
Spesifikasi Samsung Galaxy A20S

General
| Device Type | Smartphone |
| Model / Series | Samsung Galaxy A50s |
| Released | 28 September, 2019 |
| Status | Available |
| Price | Rp2.499.000 (RAM 3GB), Rp 2.799.000 (RAM 4GB) |
Platform
| Chipset | Qualcomm SDM450 Snapdragon 450 (14 nm) |
| CPU | Octa-core 1.8 GHz Cortex-A53 |
| GPU | Adreno 506 |
| RAM (Memory) | 3 GB / 4 GB |
| Storage | 32 GB, microSD sampai 512GB |
| Operating System | Android Pie 9.0 |
| User Interface | One UI 1.5 |
Design
| Dimensions | 163.3 x 77.5 x 8 mm |
| Weight | 183 g |
| Design Features | Colors: Black, Blue, Red, Green |
| Battery |
Non-removable Li-Po 4000 mAh battery Fast battery charging 15W |
Display
| Screen Type | TFT capacitive touchscreen |
| Size and Resolution | 6.5 inches 720 x 1560 pixels |
| Touch Screen | Yes |
Network
| Network Frequency | GSM / HSPA / LTE |
| SIM | Dual SIM |
| Data Speed | LTE band 1(2100), 3(1800), 5(850), 7(2600), 8(900), 20(800), 38(2600), 40(2300), 41(2500) |
Camera
| Multi Camera | Yes (Rear) |
| Rear | 13 MP, f/1.8, 27mm (wide), PDAF 8 MP, f/2.2, 13mm (ultrawide), 1/4.0", 1.12µm 5 MP, f/2.2, (wide), 1/5.0", 1.12µm, depth sensor |
| Front | 8 MP, f/2.0 |
| Flash | Yes |
| Video | 1080p@30fps |
| Camera Features | Live Focus, Hyperlapse, Slow Motion |
Connectivity
| Wi-fi | Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot |
| Bluetooth | 5.0, A2DP, LE |
| USB | 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go |
| GPS | Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, BDS |
| HDMI | Yes |
| Wireless Charging | No |
| NFC | |
| Infrared | No |
Smartphone Features
| FM Radio | Yes |
| Web Browser | HTML 5 |
| Messaging | SMS, MMS, Online |
| Sensors | Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass |
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




