Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Review Redmi 9A: Lebih Murah, Lebih Cocok

1 6.474

Kalau ngomongin smartphone murah, umumnya masyarakat akan selalu mengkaitkan dengan brand yang satu ini, yaitu Xiaomi. Yah nggak salah juga sih, mulai dari kelas entri sampai seri dengan kamera setara flagship, Xiaomi dikenal dengan produknya yang membawa nilai atau value tinggi. “Amazing products at an honest pricing”, kalau kata Alvin Tse.

Memang, sekarang sudah lebih ada lebih banyak smartphone terjangkau harga Rp1 jutaan dari jutaan dari berbagai brand lain, sebut saja realme, Infinix, sampai Samsung dengan seri “Core”. Agar terus dapat bersaing, tentunya Xiaomi tak berdiam diri. Redmi 9A dihadirkan di Indonesia bahkan lebih dulu dari India.

Sekilas, spesifikasi yang ditawarkan agak unik. Beberapa dipangkas dari generasi sebelumnya, tapi juga hadir dengan harga yang lebih murah dari Redmi 8A. Dan menurut saya, keputusan tersebut sangat tepat, malah membuat smartphone murah Xiaomi satu ini lebih pas untuk jadi pilihan konsumen.

Apa alasannya? Berikut adalah ulasan dari Xiaomi Redmi 9A, jawara baru yang disiapkan Xiaomi untuk smartphone sejutaan di tahun 2020.

Desain

Desain Xiaomi Redmi 9A

Jika dibandingkan dengan Redmi 8A, desain bodi Xiaomi Redmi 9A terlihat lebih segar. Ada tiga varian warna yang bisa dipilih; Granite Grey, Sky Blue dan Peacock Green. Kebetulan, unit yang kami ulas punya warna terakhir, dan benar-benar menyenangkan ketika dilihat. Mendekati hijau toska, yang kalau difoto bisa juga terlihat seperti kebiruan.

Peletakan kameranya dipindah ke bagian kiri atas bodi belakang, dan Xiaomi berikan aksen warna berbeda mulai dari bawah kamera hingga ujung bawah bodi. Tak sekadar plastik biasa, bagian belakang Redmi 9A ini dibuat bertekstur, sehingga lebih nyaman, tidak mudah licin dan tidak gampang kotor atau membekas sidik jari. Walaupun sedikit lebih tipis, smartphone ini secara keseluruhan sedikit lebih besar dari Redmi 8A.

Layar

Layar Xiaomi Redmi 9A

Dimensi bodi yang lebih besar juga karena layar Redmi 9A sedikit membesar, kini mencapai 6,53 inci. Resolusinya masih HD+, dengan kerapatan piksel 269ppi. Panel IPS yang digunakan tergolong bagus di kelasnya, warna tidak pucat dan cukup cerah ketika digunakan di bawah sinar matahari. Xiaomi juga berikan opsi untuk memilih profil warna sesuai selera, dengan saturasi maksimum atau standar.

Juga ada fitur ketuk dua kali untuk menyalakan sekaligus mematikan layar, serta fitur layar menyala tiap kali ada notifikasi masuk. Fitur tersebut berguna untuk menggantikan ketidak tersediaannya LED notifikasi. Sedikit kekurangan terletak pada sertifikasi Widevine L3, yang berarti belum bisa buat streaming Netflix dengan kualitas HD.

Kekurangan lainnya adalah absennya perlindungan Gorilla Glass, dan ketika saya mengambil Redmi 9A pertama kali dari kotak, perangkat tidak dilapisi dengan pelindung layar. Selama kurang lebih satu minggu pemakaian sih terlihat aman-aman saja, bebas dari goresan tipis. Tapi kalau mau lebih awet, ada baiknya untuk segera memasangkan pelindung layar ya.

Kamera

Kamera Xiaomi Redmi 9A

Xiaomi Redmi 9A punya total dua kamera, masing-masing satu di depan dan belakang. Kamera depannya punya resolusi 5MP f/2.2, dilengkapi fitur beautify, HDR, sampai portrait selfie memanfaatkan AI. Sudut pandangnya cukup lebar, dan juga mampu mendeteksi telapak tangan untuk mengaktifkan fitur timer.

Sementara kamera belakangnya punya resolusi 13MP f/2.2 dan sudah didukung oleh PDAF. Kamera belakang ini juga mampu hasilkan efek potret menggunakan oleh software dan AI. Tidak ada keterangan seperti di Samsung atau iPhone berkamera satu, jika efek hanya bisa dihasilkan untuk objek manusia. Tapi ketika beberapa kali foto objek lain, hasilnya jadi buram seutuhnya, dan tidak ada opsi untuk atur fokus ulang.

Secara kualitas, kamera depannya sih cukup standar. Sudut pandang lebar bisa jadi nilai plus, namun hasil foto cenderung gelap ketika memasuki sore hari atau cahaya cukup (meski ada bantuan screen flash). Sementara kamera belakangnya bisa dibilang setara kamera smartphone Rp1,5 jutaan. Hasilnya lumayan, nggak sekadar terlihat bentuk objeknya, tapi masih ada detil yang bisa dinikmati.

Untuk hasil foto lengkap dari kamera Redmi 9A, bisa diakses pada album berikut ini ya.

Outdoor, cahaya berlimpah.
Indoor, cahaya cukup.
Outdoor, malam hari.
Menggunakan mode manual, shutter 0,5 detik, ISO 100, handheld.
Kamera belakang, mode potret sore hari.
Kamera depan, mode potret cahaya berlimpah.

Selain fitur Auto HDR dan AI, tidak ditemukan mode malam khusus di Redmi 9A. Dan ketika HDR sedang aktif, akan terasa shutter lag ketika kita mencoba menjepret foto secara terus menerus. Nah, yang bikin kaget, Xiaomi berikan mode profesional di smartphone termurahnya. Nggak cuma bisa atur ISO (100 – 3200) dan shutter speed (1/1000 – 32 detik), tapi sampai ada focus peaking dan exposure verification segala. Dua fitur yang bahkan tidak semua flagship belasan juta punya.

Tampilan menu serta pintasannya juga lebih mudah dan beragam, bahkan kita bisa mengganti aksen warna serta efek suara ambil foto. Sementara untuk video, ada opsi pengambilan video pendek dengan efek kaleidoskop yang cukup menarik dan bisa dieksplorasi. Dengan resolusi maksimum 1080p 30fps, terdapat opsi smooth zooming ketika sedang merekam. Namun tanpa adanya EIS, tangan pengguna harus benar-benar stabil saat ambil video.

Fitur

Redmi 9A - MIUI 12

Walaupun jadi yang paling murah sepanjang rilisan 2020, Redmi 9A sudah hadir dengan MIUI 12 berbasis Android 10, langsung sejak pertama kali dinyalakan. Makin ke sini, tampilan antarmuka MIUI buat saya semakin memanjakan mata, juga semakin mudah untuk digunakan. Xiaomi benar-benar berikan penyegaran secara menyeluruh. Bahkan di bagian About phone kini dibuat lebih segar, dengan visualisasi kapasitas memori yang informatif.

Fitur lain seperti dark mode, efek suara yang disesuaikan dengan tema sampai dual apps masih hadir, alias tidak dipangkas. Paling yang tidak saya temukan adalah opsi live wallpaper keren di MIUI 12—menu live wallpaper sih ada, tapi isinya kosong dan saya tidak menemukan file wallpaper luar angkasa seperti yang diiklankan sebelumnya.

Seperti MIUI 11, tampilan halaman paling kiri homescreen dapat diubah ke Google Discover, jadi pintasan yang cocok untuk tetap up-to-date. Juga ada opsi untuk gunakan app drawer kalau Gizmo friends nggak mau aplikasi ditampilkan semuanya di home screen. Untuk iklan, memang ada 1-2 dari aplikasi bawaan. Dan Redmi 9A membawa bloatware yang cukup banyak, untungnya hampir semua bisa di-uninstall untuk menghemat memori.

Tanpa sensor sidik jari, Xiaomi berikan alternatif fitur AI Face Unlock untuk keamanan buka kunci layar Redmi 9A. Fitur ini hanya bekerja optimal ketika cahaya di sekitar melimpah. Sisanya? Bakal lebih sering menginputkan PIN atau password. Mendukung dual VoLTE, sistem triple slot memungkinkan pengguna untuk pakai dua kartu SIM plus microSD sekaligus.

Performa

Skor benchmark Redmi 9A

Kalau Redmi 8A pakai chipset Snapdragon, Xiaomi Redmi 9A hadir dengan salah satu chipset terbaru dari MediaTek, yang memang dirancang untuk kelas entri. Yaitu MediaTek Helio G25, punya CPU octa-core dengan clockspeed tertinggi 2GHz, ditambah GPU PowerVR GE8320 650MHz. Chipset ini sudah dibuat dalam proses fabrikasi 12nm, sehingga lebih efisien daya.

Kebetulan, varian yang kami gunakan adalah yang tertinggi, dengan RAM 3GB LPDDR4x serta penyimpanan internal 32GB berjenis eMMC 5.1. Ada juga varian RAM 2GB yang, meski lebih murah, saya sangat menyarankan untuk ambil varian 3GB terutama bagi Gizmo friends yang hobi multitasking. Kecuali mau bersabar menunggu aplikasi sering reload, yah monggo silakan.

Sejujurnya, saya berekspektasi kalau performanya agak lambat mengingat harga. Namun ternyata nggak lambat-lambat banget, masih cukup untuk kebutuhan aplikasi sehari-hari seperti email, media sosial dan pencatatan maupun dokumen. Malah saya tidak merasa adanya perbedaan yang signifikan disbanding smartphone lain dengan chipset MediaTek Helio G35.

Memang, keduanya hanya berbeda di clockspeed. Tapi ini juga berarti membuktikan kalau Xiaomi berhasil mengoptimasi MIUI 12 di Redmi 9A, sehingga performanya masih optimal walaupun hadir dengan spesifikasi hardware pas-pasan. Buat ngegim? Bisa, tapi yah sekadar bisa ya. Masih bisa dinikmati kok, walaupun kalau grafisnya cukup intens, bakal sering terjadi framedrop.

Baterai

Kapasitas 5.000 mAh, dipasangkan dengan layar HD dan chipset hemat daya. Resep sukses untuk membuat smartphone seperti Redmi 9A bisa tahan sampai dua hari pemakaian. Cocok sekali bagi yang malas berhubungan dengan powerbank, atau pekerja lapangan termasuk driver kendaraan daring.

Memang, pengisian dayanya membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 3 jam dengan charger bawaan yang hanya 5V 2A alias 10 watt. Sangat wajar bisa belum dilengkapi fast charging, namun setidaknya dalam sekali pemakaian, bisa tahan begitu lama. Oh ya, yang cukup kontroversial ketika smartphone ini dihadirkan adalah kembalinya penggunaan micro-USB. “Kok bisa ya? Padahal Redmi 8A sudah USB-C loh, fast charging pula.”

Xiaomi punya alasan tersendiri untuk hal ini, dan menurut saya fair-fair aja. Pertama, Redmi 9A hadir dengan harga yang signifikan lebih murah, sehingga tentunya harus ada 1-2 sisi yang dihemat. Kedua, menurut mereka untuk segmen harganya, masyarakat masih banyak yang gunakan kabel micro USB. Sehingga penurunan ini dimaksud agar lebih mudah mencari kabel, atau kompatibel dengan smartphone lain di harganya.

Kesimpulan

Kelengkapan Xiaomi Redmi 9A

Menurut saya, sebuah keputusan yang tepat dari Xiaomi untuk ‘mengatur ulang’ Redmi 9A, disesuaikan dengan harga yang menurut saya sudah seharunya, yaitu tak terpaut jauh dari nominal Rp1 juta. Bahkan bagi pengguna Redmi 4A, 5A & 6A diberikan kesempatan untuk membelinya seharga Rp999 ribu.

Spesifikasinya memang turun dari Redmi 8A, namun harga Redmi 8A ketika dirilis juga jauh lebih mahal. Ketika tahun lalu saya diminta untuk mencari smartphone dengan budger Rp1 juta lebih sedikit, otomatis 8A absen. Pilihan paling jatuh ke Redmi 7A, atau Redmi Go yang sangat-sangat minim memori. Sekarang jadi ada alternatif yang pas.

Bisa dibilang, smartphone ini adalah seri A yang sesungguhnya. Menurut saya memang bukan penerus dari Redmi 8A – untuk yang itu ada lagi, bakal hadir resmi dalam beberapa hari. Sementara itu, Redmi 9A hadir sebagai pelengkap smartphone kelas entri baru di 2020.

Cek harga smartphone Xiaomi di:

EraSpace Blibli Shopee Lazada JD.ID Tokopedia

Spesifikasi Xiaomi Redmi 9A

Xiaomi Redmi 9A
Klik pada gambar di atas untuk spesifikasi lebih lengkap.

General

Device Type Smartphone
Model / Series Xiaomi Redmi 9A
Released 13 Agustus, 2020
Status Available
Price Rp1,199,000 (Harga Perkenalan)

Platform

Chipset MediaTek Helio G25 (12 nm)
CPU Octa-core 2.0 GHz Cortex-A53
GPU PowerVR GE8320 650 MHz
RAM (Memory) 2GB/3GB
Storage 32GB
Operating System Android 10
User Interface MIUI 12

Design

Dimensions 164.9 x 77 x 9 mm (6.49 x 3.03 x 0.35 in)
Weight 196 g (6.91 oz)
Design Features Textured back cover
Colour: Granite Grey, Sky Blue, Peacock Green
Battery Non-removable Li-Po 5000 mAh battery

Network

Network Frequency GSM/ HSPA / LTE
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Data Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A

Display

Screen Type IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size and Resolution 6.53 inches, HD+, 20:9 ratio (269 ppi)
Touch Screen Yes
Features 400 nits maximum brightness

Camera

Multi Camera No
Rear 13 MP, f/2.2, 28mm (wide), PDAF
Front 5 MP, f/2.2, (wide), 1.12µm
Flash Yes
Video 1080p 30fps, 720p 30fps
Camera Features HDR, AI Portrait, Beautify, Pro mode, Kaleidoscope, time-lapse

Connectivity

Wi-fi Wi-Fi is a popular wireless networking technology using radio waves to provide high-speed network connections that allows devices to communicate without cords or cables, Wi-Fi is increasingly becoming the preferred mode of internet connectivity all over the world. Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth Bluetooth is a wireless communications technology for exchanging data between mobile phones, headsets, computers and other network devices over short distances without wires, Bluetooth technology was primarily designed to support simple wireless networking of personal consumer devices. 5.0, A2DP, LE
USB microUSB 2.0, USB On-The-Go
GPS GPS The Global Positioning System is a satellite-based radio navigation system, GPS permits users to determine their position, velocity and the time 24 hours a day, in all weather, anywhere in the world, In order to locate your position, your device or GPS receiver must have a clear view of the sky. Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
HDMI HDMI (High-Definition Multimedia Interface) is a compact audio/video interface for transferring uncompressed video data and compressed or uncompressed digital audio data from a HDMI-compliant source device to a compatible computer monitor, video projector, digital television, or digital audio device. No
Wireless Charging Wireless Charging (Inductive Charging) uses an electromagnetic field to transfer energy between two objects. This is usually done with a charging station. Energy is sent through an inductive coupling to an electrical device, which can then use that energy to charge batteries or run the device. No
NFC NFC (Near field communication) is a set of standards for smartphones and similar devices to establish peer-to-peer radio communications with each other by touching them together or bringing them into proximity, usually no more than a few inches.
Infrared Infrared connectivity is an old wireless technology used to connect two electronic devices. It uses a beam of infrared light to transmit information and so requires direct line of sight and operates only at close range. No

Smartphone Features

Multimedia Features MP4, MP3, MKV, AAC
FM Radio Yes
Web Browser Web Browser => a web browser is a software application used to locate, retrieve and display content on the World Wide Web, including Web pages, images, video and other files, The primary function of a web browser is to render HTML, the code used to design or markup webpages. HTML 5
Messaging SMS, MMS, Online
Sensors Sensors are electronic components that detects and responds to some type of input from the physical environment. The specific input could be light, heat, motion, moisture, pressure and location, The output is generally a signal that is converted to use in computing systems, a location sensor, such as a GPS receiver is able to detect current location of your electronic device. Vibration motor, proximity sensor, ambient light sensor, accelerometer,
Other Kelengkapan:
Redmi 9A / Pengisi daya 5V2A / Kabel Mikro-USB / Alat SIM ejektor / Kartu garansi / Panduan pengguna
81%
Murah nan berkualitas

Review Redmi 9A

Bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp999 ribu, sekali lagi Xiaomi Indonesia mampu membuktikan bila smartphone Android murah kini bisa memiliki spesifikasi serta pengalaman penggunaan yang baik.

Beli
Beli Redmi 9A di Eraspace Erajaya
  • Design
  • Display
  • Camera
  • Performance
  • Battery
1 Komen
  1. […] Review Redmi 9A: Lebih Murah, Lebih Cocok […]

Tinggalkan Balasan