Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Aplikasi Smartphone Ini Bisa Deteksi Serangan Jantung, Seperti Apa?

Penyakit jantung tergolong penyakit mematikan sebab belum ada yang bisa memperkirakan kapan serangan jantung terjadi. Kini, peneliti telah mengembangkan sebuah aplikasi smartphone deteksi serangan jantung yang diharapkan bisa menolong nyawa penderita sakit ini.

Aplikasi smartphone deteksi serangan jantung ini pada dasarnya sanggup menentukan apakah seseorang mengalami serangan jantung mematikan dan serius atau tidak. Diberinama AliveCor, aplikasi smartphone deteksi serangan jantung ini dapat diamati melalui gawai dengan menyematkannya pada dua kabel.

Lalu, AliveCor akan memonitor akvititas jantung lalu menginformasikan jika seseorang merasakan ST-Elevation Myocardial Infarction atau STEMI, suatu kondisi serangan jantung dimana arteri benar-benar tersumbat, demikian seperti ditulis oleh firstpost.com.

Aplikasi smartphone deteksi serangan jantung ini mempunyai akurasi hampir sama dengan elektrokardiogram (ECG) standar 12-lead yang biasa dipakai untuk mendiagnosa serangan jantung.

Pemeriksaan jantung menggunakan ECG 12-lead standar. 

AliveCor membawa fungsi ECG di dalamnya, mengirim hasil deteksi ke cloud dimana nantinya kardiologis (ahli jantung) dapat memeriksanya. Jika ditemukan STEMI, aplikasi ini akan memberitahu ke pengguna sehingga bisa langsung dilarikan ke rumah sakit.

Related Posts
1 daripada 75

“Semakin cepat arteri dibuka, pasien mempunyai lebih banyak waktu bertindak. Kami melihat aplikasi ini bisa secara dramatis mempercepat (deteksi) dan menyelamatkan hidup anda,” kata J. Brent Muhlestein, pemimpin investigator dari Institut Pusat Jantung Intermountain di Salt Lake City, AS.

Baca juga: Aplikasi “Laut Nusantara” Mudahkan Nelayan Tangkap Ikan dengan Data Real Time

Hasil kerja aplikasi smartphone deteksi serangan jantung ini telah dipaparkan saat Sesi Ilmiah 2018 Asosisasi Jantung Amerika di Chicago. Dalam penjelasannya, aplikasi smartphone deteksi serangan jantung ini telah diujicobakan ke 204 pasien yang menderita sakit di dada. Kesemuanya memperoleh ECG 12-lead standar dan ECG melalui AliveCor.

Dari studi tersebut ditemukan bahwa AliveCor secara efektif mampu membedakan STEMI dari non-STEMI ECG secara tepat dengan sensitivitas tinggi dibandingkan dengan ECG 12-lead standar.

Sementara pada umumnya ECG mempunyai 12 lead, yang meningkatkan akurasi diagnosa sebab serangan jantung terjadi pada banyak bagian tubuh, AliveCor mengandalkan dua lead kabel yang digerakkan ke sekitar tubuh agar bisa merekam keseluruhan 12 bagian.

Selain mempercepat perawatan setelah serangan jantung STEMI, AliveCor yang berharga lebih terjangkau, membuat ECG bisa diakses di negara-negara dimana mesin ECG susah ditemukan dan mahal meski penduduk di negara tersebut mempunyai smartphone, demikian ungkap peneliti.

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.